Pembelian lahan Puskesmas Pakisjaya Diduga Jadi Ajang Bancakan,Penegak Hukum Harus Usut

0
62
Lahan Puskesmas dan ilustrasi Bancakan.

Karawang,zonadinamika.com  : Pembelian lahan untuk pembangunan gedung Puskesmas baru yang berlokasi dikampung melayu Desa Tanah baru Kecamatan Pakisjaya Kabupaten Karawang,diduga sarat dengan penggelembungan harga atau Mark up.Pasalnya nominal harga hasil penilaian tim apresial,tidak sesuai yang  di terima oleh H.Bunyamin selaku Penjual tanah.

Anggaran pembelian lahan tersebut bersumber dari APBN II Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2016.Tanah sawah seluas 12.000 M2, sesuai AJB No : 125 /PPAT/1987 Persil No : 52. S.III. Kohir No : C.1122. Atas nama H.Bunyamin, hanya 9000 M2 Luas tanah yang dibeli Pemda melalui Dinas Kesehatan dan bagian aset karawang.

Dari penjualan tanah tersebut H.Bunyamin mengaku hanya menerima nominal harga Rp.100.Ribu/meter.Harga permeter dari pemerintah nilainya berapa dia tidak tahu,semua yang urus kepala desa dengan pihak puskesmas.

“Uang yang saya terima Hanya Rp.900 juta sekitar bulan Ruwah (Mei 2017),Uangnya dianterin sama kepala desa dan orang puskesmas kerumah,” Ucapnya.

Menurut keterangan kepala dinas Kesehatan Kabupaten Karawang dr. Yuska yasin.Harga pembelian lahan oleh Pemda hasil penilaian apresial sebesar Rp.225.Ribu/meter.Dananya sendiri ditransfer langsung ke rekening atas nama penjual sekitar bulan Desember 2016 lalu.Selama ini tidak ada masalah karena BPK sendiri telah memeriksanya. “ Adapun ada hal-hal lain oleh pihak tertentu, tentang harga yang diterima penjual tidak sesuai penilaian apresial,saya tidak tahu.” Ujarnya saat ditemui dikantornya,beberapa waktu lalu.

Sementara  Syueb, mantan camat Pakisjaya saat ditemui dilokasi Pemda karawang (17/7). mengatakan telah terjadi jual beli lahan antara H.Bunyamin dengan pihak Dinas Kesehatan,dimana Penjual dan Pembeli telah menghadap kepadanya sebagai camat,juga selaku PPAT.Sepengetahuannya, kedua belah pihak telah sepakat Harga.

”Kalau tidak salah harganya Rp.200 Ribuan/meternya,Saya hanya dapat Biaya PPAT saja 1% dari nilai pembelian.Selebihnya tanya kades saja dan pak nana selaku pencatat AJB.” Katanya.

Jual beli lahan yang harganya cukup pantastis,mendapat tanggapan dari Mulyadi aktifis Sniper karawang.Dia menilai ada dugaan bisnis harga, pihak-pihak yang terkait dalam pembebasan lahan tersebut.Dan bukan tidak mungkin Bisnis tersebut dijadikan Bancakan demi meraup keuntungan pribadi dan golongan tertentu.” Pemda telah membeli lahan seluas 9000 m2 dengan harga Rp.225 Ribu/m2,total anggaran yang dibayarkan Pemda biayanya mencapai Rp.2,25 milyar.” Paparnya kepada wartawan,Senin (7/8/2017).

Sedangkan penjual,Lanjutnya.Hanya menerima anggaran Rp.900 juta,sisanya lebih dari milyar.Apakah tidak dijadikan bancakan bisnis lahan itu,yang pasti Pembelian lahan tanah untuk pembangunan puskesmas yang baru di kecamatan Pakisjaya harus segera di usut.” Penegak hukum karawang dalam hal ini Kejaksaan negeri,dapat mengusut persoalan dugaan harga yang dijadikan bancakan.” Pungkasnya. (HARIS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here