Sepasang Remaja Jual Anak Kandungnya, di Tangkap Polisi

0
249

JAKARTA-Zonadinamika.com Sepasang remaja RS (18) dan DJ (19) ditangkap petugas Polres Metro Jakarta Utara, karena menjual anak kandungnya, Senin (14/9).

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Susetio Cahyadi menjelaskan, RS melahirkan anak hasil pernikahan sirinya dengan DJ, pada 1 Agustus 2015 di Rumah Sakit (RS) Ibu dan Anak Cahaya Medika. Namun karena tidak mampu membayar biaya persalinan, keduanya memutuskan menjual anaknya.

Awalnya RS, yang tinggal di Cilincing, Jakarta Utara, itu mendatangi rumah Sulistiana, Jumat (11/9), pukul 22.00 WIB untuk meminjam uang karena pihak rumah sakit meminta dia melunasi tagihan persalinan.

“Tersangka (RS) meminta kepada saksi (Sulistiana) untuk mencarikan calon yang akan merawat korban (bayinya) dengan biaya pergantian persalinan sebesar Rp 7 juta,” ujar Susetio, Senin (14/9) siang di markas Polres Metro Jakarta Utara.

Setelah kedatangan RS itu, Sulistiana mendatangi rumah warga lainnya Latifah. Kemudian, Latifah menemukan pasangan suami istri Neti dan Haryono, yang dapat menampung bayi yang dilahirkan RS itu.

“Pasangan suami istri yang ingin merawat anak dari RS dan DJ ini sudah tidak dikaruniai anak selama 8 tahun, dan mereka meminta RS dan DJ menandatangani suatu dokumen yang isinya akan menyerahkan hak asuh mereka,” ujar Susetio.

Di rumah Neti itu, RS bersama Sulistiana membuat surat pernyataan dan kuitansi penggantian biaya bersalin Rp 2 juta. Sisanya Rp 5 juta akan dibayarkan pada November 2015.

RS mengaku melakukan aksinya karena terdesak. “Saya sebenernya enggak rela ngejual anak saya itu, tapi dari pihak RS meminta biaya persalinan untuk segera dillunasi, karena suami saya yang hanya seorang sopir angkot tidak sedang pegang uang makanya saya memutuskan untuk menjual bayi saya yang belum diberi nama itu,” kata RS.

Beberapa barang bukti yang diamankan kepolisian, yakni‎ satu lembar kuitansi asli penggantian biaya persalinan, satu lembar surat pernyataan asli, satu lembar surat keterangan kelahiran dari RS Cahaya Medika

Atas tindakannya, RS dan DJ dijerat dengan Pasal 83 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Mereka terancam hukuman pidana penjara minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun.

Sedangkan Neti dan Haryono dijerat dengan Pasal 79 junto Pasal 39 ayat 1 UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Mereka terancam dikenakan pidana penjara lima tahun dan denda Rp 100 juta.‎ (zd/B1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here