Bareskrim Mabes Polri dan Polres KP3 Tanjung Perak Gagalkan Jual Beli Satwa Lindung

0
629

Surabaya, Zonadinamika.com. Subdit 1 Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Bareskrim Polri dibantu Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggagalkan upaya jual beli terhadap sisik penyu kering (karapas) yang terbilang langka. Penangkapan pelaku penjualan karapas tersebut dilakukan di rumah milik Abdulrahman Assegaff (61), warga Manukan Yoso 47 D, Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Surabaya.

Kanit V Subdit 1 Direktorat Tipiter Bareskrim Polri, AKBP Soegeng Irianto mengatakan, petugas mengendus kegiatan Abdulrahman Assegaff setelah mendapat laporan dari masyarakat. Sejak laporan tersebut, gerak gerik tersangka kemudian diikuti terus.

“Hasilnya, Abdulrahman ditangkap bersama dengan ratusan kilogram barang bukti karapas penyu jenis sisik. Di tempat itu juga ditemukan daging penyu, tanduk rusa, dan kuda laut,” paparnya.

Adapun barang bukti yang disita, 345 kilogram karapas, 70 kilogram daging penyu kering, 82 kilogram tanduk rusa, dan 80 ekor kuda laut kering.
Dari keterangan tersangka, ratusan kilogram karapas tersebut ia beli dari Ambon, Maluku Utara dan Sorong, Papua. Ia membeli dari nelayan dengan harga dari Rp 20 ribu hingga Rp 200 ribu.

“Pelaku mengaku akan menjualnya di sentra kerajinan tangan di Bali dan Yogyakarta,” tambah Soegeng.
Kegiatan usaha pengelolaan hasil laut milik tersangka, lanjut Soegeng, merupakan usaha pribadi, yakni sebagai pengolahan ataupun pengepul hasil laut berupa tripang. Yang di dalamnya menjual satwa atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi.

Adapun cara pembelian dan penjualan barang tersebut, yakni dengan cara langsung penjual maupun pembeli datang langsung ke gudang.
“Selain itu dengan cara dikirim lewat jasa ekspedisi yang pembayaran melalui sistem transfer,” imbuhnya.

Hingga saat ini, kepolisian telah menetapkan Abdulrahman sebagai tersangka. Jika terbukti, tersangka dijerat dengan Pasal 21 ayat(2) huruf b dan d Jo Pasal 40 ayat (2) Undang-undang RI No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Tersangka bisa dijerat hukuman kurungan diatas minimal lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Kepolisian juga masih mengembangkan kasus tersebut. Kepolisian menduga jual beli satwa yang dilindungi negara itu dilakukan oleh jaringan besar. Sehingga bukan tidak mungkin akan memunculkan nama baru sebagai tersangka.

( Dedy Kurniawan)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY