Penganiayaan Oleh Oknum Polisi, Pelampiasan Demdam Mantan Istri Korban.

0
18

SUMUT-Zonadinamika.com. Dugaan Penganiayaan yang dilakukan oknum anggota Polsek Panai Tengah terhadap Sukarman dan Anaknya, Bambang warga desa cinta makmur Kecamatan Panai Hulu yang saat ini sudah ditangani Propam Polres Labuhanbatu Sumut, peristiwa itu dituding pihak keluarga korban merupakan ulah dari mantan istri Sukarman yang juga ibu kandung Bambang Berinisial R.

Saniman salah seorang keluarga korban yang kerap mendampingi Sukarman terkait kasus hukum yang dialami keluarga itu belum lama inj mengatakan peristiwa penganiayaan ayah dan anak tersebut berawal dari pengaduan Rodiah mantan istri Sukarman kepada pihak Polsek Panai Tengah terkait kehilangan sejumlah uang dan dokumen di kediamannya.

Dua oknum polisi yang diketahui berinisial SR dan YR, terkesan tanpa mengikuti prosedur, memanggil kedua korban serta melakukan kekerasan terhadap anak beranak tersebut. Parahnya, kekerasa dengan cara memukili bagian tubuh Bambang di lakukan oknum polisi di dapan ibu kandungnya yang hanya memandangi dan membiarkan anaknya dipukuli oknum polisi.

Sementara, Sukarman yang datang belakangan kelokasi tempat anaknya dianiaya, juga mendapat perlakuan kasar dari oknum polisi tersebut. Selain, kepala yang saat itu mengalami memar di akibatk pukulan benda tumpu di duga gagang pistol milik oknum polisi yang dipukulkan ke kepala Sukaraman, bibir dan badan sukarman juga luka. Sedangķan kondisi Bambang yang dipukuli oknum polisi di hadapan ihu kandungnya saat itu, bagian perut Bambang kondisinya memar.

“Pihak keluarga sudah membuat pengaduan ke Polres Labuhanbatu melalui Propam dengan Nomor: STPL/01/VI/2017/Prov, bisa dikatan proses hukum terhadap 2 oknum polisi itu lamban. Dan kabarnya pihak propam saat ini baru akan memangil saksi.*sebutnya.

Namun sebut Saniman, pihak keluarga merasa janggal dengan proses hukum terkait pengaduan Rodiah kepada pihak Polsek Panai Tengah. Sementara, pengaduan itu merupaka penyebab awal terjadinya dugaan penganiayaan oleh oknum polisi terhadap Sukarman dan anaknya. Soalnya, pengaduan Rodiah terkait hilangnya Sejumlah uang dan dokumen terkesan tidak dilanjutkan. Hal itu terlihat dari tidak adanya pemanggilan terhadap Sukarman dan anaknya yang dijadikan objek oknum polisi.

Dikatakan Saniman, pengaduan Rodiah kepada pihak kepolisian terkesan rekasa yang berujung dendam, Rodiah terkesan memanfaatkan hukum untuk membalaskan dendamnya terhadap Sukarman dan anaknya. Pasalnya, menurut Saniman, sebelum peristiwa tersebut Sukarman dan Rodiah sudah bercerai melalui Pengadilan Agama. Perceraian itu dipicu dugaan perselingkuhan mantan istrinya dengan pria lain yang dipergoki oleh Bambang anaknya sendiri. Bahkan Saat ini, Sukarman dan Rodiah masih berpekara di Pengadilan Agama Rantauprapat terkait harta goni-gini.

“Pihak kepolisian kita pinta untuk menelusuri keterlibatan mantan istri Sukarman sehingga terjadi penganiayaan, kalau tidak ini akan menjadi bumerang dan menimbulkan opini miring ditengah masyarakat, bahwa penegak hukum telah diperalatan untuk melampiaskan dendam. Boleh, di cek ketetangga bersangkutan sebelum di usir warga bagai mana tingkah mantan Istri Sukarman yang meresahkan itu. Bahkan sebelumnya juga masyarakat cinta makmur sudah membuat pengaduan tertulis kepada pihak polsek Panai Tengah terkait keresahan masyarakat akibat ulah Rodiah, tapi terlihat kurang direspon”sebut Saniman.

Terpisah, Hasanuddin tokoh agama desa cinta makmur yang juga tetangga Sukarman mengatakan, bahwa sebelum warga mengusir paksa Rodiah mantan istri Sukarman keluar dari rumahnya, warga merasa resah dikarenakan ulah Rodiah yang kerap menjadikan rumahnya tempat berkumpul dengan lelaki lain. Setelah, warga mengusir bersamaan dengan peristiwa penganiayaan tersebut, barulah warga merasa tenang dan nyaman kembali.

“Dugaan adanya keterlibatan Rodiah terkait perlakuan penganiaan terhadap Sukarman dan anaknya oleh oknum Polisi layak rasanya dilakukan pengusutan oleh pihak berwajib, dikarenakan awal peristiwa itu dari pengaduan mantan istrinya.”sebutnya. (Z.01.SU)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY