Nyali Polda Papua Tumpul, Warga Desak Tahan Tiga Tersangka Scandal Raskin di Jayawijaya!

0
64

JAYAPURA-Zonadinamika.com.   Masyarakat Kabupaten Jayawijaya, Papua mencurigai terjadi praktik  kotor antara penegak hukum dalam hal ini Kepolisian Daerah (Polda) Papua, Polres Jayawijaya dan pemerintah setempat selaku distributor beras miskin (Raskin) di Jayawijaya.

 

Pasalnya, masyarakat setempat mengaku heran Kapolda Papua sebagai anak asli Papua tidak mampu mengungkap tabir scandal penyelewengan raskin hingga saat ini . Agar masyarakat kecil dapat menikmati rasa keadilandi depan hukum karena hukum itu milik semua orang bukan sekelompok
golongan tertentu.

 

Ketua Forum Suara Rakyat Merdeka (FSRM) Yan Matuan mendesak kepada Kepada Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpawusupaya segera tahan tiga tersangka yang melibatkan kasus dugaanpenyelewengan pembagian beras untuk orang miskin (Raskin) di
Jayawijaya.

 

Yan Matuan mengatakan, tiga orang yang dinyatakan status tersangka yakni Kadistrik Wouma, SM, Kadistrik Napua, HM dan Kadistrik Yalengga termasuk sopir truk yang mengangkut beras initial MY. “Mengapa penuntasan kasus tersebut berlarut-larut hingga sekarang belum juga tuntas? Para tersangka masih bebas berkeliaran,” kata Yan Matuan kepada media ini, Senin, (20/03/2017).
“Terang benderang para tersangka itu disangkakan dengan pasal 2,3 atau pasal 8 tentang penggelapan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo UUNo. 20  thn 2001.Dasar hukunya sudah jelas tunggu apa lagi Pak Kapolda.

 

Segera ungkap tuntas kasus ini karena sudah empat tahun berlaru-larut. Masyarakat sudah jenuh dengan segala dalil para penegak hukum. Hukum harus ditegakan sekalipun langit runtuh,” jelasnya.
Pada hal, ujar dia, mantan Kapolres Jayawijaya AKBP. John Edison Isir pernah lakukan operasi tangkap tangan (OTT)  enam ton Raskin di pasarJibama Wamena dalam  satu truk bermuatan 400 karung (6 ton) Raskin.

 

“Setelah penyidikan supir truk  (MY) dinyatakan  status tersangka, karenya diduga terjadi penyimpagan distribusi.  Satu minggu berselang Kadistrik Wouma SM, Kadistrik Napua HM, dan Kadistrik Yalengga ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penyelewengan raskin itu.

 

Ia mempertanyakan, yang anehnya, seketika diterbitkannya surat perintah penahanan tiga orang  tersangka (SPPT) Kapolres John E. Isir langsung dipindah tugaskan ke Polres Manokwari,” ujarnya kesal.

 

“Saat itu masyarakat Jayawijaya protes datangi Polres Jayawijaya untukmeminta Kapolda agar pak John ISIR tidak boleh pindah tugas, karena beliau sedang menangani  kasus Raskin hingg tuntas di pengadilan. Kami mengusung beliau jalan kaki bergantian dengan anak buahnya hingga antar masuk pintu pesawat,” kata Matuan.

 

Bahkan, kata dia, pernah terjadi aksi palang bandara dan masyarakatberupaya menghalangai agar Isir tetap tinggal dan bertugas di Wamena. Namun apa daya karena ini demi tugas dan perintah atasnya sehingga dengan berat hati polisi terbaik anak adat Papua itu  tinggalkan lembah aluvial dan bersegeser ke Manokwari.

 

“Semenjak kepergian beliau hingga sekarang kasus itu dikeremasikan bagaikan ditelang bumi. Tak pernah diproses lagi walaupun ganti Kapolres yang baru AKBP Semmy Thabaa hingga Kapolres sekarang dijabat oleh AKPB. Yan Piter Reba. Pengungkapan kasus raskin empat tahun tidak berjalan, kasus raskin kategori operasi tangkap tangan. Ada barang bukti dan tersangkanya. Ada apa misteri dibalik tak terungkanya  kasus penyelewengan raskin di Wamena.

 

Kami menilai kasus raskin sengaja diabadikandibalik persengkokolan para penegak hukum dan pemerintah berwenang selaku diributor,” jelasnya. (AB)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY