Aris Merdeka Sirait: Pelaku Pelanggaran HAM dan UU No 40/1999 Tentang Pers Dapat Kena Sanksi

0
291
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Aris Merdeka Sirait

MEDAN, Zonadinamika.com. Kasus penganiayaan terhadap 8 aktifis yang terdiri dari sejumlah LSM dan Wartawan merupakan pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) termasuk UU No. 40 Tahun 1999.

Tugas wartawan dijamin dan dilindungi oleh UU, diantaranya berbunyi “Barang siapa dengan sengaja menghalangi tugas jurnalis dapat dipidana maksimal 2 tahun penjara atau denda maksimal Rp500 juta.

Tidak satupun orang dibenarkan untuk melakukan penyiksaan atau kriminalisasi terhadap orang-orang yang peduli terhadap persoalan-persoalan hukum, karena Indonesia adalah negara hukum dan tidak ada disitu penyiksaan, penganiayaan, ketika ada anggota masyarakat menegakan keadilan atau menyampaikan aspirasi.

Kalau itu yang terjadi kepada aktifis di Nias, yakni dipukul, diseret hingga luka-luka itu sudah menjadi pelanggaran hak asasi Manusia (HAM) karena Indonesia adalah negara hukum. Sebab, setiap orang yang bersalah harus berhadapan dengan hukum dan dia harus menerima sanksi tentu sesuai dengan perbuatannya.

Penegasan itu disampaikan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Aris Merdeka Sirait kepada wartawan media Nusantara di Emerald Garden Hotel Medan, Kamis (12/05/2015).

Jadi kalau ada orang yang tidak bersalah jangan disalah-salahkan, seperti media sebagai kontrol kebijakan Negara, kontrol kebijakan pemerintah dan kontrol sosial itulah fungsi media.

Kalau oknum Polres Nias melakukan penganiayaan dan intimidasi terhadap oknum wartawan yang sedang melakukan tugas peliputan itu sudah melanggar hak asasi manusia dan begitu juga dengan aktifis yang menyampaikan aspirasinya yang dipukul oleh oknum Polres Nias itu juga pelanggaran HAM, kalaupun mereka terbukti bersalah maka proses hukum ada, tidak mesti harus menganiaya, memukul dan mengintimidasi, tegas Sirait. (tri/ita/cbr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here