Anggita Cukup Disanksi Sosial‎ Bispak Online Bius Pria Nakal

0
557

Surabaya-Zonadinmika.com-Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Matanette akhirnya mengungkapkan alasan artis dan model seksi, Anggita Sari, tidak ikut dijerat sebagai tersangka dalam kasus prostitusi online dan narkoba. Selain kesulitan menemukan unsur pidananya, Anggita juga sudah dinilai tersiksa menerima sanksi sosial.

Hal itu disampaikan Takdir saat berbicara dalam jumpa pers terkait PSK artis yang dilaksanakan Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Jatim di Hotel Inna Simpang, Senin (28/9) kemarin. Hadir juga dalam kesempatan ini Kepala BNNK Surabaya AKBP Suparti, Ketua PWI Jatim Akhmad Munir, dan Ketua DPO DPP Parfi Eva Rosdiana Dewi.

Takdir menjelaskan, pihaknya menerapkan Pasal 506 dan 296 KUHP dalam kasus pristitusi online dengan tersangka dua mahasiswa selaku mucikari, Allen dan Alfania Tiar Sisilia. Pasal ini berisi tentang penyedia sarana pencabulan untuk keuntungan materi. “Dalam pasal ini memang yang kena mucikarinya, sementara PSKnya hanya korban,” tandasnya.

Anggita, lanjut Takdir, tidak bisa dijerat meski di media massa di Jakarta beberapa waktu lalu ia sukarela menjalani job sampingan sebagai PSK. Bahkan, kepada mucikarinya ia meminta dicarikan lelaki hidung belang ketika sepi job syuting dan tengah membutuhkan uang. Menurut Takdir, sukarela PSK tidak bisa dikategorikan sebagai penyedia sarana cabul. “Walau pun si AS ini juga mengambil keuntungan materi,” katanya.

Takdir berdalih, sebenarnya sanksi sosial yang diterima Anggita dan PSK lain saat tepergok melayani lelaki hidung belang sudah lebih menyiksa dari pada sanksi hukum yang diterima jika dijerat hukum karena pekerjaan lendirnya itu. “Sanksi hukum (Pasal 506 dan 296) paling satu tahun. Sementara sanksi sosial melekat selamanya. Ini justru lebih menyiksa,” ucapnya diplomatis.

Takdir menjelaskan, penyidikan kasus mucikari artis ini sudah bisa dibilang rampung. Penyidik sudah melakukan penyerahan berkas tahap pertama ke Kejari Surabaya, kemarin. Berkas kasus ini dipisah jadi dua, satu berkas atasnama tersangka Alfania Tiar Sisilia dan satu berkas lagi atasnama Allen. “Perannya beda-beda,” tandasnya.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Surabaya Joko Darmawan membenarkan pihaknya telah menerima berkas kasus ini dari Polrestabes. Dia sudah menunjuk dua jaksa untuk meneliti berkasnya, yakni jaksa Ferry dan Timothy. “Berkasnya masih kami teliti,” ujarnya.

Ketua DPO DPP Parfi Eva Rosdiana Dewi meminta media massa maupun masyarakat agar tidak terkesan mengeneralisasi bahwa semua artis nakal dan terjerumus ke prostitusi. Ia juga menyayangkan pengakuan Anggita di media di Jakarta yang mengakui nyambi jadi PSK. “Ini urusan pribadi, tapi dampaknya berpengaruh negatif pada semua artis dan pekerja seni,” ucapnya.

Sementara itu, Polrestabes Surabaya kini tengah menyelidiki kasus prostitusi online modus baru. Pelaku memeloroti harta pelanggan dengan umpan layanan seks. Korban dibius lalu hartanya dikuras. “Ini terjadi di Surabaya sepekan ini. Dua korban yang dibius dirawat di rumah sakit,” kata Kasatreskrim Takdir.

Dia menjelaskan, kasus ini terjadi dua bulanan ini, cuma laporan korban baru diterima sepekan ini. Modusnya, melalui media sosial pelaku menawarkan layanan cewek pemuas syahwat kepada lelaki hidung belang. Begitu sepakat, pelanggan lalu diarahkan ke hotel tempat si cewek bisa dipakai (bispak) berada. “Ketika sampai di hotel, korban dibius,” ucapnya.

Setelah tak sadarkan diri, lanjut Takdir, pelaku lantas memeloroti harta korbannya, dari uang, perhiasan sampai kartu kredit. Sampai kini, lanjut alumnus Akpol 1998 itu, pihaknya baru menerima laporan dari lima korban. “Ada dua korban masih dirawat di rumah sakit, bahkan salah satunya sampai kini belum sadarkan diri karena dibius,” tandasnya.

Takdir mengaku masih memburu pelaku. Sementara ini baru dua pelaku teridentifikasi dan dalam pengejaran. Ia menduga kejahatan prostitusi online model baru ini dijalankan sebuah jaringan dan melibatkan banyak pelaku. Ia juga menduga korbannya banyak. “Masih kami telusuri,” kata Takdir.

Dia meminta masyarakat Surabaya waspada jika diajak atau bahkan bersepakat untuk booking PSK secara online. Sebab, bisa jadi yang menghubungi sindikat bius prostitusi online yang tengah diusut. “Waspada dan jangan langsung percaya jika dihubungi dan diminta datang ke hotel oleh orang tak dikenal,” pungkas Takdir.(Dedy Kurniawan)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY