Magnus Kobesi Minta Proses Penyidikan Berjalan Sesuai Fakta

0
28
ATAMBUA-Zonadinamika.com, Adrianus Magnus Kobesi selaku Kuasa Hukum Tersangka Ayu, Daniel Seran dan Herman Bere alias Dije, dalam kasus Pembunuhan Joao F. Vicente yang ditemukan tewas di Hutan Baun, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, menyampaikan beberapa hal terkait pemeriksaan para tersangka dan BAP di Polres Belu.

Adrianus Lewat Layanan Whats App pada Kamis, 3/8/17 sore hari, menyampaikan beberapa point yang ditemui dalam BAP para tersangka; yakni para tersangka kasus meninggalnya Joao F. Vicente diduga memperoleh intimidasi dalam sel tahanan sehingga tidak memberikan keterangan secara bebas, dalam pemeriksaan. Tersangka Daniel Seran alias Dangker dipukul dalam sel, padahal mereka telah mengakui kesalahannya.

Kemudian, Cerita Para Tersangka sesungguhnya adalah Penganiayaan dan pengeroyokan berakibat matinya korban.

Adrianus juga menyampaikan bahwa, Proses kejadian hingga meninggalnya korban dalam BAP polisi diduga seakan ada dua Versi kejadian dengan pelaku, berbeda Pada waktu. Versi pertama ada pada BAP tersangka Daniel Seran alias Danker dan Herman Bere alias Dije.Versi kedua ada dalam BAP Ayu. “Bagaimana mungkin itu terjadi karna saat kejadian seakan tersangka Ayu berada di dua tempat yang berbeda dan pada waktu yang sama?,” Sambungnya.

Lanjut Adrianus. Tersangka Ayu diduga memiliki keterangan yang berdiri sendiri pada BAPnya, dan Pada BAP Tersangka Dangker dan Dije bersama Tersangka Ayu berperan lain.

Menurut Direktur Perkumpulan Lembaga Bantuan Hukum Timor (PLBH-TIMOR) tersebut, bahwa Pada BAP tersangka Ayu telah terjadi pengembangan dan diurutkan seakan terjawab dari waktu ke waktu berikut, padahal tersangka Ayu tak memakai jam tangan saat kejadian.

Selain itu, Tersangka Ayu saat diperiksa/BAP tidak didampingi penasihat hukum, hal ini sangat terlihat di BAP. tidak ditemukan tandatangan Pengacara. “Pengacara yg ditunjukpun tdk ada tandatangannnya,” Sambung Adrianus.

Selain itu, Saat kejadian perkelahian antara Danker, Marius dan Korban, tersangka Ayu telah pingsan, maka tersangka Ayu tidak tahu banyak hingga korban meninggal, tetapi dalam BAPnya, Tersangka Ayu mengetahui semua hal seakan tersangka Ayu tidak pingsan. “Siapa yang mengembangkan keterangan Ayu?,” Tanya Adrianus.

Selaku Direktur PLBH-TIMOR serta Kuasa Hukum ketiga tersangka, Adrianus Kobesi  memohon perhatian dari Bapak Kapolri, Bapak Kapolda NTT serta Bapak Kapolres Belu untuk memberikan atensi khusus terhadap kasus ini, agar berjalan sesuai fakta.
“Terimakasih buat Bapak Kapolres yang telah memberikan perhatian hingga terjadi pergantian penyidik dalam kasus ini,” Pungkasnya.  (Yulianus).

Area lampiran

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY