Lagi, Panwaslu Dogiyai dilaporkan ke Bawaslu RI dan DKPP

0
110
Markus Waine dan Angkian Goo ketika menghadiri deklarasi Pilkada Damai di Kalkhote, Sentani Timur beberapa waktu lalu

JAKARTA – Zonadinamika.com. Tindakan Pawaslu Kabupaten Dogiyai dinilai tak ‘manusiwai’, yakni dengan tidak diberikan rekomendasi kepada tigas psangan calon (Paslon), yakni Anthon Iyowau dan Yanuarius Tigi, Fransisco Tebai dan Benediktus Kotouki,  Markus Waine dan Angkian Goo akhirnya dilaporkan ke Badan Pengawas Pemlihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Seorang calon bupati Kabupaten Dogiyai Periode 2017-2022, Markus Waine kepada media mengatakan, KPU Kabupaten Dogiyai menggelar pleno rekapitulasi tanggal 22 Februari 2017 di aula Pemda Dogiyai, namun pihaknya melih tidak ikut pleno itu.

“Soal pengaduan apapun yang kami lapor dalam proses pemilukada adalah hak demokrasi, namun perlakuan Komisioner Panwaslu Kabupaten Dogiyai tidak bisa dibiarkan begitu saja, jelas kami akan tuntut sesuai aturan yang berlaku di negara ini. Dan kami telah lapor ke Bawaslu RI dan DKPP,” tegas Markus Waine, Minggu, (05/03).

Pasca pleno rekapitulasi tingkat KPU, Markus Waine mengatakan, pihaknya segera mengurus rekomendasi dari Panwaslu setempat sebagai jembatan untuk bisa mendaftarkan diri di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Selesai pleno KPU, Panwaslu tidak berada di Dogiyai selama 3 hari. Kami menunggu di Kantor Panwas Dogiyai untuk melayani pengaduan dari kami 3 pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati. Tiga komisioner Panwaslu disetting turun ke Nabire dengan alasan yang tidak jelas,” tutur Waine yang berpasangan dengan Angkian Goo ini.

Menunggu selama 3 hari, kata dia, deadline waktu untuk pendaftaran di MK menjadi kendala bagi mereka. Apabila rekomendasi tersebut segera dikeluarkan oleh pihak pengawas maka tak menjadi persoalan baginya.

“Selama 3 hari kami tunggu dan tidak dilayani, deadline waktu pendaftaran di MKpun kami mengalami kendala. Untung baik kami dilayani pendaftaran di MK berdasarkan bukti terima pengaduan yang kami terima dari Sekretariat Panwas Kabupaten Dogiyai,” imbuhnya.

Sumber terpercaya menyebutkan, Nomor: 36/VI-P/L-DKPP/2017 Tanggal 14-02-2017 dngan teradu Hengki Wakei dan Martha Boga (Ketua dan Anggota Panwas Kabupaten Dogiyai)

Atas pengadu Fegie Y. Wattimena, Anugrah Pata dan Yacob Paisei selaku Ketua dan Anggota Bawaslu Provinsi Papua dengan pokok perkara bahwa para teradu diduga telah memanipulasi atau merekayasa proses penyelesaian sengketa untuk meloloskan Paslon yang telah dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) yakni paslon Herman Auwe dan Stefanus Wakei. Bahwa proses penanganan sengketa hingga putusan sengketa yang dilakukan oleh Teradu diduga tidak menghadirkan KPU Kabupaten Dogiyai sebagai Pihak Termohon dan pelaksanaan musyawarah penyelesaian sengketa tersebut diduga telah direkayasa oleh para Teradu.

Bahwa proses penanganan sengketa hingga putusan sengketa diduga tidak dikoordinasikan dengan baik dengan Anggota Panwas Kabupaten Dogiyai yang lain yakni Sdr. Agustinus Tigi dan Jajaran pimpinan Bawaslu Provinsi Papua sebagai Pimpinan para Teradu.

Bahwa Teradu II diduga lalai dalam mengingatkan Teradu I terkait kesalahan dalam penyelesaian sengketa. Teradu II justru mendukung Teradu I dalam merekayasa penanganan sengketa tersebut. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya komunikasi dan informasi kepada Anggota Panwas yang lain yakni Agustinus Tigi.

Sebagai berikut alat bukti:

  1. Kajian Temuan Bawaslu Provinsi Papua Nomor 06/TM/BAWASLU-PAPUA/PILKADA/II/2017 tertanggal 10 Februari 2017 perihal dugaan Pelanggaran Kode Etik oleh Ketua dan Anggota Panwas Kabupaten Dogiyai an. Hengki Wakei dan Martha Boga.
  2. Foto copy Keputusan Bawaslu Provinsi Papua No: 004/K.BAWASLU-PROV.PA/KP.II.00/II/2017 Tertanggal 10 Februari 2017 tentang pemberhentian sementara Ketua dan Anggota Panwas Kabupaten Dogiyai a.n Hengki Wakei dan Martha Doga.
  3. Foto copy Surat klarifikasi dari Panwas Kabupaten Dogiyai No: 30/Panwas-DGY/01/2017 Tertanggal 20 Januari 2017 perihal klarifikasi putusan nomor 003/PS/PWSL.DGY.33.27/I/2017
  4. Foto copy Surat Pernyataan bermaterai yang ditandatangani oleh Sdr. Marthen Parrangan (Staf KPU Kabupaten Dogiyai) tertanggal 30 Januari 2017
  5. Foto copy tanda terima surat yang ditandatangani Sdr. Marthen Parrangan
  6. Foto copy dokumen laporan proses sengketa No: 003/PS/PWSL.DGY/33.27/I/2017
  7. Foto copy Putusan Sengketa Nomor: 003/PS/PWSL.33.27/I/2017 Tertanggal 9 Januari 2017
  8. Foto copy Surat Keputusan KPU Kabupaten Dogiyai Nomor: 22/Kpts/KPU.Dogiyai/XII/2016 Tertanggal 23 Desember 2016 perihal pembatalan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Dogiyai
  9. Foto copy surat pengunduran diri Hengki Wakei sebagai Ketua dan Anggota Panwas Kabupaten Dogiyai
  10. Foto copy Berita Acara Klarifikasi a.n Matias Butu (Ketua KPU Kabupaten Dogiyai)
  11. Foto copy Berita Acara Klarifikasi a.n Agustinus Tigi (Anggota Panwas Kabupaten Dogiyai). (TBR)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here