Polda Sumut Ringkus Pembunuh Wartawan

0
42

MEDANZonadinamika.com. Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) berhasil meringkus Timbul Sihombing (39), tersangka kasus pembunuhan terhadap Amran Parulian Simanjuntak (36), yang berprofesi sebagai wartawan salah satu surat kabar mingguan di Binjai.

Amran tewas setelah enam kali ditusuk tersangka menggunakan senjata tajam. Timbul ditangkap di kawasan Lapangan Merdeka di Binjai. Diduga, tersangka hendak melarikan diri menuju Langkat maupun Aceh. Polisi juga mengamankan barang bukti pisau.

“Motif di balik kasus pembunuhan wartawan ini menyangkut masalah pribadi. Tersangka menaruh dendam kemudian menikam Amran Parulian Simanjuntak sebanyak enam tusukan di dada, perut, dan punggung,” ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Kamis (30/3).

Kapolda mengatakan, pihaknya masih mendalami motif lain di balik kasus pembunuhan tersebut. Namun, sampai sejauh ini, motif pembunuhan itu belum ada keterkaitannya dengan masalah pemberitaan korban sebelum tewas.

Sementara itu, Timbul Sihombing mengaku sebagai pelaku yang menusuk Amran Parulian Simanjuntak. Dia mengaku melakukan itu karena sakit hati dan menaruh dendam terhadap korban. Oleh karena itu, dia berniat untuk melampiaskan sakit hatinya.

“Saya pernah disekap dan ditodong senjata mirip pistol oleh dia di sebuah rumah kosong. Saya tidak memungkiri, saat itu saya memang sering menggunakan narkoba. Kemudian saya diminta uang. Saya serahkan Rp 4,5 juta untuk dilakukan rehabilitasi,” ujarnya.

Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 2015 lalu. Timbul kemudian meminta Amran untuk mengembalikan uang yang diserahkan untuk rehabilitasi itu. Dia meminta uang itu karena tidak kunjung direhabilitasi. Namun, korban malah tidak bersedia untuk mengembalikan uang tersebut.

“Saya sakit hati dan menaruh dendam. Senjata tajam itu saya bawa dari rumah. Saat dia balik setelah mengantarkan anaknya ke sekolah, persisnya di depan sebuah toko ponsel, saya langsung menusuknya di bagian dada, perut, dan punggung,” sebutnya.

Untuk kasus penganiayaan terhadap wartawan i-News TV, Adi Palapa Harahap di Belawan, Polda Sumut juga berhasil meringkus tiga dari lima pelakunya. Begitu juga dengan keterlibatan Brigadir RS dalam kasus itu masih didalami.

“Oknum polisi itu masih menjalani proses pemeriksaan. Sejauh ini, belum ada saksi yang melihat oknum itu terlibat melakukan penganiayaan. Kendati demikian, oknum itu tetap bersalah dan terlibat. Seharusnya, dia sebagai polisi mencegah kekerasan itu,” kata Kapolda Sumut.

“Sanksi tetap diberikan terhadap oknum aparat itu. Sidang disiplin akan dilakukan. Ancaman paling berat terhadap oknum itu adalah pemecatan tidak dengan hormat. Tiga tersangka lain termasuk pelaku utama berinisial PS sudah ditahan. Dua lagi masih diburon. Identitasnya sudah diketahui,” sebutnya.(B1)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY