Merasa di Tipu Oleh Pihak PT. LG Indonesia Akhirnya Dilaporkan Ke Mabes Polri

0
375

PEKANBARU- Zonadinamika.com. Alexander Patra seorang pemilik usaha toko Sony elektronik di Pekanbaru melaporkan PT. LG Indonesia ke Mabes Polri.
Pemilik toko Sony elektronik yang berada di jalan Sudirman Pekanbaru ini, tidak terima namanya dimanfaatkan oleh PT. LG Indonesia dalam membuka faktur pajak atas nama Alexander tanpa sepengetahuannya.

Istri Alexander, Mariana kepada Metrorepublik.Com dan Zonadinamika.com memaparkan bahwa PT.LG Electronics Indonesia yang beralamat di Jalan Riau Pekanbaru ini telah membuka faktur pajak pembelian barang atas nama suaminya sebesar 32 Milliar.

Mariana menambahkan bahwa kejadian ini telah berlangsung selama 4 tahun sejak tahun 2005 sampai 2008, sesuai surat himbauan yang dikirimkan oleh kantor Pajak Pratama Pekanbaru kepada pihaknnya.

Dalam surat himbauan dari kantor pajak pratama pekanbaru ini tercatat total pembelian Alexander Patra ke pihak PT.LG Electronics Indonesia sebesar Rp.32 Mlliar lebih. Sementara menurut Mariana, pembelian mereka selama itu tidak capai sebesar 32 M, bahkan sangat jauh dari angka itu.

Dan pajak-pajak sesuai transaksi kami telah kami lunasi. Dalam surat himbauan itu Kantor pajak pratama pekanbaru meminta pihak Alexander untuk membetulkan SPT Tahunan PPH Op dan meminta agar menyampaikan fotokopi pembetulan yangdimaksud.

Akibat dari Faktur Pajak yang di buka atas nama Alexander Patra diluar pengetahuanyang bersangkutan (tanpa pesanan) makatelah menimbulkan beban pajak PPh yang sangat besar bagi Alexander.

Menurut Mariana, ketika hal ini dikonfirmasi kepada pihak LG Elektronics Indonesia, pihak LG terkesan buang badan dan tidak berniat menyelesaikannya di kantor pajak. Akhirnya pada Oktober 2015 pihak Aleksander Patra melaporkan kasus ini ke Mabes Polri, dan sedang dalam proses penyelidikan pihak lepolisisan.

“Saya berharap pihak kepolisisan dapat mengungkap kasus ini, berhubung karena pihak kami sangat dirugikan dalam penjualan “Bodong” yang dilakukan oleh pihak LG.Electronics Indonesia yang mengatasnamakan suami saya,” tegas Mariana.

Ditambahkannya lagi, Mabes polri harus serius mengejar pengguna faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi sebenarnya (faktur fiktif).
Lantas, siapa sebenarnya pengguna faktur pajak fiktif itu? beberapa minggu yang lalu, Mabes polri bagian pidana telah memanggil saksidari pihak PT LG sebanyak 2 kali namun tidak memenuhi panggilan tersebut, apakah ada beking atau bagaimana? tegas Mariana.

Kuat dugaan Pihak PT.LG Electronis Indonesia melakukan penjualan atas nama Alexander Patra adalah untuk melindungi dan memberikan barang kepada konsumen pribadi-pribadi atau pun badan usaha yang belum memiliki NPWP. Serta menghindar dari beban PPN 10%. Pajak barang Mewah 20% dan PPN BM pembeli barang yang akhirnya tidak masuk ke negara.

“Bila dilihat dari rentang waktu 2005 sampai 2008 sangat kentara bahwa pihak PT.LG Indonesia dengan sengaja melakukan perbuatan ini,” ucap Mariana dengan kecewa.
(Alvyn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here