Upaya Revisi UU KPK, Untuk Menghilangkan Kasus Century Dan BLBI

Jakarta,Zonadinamika.com. Pengamat kepolisian Universitas Indonesia (UI) Bambang Widodo Umar menduga revisi UU KPK berkaitan dengan upaya KPK untuk terus menerus mengungkapkan kasus dugaan korupsi Century dan BLBI.

“Kasus Century dan BLBI belum terungkap, apa dasarnya membatasi masa kerja KPK 12 tahun? Terus hanya mengurus kasus Rp. 50 miliar? Ini (revisi UU KPK) menimbulkan keraguan masyarakat apabila ini diteruskan,” ujar Bambang dalam diskusi di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta Timur, Minggu (11/10) lalu.

Bambang mengatakan dalam usulan revisi UU KPK, ada pejabat tertentu yang ngotot sekali untuk menggolkan revisi UU KPK. Bahkan diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.

“Apa mau membangun tradisi korupsi lagi, mestinya pejabat logikanya jalan. Tradisi korupsi sudah mengakar, omong kosong republik ini akan jadi negara besar, jangan kibuli rakyat, rakyat gak bodoh,” tandasnya.

Dia berharap jangan sampai pemerintahan Jokowi-JK mengarah pada pemerintah otoriter karena memaksakan penerapan kebijakan. Dalam konteks ini, katanya sebagai Negara demokrasi Indonesia harus dibangun dengan suara civil society.

“Korupsi sudah mengakar, dan telah membuat rakyat kita miskin. Makanya, korupsi harus diberantas, bukannya dilemahkan,” tegasnya.
Selain terkait kasus Century dan BLBI, lanjut Bambang usulan revisi UU KPK juga terkait dengan konflik KPK dan Polri. Menurutnya, kasus ini masih kelanjutan dari konflik KPK Vs Polri yang berujung pada penetepan tersangka Komjen Budi Gunawan dan kriminalisasi pimpinan KPK.

“Saya melihat peristiwa ini atau momen ini kalau dikaitkan konflik KPK dan Polri, seperti ada kaitannya polri. Seperti ada kecenderungan konteks pemerintahan saat ini, masalah korupsi ini jangan direm, Bambang Widjojanto dan kawan-kawan dianggap terlalu cepat,” ungkapnya. [zd/sp]

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan