Penyidik Menyalahi Kewenangan

0
42
Proses penyidikan Kasus ini, penyidik Polres Belu sudah menyalahi kewenangan subyektifnya dan sudah over kapasitas

ATAMBUA-Zonadinamika.com. Kasus Pembunuhan terhadap Korban Joao Vicente Pereira yang ditemukan di Hutan Baun Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Senin 26 Juni 2017. Dari hasil penyelidikan terdapat 2 orang pelaku yakni Daniel Seran alias Danker dan Marius Mesak alias Marius.

Saat ini  pelaku Daniel Seran alias Danker sudah menyerahkan diri ke Pihak Kepolisian Resort Belu, setelah diperiksa, Danker mengakui perbuatannya kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik. Sedangkan tersangka Marius Mesak belum menyerahkan diri hingga sekarang dn sudah di tetapkan sebagai DPO.

Menurut Tim Advokad, Dalam Proses penyidikan Kasus ini, penyidik Polres Belu sudah menyalahi kewenangan subyektifnya dan sudah over kapasitas, Sebab Tersangka Daniel Seran sudah menyerahkan diri dan mengakui perbuatannya, namun tersangka terus dipaksa oleh Pihak Penyidik agar mengungkap keterlibatan para pelaku lain dengan cara mengintimidasi dan menganiaya tersangka, bahkan disetrum hingga berteriak.

Kejadian tersebut disaksikan langsung oleh kedua orang saksi Stefanus Atok Bau dan Julio Do Carmo bertempat di Polres Belu Sabtu, 01/07/17 sekitar pukul 02.00 -04.00 WITA Dini hari.

Menurut keterangan Saksi bahwa Saksi sempat menegur dengan mengatakan “dia sudah mengaku, mengapa dia disiksa lagi?”.

Menurut Tim Advokad Jemmy Haukase, SH menyampaikan bahwa tujuan penganiayaan yang dilakukan oleh penyidik terhadap tersangka Daniel Seran alias Danker agar memaksa tersangka Danker harus mengakui adanya keterlibatan  Stefanus dan Julio.

Namun, dari aspek hukum jika penetapan tersangka atas nama Stefanus dan Julio berarti sudah menyalahi aturan hukum yang tertuang dalam KUHAP dimana Surat Perintah Penangkapan terhadap Stefanus dan Julio sudah dilakukan 3 kali,kemudian diberikan surat Pelepasan, lalu dilakukan penangkapan kembali dengan istilah “Tangkap, Lepas, Tangkap dan Tangkap lagi”, sambung tim advokad Silvester Nahak, SH.

Silvester Nahak Menilai bahwa dalam proses penyidikan ada keraguan yang terlihat pada penyidik dalam proses administrasi seperti tangkap dan lepas, dan tangkap lagi sebab dalam KUHAP melarang.

Tindak Pidana apabila telah memenuhi syarat hukum atas dasar itu, seseorang patut ditangkap guna melakukan penyidikan apabila memiliki 2 alat bukti yang sah,” Ungkap Jemmy Haukase. (Yulianus F).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here