Bongkar Kasus Dugaan Gratifikasi, dan Ketua DPRD Karawang di Tantang Sumpah Pocong

KARAWANG –Zonadinamika.com. Maraknya issu bahwa wakil rakyat di Karawang tersusupi dugaan uang suap dari seorang pengusaha, demi meredam niat wakil rakyat tersebut melakukan aksi obok mengobok pembangunan sebuah property.

Seorang praktisi Hukum Karawang pun angkat bicara, dia adalah Asep Agustian, kini dirinyapun mendesak keras pihak Kejaksaan Negeri Karawang untuk mengusut dugaan gratifikasi atau suap aliran dana dari Summarecon Emerald kepada unsur pimpinan di DPRD Karawang.

Mantan wartawan yang kini jadi pengacara kondang di Pangkal Perjuangan ini, mensinyalir keras ada salah satu pimpinan DPRD menerima sejumlah uang dari pengusaha property elit supaya wakil rakyat ini tidak mengobok-ngobok pembangunan tersebut.

“Saya minta kejaksaan usut dugaan kasus gratifikasi ini. Meski ada bantahan dari Ketua DPRD, Toto Suripto tidak menerima uang. Namun masyarakat sudah mengetahuinya. Jadi kejaksaan wajib mengusut kasus ini,” katanya.

Dalam hal ini, Asep berjanji akan melaporkan hal tersebut kepada kejaksaan Karawang dank e kejati dan kejagung bila perlu, maka dirinya menegaskan, pihak Kejaksaan Karawang jangan coba-coba tidak melakukan tindakan dan pengusutan dugaan gratifikasi ini. “Saya akan melaporkan hal itu kepada kejaksaan. Bila kejaksaan merasa canggung mengusut kasus ini, kan saya bisa lapor kepada kejati atau kejagung,” ujarnya.

Asep juga mengaku sudah mengetahui anggota DPRD yang kecipratan aliran dana tersebut. Bahkan nominal yang diberikan pengusaha kepada oknum wakil rakyat. “Sepinter pinter nyimpan bangkai, akhirnya tercium juga. Apalagi ini ada anggota DPRD bercuap-cuap karena tidak kebagian,” jelasnya.

Untuk membuktikan bahwa dugaan gratifikasi tersebut tidak ada, oleh Hendra Supriatna, sekjen kompak reformasi tantang ketua DPRD untuk sumpang pocong, namun Toto Suripto tidak menerimanya.

“Kalau ketua DPRD tidak menerima uang dari summarecon dan merasa bersih terima saja tantangan sumpah pocong tersebut. Jika no komen, kami menduga ada kebenaran dari isu itu,” kata advokat muda Karawang.

Wajar bila masyarakat menaruh kecurigaan pada wakil rakyat, terutama ketua DPRD. ”Ditantang sumpah pocong juga gak berani, tetapi bicara soal tempat hiburan saja begitu lantangnya,” kata Hendra lagi.

Jangan hanya lantang bicara tempat hiburan wajib ditutup selama Ramadan, justru bagi Hendra ada hal lain dibalik tersebut. “Bisa saja ketua DPRD ada kepentingan di balik itu. Begitu lantangnya, tetapi soal suap summarecon adem-adem aja nih,” kata Hendra lagi.

Selain Hendra Supriatna, sekjen kompak reformasi menguji akan kejujuran Ketua DPRD Toto Suripto bahwa dirinya tidak menerima suap, hal yang sama juga di tantang oleh Pancajihadi Alpanji menantang Toto Suripto untuk sumpah pocong.

“Kami tantang Ketua DPRD, Toto Suripto sumpah pocong jika memang benar tidak menerima uang dari Summarecon,” kata Panji.
Panji mengatakan, terkait perizinan lokasi pembangunan perumahan sumarecon emerald, dari data yang dimiliki sumarecon emmerald akan menggunakan lahan seluas 35 hektar lebih. Jadi jelas pihak Sumarecon dalam mengurus perizinan lokasi tidak hanya melibatkan BPMPTKarawang. Namun harus berkoordinasi dengan unsur pimpinan DPRD.

“Meski ada perubahan Perda mengenai perizinan tidak melibatkan pimpinan DPRD. Tetapikultur berkoordinasi dengan serta merta tidak bisa dihilangkan begitu saja. Walau pun bagaimana dewan memiliki fungsi pengawasan dan hak interpelasi yang bisa saja mengganggu dan mengobok-obok suatu perijinan,” tandasnya.

Mengenai tantangan itu, Ketua DPRD Toto Suripto tidak berkomentar atas tantangan tersebut. Namun dia hanya menyebutkan orang lain makan nangka, Toto kena getahnya.

.(sumber RAKA)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan