Distributor Kosmetik & Obat Produk illegal di Grebek

0
393

JAWA TENGAH,Zonadinamika.com. Tim gabungan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang, Satpol PP, dan Bea Cukai menggerebek distributor kosmetik di Kompleks Perumahan Fajar Indah, Jalan Melati XV RT 06 RW XII Desa Baturan, Colomadu, Karanganyar, Kamis (3/9).

Penggerebekan dilakukan secara tertutup sekitar pukul 13.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Sejumlah karyawan yang sedang bekerja kaget saat petugas masuk dan melakukan penggeledahan. Sekitar tiga jam berada di dalam rumah, petugas akhirnya keluar dan membawa sejumlah produk kosmetik yang diduga ilegal.

Kabid Pemeriksaan dan Penyidikan BPOM Semarang, Zetarina Puji Astuti usai penggerebekan mengatakan, di dalam rumah distributor itu petugas gabungan melakukan penyelidikan dan pemeriksaan produk.

“Saat diperiksa, kami menemukan sejumlah produk ilegal mulai dari perlengkapan kosmetik hingga sejumlah obat. Ada pula obat tradisional,” ujar Zetarina.

Menurut dia, produk ilegal yang ditemukan tim gabungan tidak memiliki izin edar. Sedangkan barang-barang tersebut mayoritas merupakan barang impor dari Amerika Serikat dan China.

“Kalau tidak ada izin edar, kan berarti tidak ada jaminan keamanan. Kalau digunakan konsumen, bisa saja akan berefek buruk, tidak baik bagi kesehatan. Iklim di Indonesia kan beda dengan iklim di negara pengimpor barang yang kita sita ini,” ujarnya.

Dalam penggeledahan itu petugas menemukan sekitar 150 item produk kosmetik maupun obat-obatan. Barang-barang tersebut selanjutnya dibawa ke Polda Jateng untuk diperiksa.

Lebih lanjut Zetarina mengungkapkan, pemilik distributor berinisial W dan I. Pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut, karena mereka hanya distributor. Penggerebekan tersebut dilakukan berawal dari laporan masyarakat terkait maraknya peredaran kosmetik ilegal, melalui jual beli online.

“Mereka termasuk produsen kosmetik ilegal ini telah melanggar Undang-Undang pasal 197 tahun 2009 tentang Kesehatan, dan bisa diancam hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya.

sumber:merdeka.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here