Sama-sama Terjerat Hukum: Sandiaga Uno Cengeng, Ahok Jentlemen

0
80
Ahok dan Sandiaga

JAKARTAZonadinamika.com. Suasana politik pemilihan gubernur DKI terus memanas, pasca aksi damai yang di ikuti jutaan orang,guna mendesak penegak hukum untuk memproses dugaan penistaan agama yang di tuduhkan pada Ahok. Dan akhirnya di jadikan tersangka, kini sudah 15 kali sidang.

Calon Wakil Gubernur Sandiaga Uno pun kini terseret hukum dengan tuduhan penggelapan penjualan tanahdi Tangerang.

Pengamat Politik Ray Rangkuti mengatakan bahwa tak ada alasan bagi Calon Wakil Gubernur Sandiaga Uno minta Polda Metro Jaya memeriksa dirinya setelah perhelatan Pilgub DKI dilaksanakan. Sandiaga diperiksa terkait laporan kasus dugaan tindak pidana penggelapan pejualan lahan di Jalan Curung Raya, Tangerang, Banten, pada tahun 2012 lalu.

“Alasan pertama, dasar permintaan tersebut telah batal manakala polisi memeriksa Ahok dalam kasus dugaan penistaan agama. Ahok bahkan ditetapkan sebagai tersangka saat tahapan pilkada tengah dilaksanakan,” ujar Ray di Jakarta, Kamis (23/3).

Sebagaimana kita lihat, kata Ray, setiap hari Selasa, Ahok duduk di pengadilan dengan meninggalkan seluruh aktivitas kampanyenya. Menurut Ray, sejak saat itu, Surat Telegram Rahasia (STR) Kapolri terdahulu yakni STR Nomor 498 Oktober 2015 sudah tidak berlaku.

“Siapa pun calon kepala daerah yang diduga melakukan tindak pidana dapat diperiksa saat tengah terlibat dalam pelaksanaan pilkada,” tandas dia.

Alasan kedua, kata Ray, menunda pemeriksaan juga memberi sikap yang tidak elok kepada warga. Sebagaimana Ahok yang dengan tegar menghadapi proses hukumnya, Sandiaga juga layak mencontoh hal itu.

“Bahkan jika perlu, Sandiaga berinisiatif untuk mendatangi Polda Metro agar sesegera mungkin diperiksa, sebagaimana pernah dilakukan oleh Ahok, dan dengan begitu ada kejelasan status hukumnya,” imbuhnya.

“Alasan ketiga, tentu saja warga DKI berkepentingan untuk mendapat kepastian apakah calon yang hendak mereka pilih merupakan orang yang tidak terkait dengan kasus atau sebaliknya. Dalam hal ini, pemeriksaan justru dapat membantu kepastian bagi para pemilih,” ungkap dia.

Alasan keempat, tambah Ray, berkaca dari kasus Ahok, penetapannya sebagai tersangka dan lalu diadili di pengadilan justru membantunya untuk mendapatkan kembali suara pemilih yang sebelumnya beralih setelah adanya dugaan penistaan agama. Artinya, kata dia, tak selalu penetapan hukum berdampak pada menurunnya elektabilitas. Bahkan, sebaliknya bisa jadi momentum pemilih menjatuhkan pilihannya makin tinggi.

“Terakhir, tentu saja, jika Sandiaga merasa bahwa hal ini adalah lebih dekat ke politik dari pada murni penegakan hukum, maka jalan yang kuat membuktikan itu adalah dengan menghadiri undangan Polda Metro Jaya. Di dalam pemeriksaan, Sandiaga dapat menjelaskan sejelas-jelasnya persoalan yang menurut versinya sehingga kasus ini tidak perlu berlama-lama,” pungkas dia. (AN)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here