Jajaran Sat Narkoba Polres Blora Berhasil Bekuk Pemuda Pengedar Pil Dextro

0
85

BLORA- Zonadinamika.com. Ribuan pil Dextro  merk Hexymer disita Tim Cobra, Res Narkoba Polres Blora, Jawa Tengah dari Ikhwan Zakaria alias Iping (23), seorang pengedar yang berhasil dibekuk di rumahnya di Kelurahan Beran RT.02/RW.01 Kabupaten Blora. Pelaku tidak bisa berkutik setelah polisi menangkap dan menggeledah di rumahnya belum lama ini.

Dari tangan pelaku petugas berhasil menyita 1232 (seribu dua ratus tiga puluh dua) butir pil dextro merk Hexymer yang sebagian masih dalam botol dan dibungkus dalam kantong plastik bening dengan berbagai ukuran dan siap edar.

Menurut Kapolres Blora AKBP Surisman, S.I.K, M.H melalui Kasat Res Narkoba AKP Soeparlan mengatakan terungkapnya kasus peredaran pil dextro berawal dari informasi yang diperoleh dari masyarakat sebelumnya yang menyebutkan adanya usaha terlarang yang dilakukan pelaku dengan memperjual belikan obat-obatan yang bukan peruntukannya kepada masyarakat bahkan kepada para anak remaja. Akan tetapi memang pelaku (Ikhwan Zakaria/Iping) ini memang sudah menjadi pengawasan dan Target Operasi (TO) Sat Res Narkoba.

“Kami langsung mendatangi rumah pelaku melakukan penangkapan dan menggeledah seluruh rumahnya yang digunakan untuk menyembunyikan ribuan pil dextro tersebut,” kata AKP Soeparlan, Jumat (17/03/2017).

Sementara menurut pengakuan Ikhwan Marzuki alias Iping, dirinya mengedarkan pil Dextro tersebut dan memperoleh pil Dextro dari seseorang yang masih menjadi buron. Barang tersebut dikirim dan diserahkan kepada dirinya untuk dijual.

“Awalnya saya cuma coba-coba ditawari teman untuk menjualkan pil Dextro karena tergiur oleh keuntungan yang sangat besar jika obat tersebut bisa laku semua,” jelas dia yang menjual pil Dextro pada masyarakat dan anak remaja bisa pesaan lewat telephone dan sms kemudian di antarkan smacam system Delivery.

Setelah tertangkap, pemuda pengangguran, berambut gimbal dan penuh tato di badannya ini mengaku kapok dan tidak akan mengulangi perbuatannya tersebut. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku akan dijerat dengan pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) Subsidair Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2) UURI No. 36 tahun 2019 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman ancaman pidana 15 tahun penjara.

Dextro merupakan obat batuk yang akan bereaksi dalam waktu 30 menit setelah diminum, zat kimia ini bekerja pada susunan saraf pusat. Sayang, kandungan ini disalahgunakan beberapa orang untuk ‘fly’. Penggunaan Dextro dalam dosis berlebih akan menimbulkan kerusakan permanen pada susunan saraf pusat manusia. Kerusakan tersebut berakibat pada pelemahan koordinasi mental dan motorik yang disertai dengan kecanduan. (Agung)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY