Sejumlah Ormas dan Tokoh Masyarakat Tuntut Tangkap dan Penjarakan Aking

KARAWANG-Zonadinamika.com. : Setelah beberapa bulan menanti Kepastian Hukum yang tidak kunjung ada kejelasannya. Forum Masyarakat Karawang yang dipelopori oleh LSM KOMPAK Karawang dan didukung oleh beberapa Ormas lain diantaranya,FPI, LSM Laskar Merah Putih dan para santri dari berbagai pondok pesantren.Mengadakan Aksi bela Islam dengan berorasi didepan gedung Kejari dan DPRD yang tidak jauh dari Kantor Imigrasi Kabupaten Karawang, Jumat (14/7) kemarin.

Dalam Aksi tersebut, Aking saputra pelaku Penista Agama.Diminta untuk segera di tahan dan di adili sesuai hukum yang berlaku.Tapi sampai saat  ini,pelaku masih saja bebas menghirup udara segar.Ini yang membuat masyarakat karawang bergejolak.Melalui wadah yang terhimpun dalam Forum Masyarakat Karawang, sekitar pukul 8.00 Wib. Ribuan massa aksi sudah berkumpul sambil mengumandangkan Takbir Allahu Akbar…Allahu Akbar.

Koordinator aksi dalam orasinya, dengan tegas mengharapkan agar para penegak hukum yang ada di kabupaten karawang untuk segera memenjarakan aking yang sudah menghina dan menistakan salah satu agama yaitu agama islam.Selain itu Aking di anggap  telah mengganggu Kerukunan dan Ketentraman umat beragama.Aksi pun berjalan dengan tertib dan damai.

Dua jam sebelum shalat Jumat,sekitar pukul 10.00 Wib.Para tokoh aksi beraudensi di salah satu ruang rapat DPRD bersama pihak Polres dan Kejaksaan Karawang yang diwakili oleh Kasat Intel Polres dan Kasie Intel Kejari. Dalam kesempatan tersebut H.Syukur Mulyono mengatakan bahwa sudah dua bulan pihaknya, menanti kejelasan dari Polres maupun kejaksaan terhadap kasus aking sebagai pelaku penistaan agama,Proses hukumnya sudah sejauh mana.

Sementara dari pihak polres sudah menetapkan Aking sebagai tersangka,sehingga membuat Mulyono selaku pelopor aksi merasa bangga terhadap kinerja Polisi.Tapi sekaligus kecewa karena pelaku tidak ditahan.Padahal unsur pidananya sudah jelas, dengan ancaman 7 tahun penjara. Alasan atau dasar polisi tidak menahan pelaku tersebut,karena berpegang pada prinsif dua alat bukti yaitu bahwa pelaku  tidak melarikan diri dan pelaku tidak menghilangkan alat bukti.”Sudah jelas salah satu unsur sudah dilanggarnya yaitu dengan menghapus ujaran dalam akun facebooknya”Terangnya.

Jangan menganggap kami ini membiarkan atau diam dalam Perkara ini,kami akan terus mengawal dengan tetap menghormati dan patuh  terhadap hukum yang ada,tapi jangan coba-coba bermain dengan hukum dan coba-coba mengelabuhi kami.Jika persoalan ini di biarkan maka kami akan bergerak dan terus bergerak,”kami tahu dan mengerti bagaimana kekuatan dan siapa dibelakang aking,tapi kami tak perduli.jangan sampai karawang menjadi hal yang tidak di inginkan, mohon maaf, karena ini sudah menyentuh hati nurani kami sebagai umat islam.Kami hanya minta Tangkap dan adili Aking secepatnya” Tegasnya.

Lebih lanjut Kasat intel mewakili Polres Karawang memaparkan, pihaknya serius dalam menangani kasus ini dan meminta masyarakat yang hadir dalam aksi ini untuk bersabar.Polisi bekerja sesuai dengan aturan bukan karena ada intervensi dari berbagai pihak,untuk itu polisi meminta agar jangan sampai memprofokasi yang akibatnya terjadi kegaduhan.”Kalau itu terjadi,maka saya nyatakan. Sayalah orangnya yang paling terdepan untuk melawan itu.”Paparnya.

Namun yang sangat disesalkan para pemangku aksi, tidak ada satu pun pejabat dari Pemkab karawang yang peduli terhadap aksi bela islam tersebut.Hal ini yang membuat Penanggung jawab aksi H.Syukur Mulyono merasa geram dan kecewa terhadap Bupati,wakil Bupati dan Ketua DPRD Karawang yang notabene beragama Islam.

Tetapi tidak peduli terhadap aksi ini ,padahal sudah jelas keyakinan dan agama mereka sudah di hina.”Kami sangat kecewa terhadap sikap Pemerintah Kabupaten Karawang.karena Aksi  kita ini,tidak menjadi Perhatian mereka,buktinya tak satu pun dari Pejabat itu hadir untuk memberikan apresiasi dan dukungannya,agar pelaku penista agama yang sudah menyakiti perasaan umat islam ditindak secara tegas.”Ucapnya.

Oleh karena itu,Ujar Mulyono.Saya ingin bertanya pada Kalian,apakah Bupati,wakil Bupati dan Ketua DPRD Karawang beragama islam ?. Seperti yang kita ketahui mereka beragama islam,tapi kenapa mereka semua tidak berada dikantornya saat ini.Apa mereka takut atau tidak peduli terhadap aksi kita. Padahal mereka semua jadi  pemimpin itu,dipilih oleh mayoritas orang beragama islam di karawang ini.”Dimana hati nurani mereka,mengapa tidak berani muncul untuk hadir dalam aksi ini.”Ujarnya dalam Orasi lanjutan sehabis shalat jumat.(Haris)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan