Hebat,Sobari Berani Kangkangi Polsek Belik

0
947

PEMALANG JATENG,Zonadinamika.com. Perjanjian atau pernyataan yang di buat secara tertulis dan di tandatangani di atas materai disertai saksi-saksi tanpa adanya tekanan dari pihak manapun adalah sah demi hukum.

Namun demikian,sepertinya tidak berlaku pada Ahmad Sobarudin Bin Abdul Latif yang tengah berurusan terkait masalah gadai tanah sawah yang di duga kuat disertai penipuan,terhadap Tasro Bin Santa Sur yang sama-sama berdomisili di Dukuh Sodong,Desa Sikasur,Kecamatan Belik.

Setahun yang lalu sebenarnya Sobarudin dan Tasro sudah pernah duduk bersama serta membuat pernyatan di hadapan para saksi,untuk menyelesaikan permasalahan tentang perjanjian bagi hasil panen dan gadai sawah sebesar 30 juta.

Sangat di sayangkan ternyata janji yang sudah tertuang hitam di atas putih,tetap saja di sepelekan Sobarudin.Ironisnya lagi,beberapa bulan kemudian masalah mereka telah sampai pada pihak Polsek Belik,atas laporan Tasro yang merasa dirugikan.”Saya sudah sabar dan sabar selama dua tahun menunggu janji Sobarudin,tapi nyatanya sampai sekarang juga belum beres.Ini saya merasa telah di permainkan dan di bohongi”.Ungkap Tasro.

Yang lebih hebatnya lagi,di duga Sobarudin merasa kebal hukum.Pada kenyataannya telah kali ke dua membuat surat pernyataan hitam di atas putih dan bermaterai,bahkan yang ke dua kalinya membuat surat pernyataan di kantor Polsek Belik.Hebatnya,ketika hari H,Sobarudin di kabarkan telah berangkat menuju Jakarta dengan alasan untuk mencari uang,bahkan minta “perpanjangan waktu” hingga akhir april 2016.

“Mas pak Sobari mengabari kami,katanya minta diberi toleransi hingga 30 April,akhir bulan ini”.Jawab Bripka Singgih dan Bripda Ariyanto,selaku penyidik Polsek Belik.Hingga berita ini di turunkan,belum ada kabar Sobarudin melalui Polsek Belik. ( SatriyoAdie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here