Polisi dan Jaksa Tidak Disiplin Hukum dan Takut Jadi Saksi Kasus Bupati Subang

0
419

JAKARTA – Zonadinamika.com. Pengembangan akan kasus suap yang melibatkan Bupati Subang Ojang Subandi yang di OTT oleh petugas Komisi Pembrantasan Korupsu (KPK).

Dalam pengembangan ini KPK terus mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti untuk melengkapi berkas tersangka Bupati Subang Ojang Suhandi dalam perkara dugaan gratifikasi. Hari ini, KPK memanggil empat orang saksi.

Empat saksi yang dimaksud antara lain Kepala Seksi Penuntutan Kejaksaan Tinggi (kejati) Jawa Barat Donny Haryono, jaksa pada Kejati Jabar Femi Irvan Nasution, Kepala Saksi Pidana Umum Kejari Garut Edward, dan TU Pengelola Bahan Informasi dan Publikasi Kejati Jabar Arief Koswara.

Para yang dimintakan sebagai saksi tersebut adalah para aparat penegak hukum, namun agaknya oknum-oknum ini tidak berkenan memberikan kesaksian guna tegaknya hukum di negei ini.

Tak jelas pula apa alasan mereka tidak menghadiri panggilan pihak KPK. Artinya para penegak hukum ini sudah tidak menunjukkan etika baik dalam penegakan hukum guna penuntasan tindak pida korupsi, dan patut di duga oknum Polisi dan Jaksa ini, takut jadi saksi.

Semua saksi untuk Ojang tersebut hadir. Donny dan Arief tak datang tanpa ada keterangan apapun, kata Plt Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati .

“Donny Haryono dan Arief Koswara tidak ada keterangan kenapa mereka berdua tidak hadir,” ujar Yuyuk di KPK Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (18/5/2016).

Yuyuk tak menjelaskan kenapa Arief dan Donny dipanggil penyidik. Hanya dia menegaskan bahwa keduanya yang merupakan penyidik Polri dan Kejaksaan Tinggi sedianya akan dimintai keterangan untuk dugaan gratifikasi OJS dan jaksa Fahri.

“Untuk terkait kasus OJS, penyidik Polri dan Kejaksaan Tinggi (yang) hari ini tidak hadir terkait dengan kasus yang untuk gratifikasi baik untuk OJS maupun untuk jaksa Fahri,” jelasnya. (an)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here