Anak Bisu Diculik Preman,Orang Mintak Keadilan, Polres Muara Enim Tidak Tanggap

0
497

Abab.zonadinamika.com. Anak tuna wicara ditangkap oleh preman inisial SR,yang diduga pelaku pembunuhan,anak ini langsung diserahkan oleh AS kekantor Polsek Penukal Abab,anak tuna wicara ini sempat ditahan di Polsek.

Dikatakan Sudirman (50th) warga Desa Prambatan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) aya dari Herman Bin Rom “saya sebagai orang tua merasa tidak terima anak lelaki saya di tangkap oleh preman itu.

Menurut Sudirman bahwa Preman yang menangkap anak nya itu berinisial SR warga Desa Prambatan sendiri,sebab menurut saya yang berhak menangkap itu polisi itu juga harus sesuai dengan prosedurnya,tidak asal tangkap,kalau preman diperbolehkan menangkap orang aku rasa bisa penuh penjara itu.ujarnya.

“Diceritakan Sudirman bahwa anak lelakinya itu bernama Herman bin Rom (15th) pada waktu itu Tanggal 6 Januari 2015 yang lalu,sekitar pukul 17.oo WIB sedang menonton orang main bola voley di lapangan bola voley Desa Prambatan. Tiba tiba datang SR dengan mengendarai mobil nya langsung membawa anak nya(menculik)tanpa alasan yang jelas atau pemberitahuan kepada kami sebagai orang tua, apa yang di tuduhkan kepada anak kami ini,sebab kami selaku orang tua tidak perna tahu kalau anak kami ada kasus,perlu diketahui anak kami ini bisu pak,mana mungkin dia melakukan kesalahan,kami selaku orang terkejut saat itu mendengar kabar bahwa anak kami yang tuna wicara(Bisu-Red) ini tiba-tiba di tangkap dan di bawa oleh SR ke kantor Polsek Penukal Abab.katanya.

Sudirman mengatakan dengan tegas bahwa SR tidak memiliki hak atau sebagai kapasitas apa pun, “Polisi bukan,banpol bukan,hansip bukan,aparat desa bukan” kenapa dia (SR-red) menangkap anaknya dan membawa anaknya kantor Polisi itu. “Saya tidak terima anak saya ditangkap paksa oleh preman.

Masalah ini “Saya sudah melaporkan prihal ini ke penegak hukum dan saya minta keadilan atas kesemena menaan SR terhadap anak kami ini.Tegas Sudirman.

Bahkan kata sudirman pihaknýa sudah melaporkan hal ini ke provos Polres Muara enim beberapa hari yang lalu meminta agar aparat hukum yang menangani kasus ini secara serius dan pelaku nya di hukum sesuai hukum namun sampai sekarang belum ada tindakan dan tangapan Polres muara enim untuk mrngusutnya.ujar Sudirman.

“Saya bukan tidak menerima, anak saya di tuduh bersalah dalam kasus apa pun. Kalau anak saya bersalah, saya rela anak saya di hukum sesuai hukum yang berlaku. Tapi saya ingin dilakukan secara prosedural. Dan kalau anak saya bersalah melanggar hukum silahkan aparat hukum yang menangkap anak saya, bukan preman yang menangkap anak saya. Apa lagi keadaan anak lelaki nya itu kurang normal, tuna wicara (bisu). Dan masih ada orang tua.Jadi saya harap aparat penegak hukum dapat bertindak adil,dapat menindak lanjuti laporan kami ini secara serius. Mohon tegakan hukum Pungkas Sudirman

Sedangkan Frans Mona dari Cabang Kejaksaan Talang Ubi Kabupaten PALI waktu di konfirmasi koran ini di Kantor Kejaksaan Muara enim mengatakan bahwa kasus ini di perlukan keterangan dari korban (Herma) dan tentu nya di perlukan ahli tuna wicara ujar Fran.(Pin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here