Hotel New Town di Rajia, Sang Bandar Tak Tersentuh

0
394

BATAM-Zonadinamika.com. Aksi para bandar pemasok narkoba/narkotika ke dalam kawasan FTZ kota Batam tidak pernah ciut. Disebabkan gampangnya Pemerintah Batam menerbitkan izin hiburan malam kepada pengusaha Diskotic,tanpa memberikan saksi tegas kepada pengusaha jika terdapat temuan peredaran narkoba/narkotika di dalam Diskotic tersebut.

Setiap aparat hukum melakukan razia gabungan kesejumlah hiburan malam meski berhasil menangkap para tamu maupun pengunjung Diskotic yang sedang mengkomsumsi, setelah di lakukan tes urein di nyatakan positif,pemilik Diskotic tidak pernah diproses secara hukum dari mana asal muasal narkoba/narkotika di datangkan.
Mustahil bila obat haram tersebut bisa masuk kedalam Diskotic tanpa sepengetahuan pengelola/pemilik,sementara setiap tamu yang masuk pihak security selalu melakukan pemeriksaan,terhadap tamu dari bawah sampai ke atas di geledah di pintu saat hendak memasuki Diskotic.

Jumat tanggal 16 Oktober 2015,sekitar jam 01.00 wib subuh hari jajaran penegak hukum bersama BNN ,Kepolisian Polda Kepri dan TNI melakukan operasi razia gabungan ke Diskotic New Town.Hasil informasi sementara yang di peroleh awak media ini 17 orang yang di duga positif sebagai pengkomsumsi narkoba/narkotika telah di amankan pihak aparat penegak hukum.

Saat dilakukan operasi razia hanya saja terlihat pemilik usaha Diskotic New Town(Planet grup) berisial K,tiga tempat usaha Diskoticnya seakan-akan menunjukan wajah tidak berdosa.

Saat awak media ini melakukan konfirmasi kepada kepala BNN Republik Indonesia Budi Waseso pada tanggal 9 Oktober 2015,prihal pemberantasan peredaran narkoba/narkotika di sejumlah Diskotic terbesar di kota Batam antara lain Planat I,Planat II,dan Planet III,dan yang lainnya menjawab dengan singkat “akan segera di tindak lanjuti,jelasnya.

Beberapa bulan yang lalu Rabu tanggal 6 Agustus 2015 awak media ini pernah melakukan konfirmasi kepada Kabag Humas BNN pusat Slamet menjelaskan “Dari kebijakan nasional dari sisi BNN soal pemberantasan dan pencegahan terus di lakukan,kebijakan untuk melakukan “tes urin.

“Secara random di tempat-tempat yang di duga menjadi tempat penyalahgunaan sampai saat ini terus berlangsung.Tugas pokok BNN menyangkut jaringan ,berbagi tugas dengan Polri.Untuk kebijakan lokal di kotaBatam bisa di tanyakan langsung kepada kepala BNNP pak Beny dan aparat setempat.Yang jelas tempat penyalahgunaan yang masih harus menjadi bagian dari P4GN secara nasional,jelasnya.

Budi Waseso sebagai kepala BNN RI pusat,masyarakat kota Batam,tokoh agama maupun lapisan pelajar serta mahasiswa sangat mengharapkan peranannya untuk memberantas habis peredaran narkoba/narkotika yang saat ini sudah merusak generasi bangsa khususnya di kota Batam.

Bukan hanya Bandar pemasok obat haram yang semestinya harus di tindak secara tegas ,tetapi para pemilik usaha Diskotic maupun hiburan malam penegak hukum harusnya memberikan sanksi tegas,jika terbukti adanya sindikat peredaran narkoba/narkotika,sehingga ada efek jera.Meski sebelumnya Presiden RI Joko Widodo menjatuhkan hukum mati kepada gembong narkoba/narkotika peredaran obat haram di kota Batam sepertinya harus membutuhkan atensi dari pemerintahan pusat.

(Tim/Amjoi)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY