Polri Akan Sikat dan Pidanakan Pemasang Spanduk Larangan Salat Jenazah

JAKARTA-Zonadinamika.com. Kegaduhan yang terjadi di tengah masyarakat DKI menjelang pilkada DKI putaran ke dua makin memanas,issu agama terus menggelindir bak bola panas yang diduga untuk mengkriminalisasi salah satu paslon.

 

Melarang menyalatkan jenazah bagi pendukung paslon no 2 menjadi salah satu senjata untuk usaha memutus mata rantai pendukung paslon no 2.

 

Spanduk larangan tersebut tersebar di ratusan mesjid dan kini berhasil di turunkan oleh petugas, tindakan inipun di nilai telah melanggar hukum dan memancing kegaduhan di tengah masyarakat DKI.

 

Dengan tegas pihak aparat mengatakan, melalui Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menyebut kepolisian dapat menjerat para pemasang spanduk larangan menyalatkan jenazah pendukung pasangan calon kepala daerah DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dengan hukum pidana.

Boy beralasan, pemasangan spanduk tersebut memantik hal negatif dalam kehidupan bermasyarakat. “Saya pikir itu aliran yang memberikan pendidikan tidak baik,” ucapnya di Jakarta, Senin (13/3) kemarin.

Boy mengimbau para pemuka agama segera meluruskan ajaran Islam terkait larangan menyalatkan jenazah tersebut. Ia berharap, anjuran pemuka agama dapat meredam provokasi yang marak beredar jelang pelaksanaan pilkada DKI putaran kedua.

“Kepolisian berharap ulama bisa ikut membantu mengarahkan pihak-pihak untuk tidak melakukan hal negatif,” ujar Boy.

 

Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Metro Jaya Kombes Merdisyam menuturkan, pihaknya tengah menyelidiki peredaran spanduk larangan menyalatkan jenazah pendukung Ahok-Djarot.

Merdisyam mengatakan, kepolisian akan mengusut dalang di balik pemasangan spanduk tersebut bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta.

“Kami sedang dalami, banyak informasi seperti itu. Kami mengedepankan langkah antisipasi agar pilkada DKI tidak ada intimidasi,” tuturnya.

 

Diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mencopot setidaknya 147 spanduk provokatif larangan menyalatkan jenazah. Satuan Polisi Pamong Praja dan warga setempat bekerja sama untuk menurunkan ratusan spanduk tersebut.

Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono curiga spanduk provokatif berisi larangan menyalatkan jenazah bagi pendukung Basuki Tjahaja Purnama dipasang atas dasar kepentingan politik.

“Tulisannya seragam, cetakannya seragam. Hanya warnanya saja yang beda-beda. Kalau begitu kan, kemungkinan ada satu sumber yang menggerakkan,” kata Sumarsono.(lissa)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan