Kepemilikan BCC Hotel Akan Segera Terungkap,Conti Candra Laporkan Ke Mabes Polri

0
580

logo_polriBATAM,Zonadinamika.com. Pak Conti Candra adalah sosok pengusaha baru yang melirik daerah kota Batam untuk pembangunan di sektor bidang perhotela.Bahkan dianya mempunyai mimpi akan membangun sebuah hotel pencakar langit setelah dianya berhasil memulai bisnisnya dari mendirikan Mall BCS.

Pria asal kelahiran Pulau Penyelai ini kembali memulai usahanya di bidang pembangunan perhotelan BCC dengan nama “Hotel BCC”yang saat ini sudah beroperasi .Tetapi di tengah perjalanan pak Coti usahanya kandas di tengah jalan dia di singkirkan salah satu karyawan kepercayaannya sehingga di beri gelar “Komisaris hormat “ sampai jabatan itu mendapatkan pengesahan di kantor notaris.

Conti Candara awalnya tidak mempunyai firasat bahwa orang yang menjadi kepercayaannya bernama Tjipta bisa melakukan peralihan pergantian nama kepemilikan hotel BCC hanya berdasarkan surat dokumen foto copy di hadapan notaris.Anehnya lagi Hotel BCC sesuai dengan akte pendirian perusahaan atas nama PT.Bangun Mega Semesta dengan jumlah 30 lantai nilai jualnya dengan harga satu gedung 196 juta rupiah,apakah hal ini di mungkinkan ?kebenaranya akan terungkap di persidangan siapakah sebenarnya pemilik BCC Hotel ?

Conti Candra saat di konfirmasi tim media ini di kantornya menjelaskan “Saya sangat mengharapkan kepada lembaga penegak hukum,Polri ,Kejaksaan Agung ,sampai kedepertemen kehakiman agar kasus saya ini segera di sidangkan untuk mengungkap akan kebenarannya.

Saya juga mau melihat di persidangan nantinya dokumen apa saja yang dia miliki atas Hotel BCC,dan notaris mana yang berperan dan berani menerbitkan surat peralihan hak milik tanpa melibatkan pemilik pertama dan di hadapkan di depan notaris.Atas kejadian ini saya telah membuat laporan ke Mabes Polri dengan LP.NO.POL: LP/587/IV/2014/Bareskrim.

Dengan tuduhan telah melakukan tindak pidana penipuan ,penggelapan dan memberikan keterangan palsu pada akta dokumen kepemilikan BCC Hotel.Dari penyidikan subdit I Dirpidum Bareskrim Mabes Polri ,Tjipta telah di tetapkan sebagai tersangka pada tanggal 18 September 2014 dengan nomor : 2201-Subdit 1/I/IX/20/Dipdum.Mudah-mudahan pihak lembaga penegak hukum kejaksaan Agung maupun kehakiman tidak mengulur-ulur waktu lagi jadwal sidangnya setelah adanya pelimpahan berkas dari Mabes Polri ,jelas Conti Candra bersama kuasa hukumnya Edward Purba.

Profesor Muzakir pengamat hukum saat di konfirmasi media ini melalui ponsel selulernya menerangkan “Menurut saya adanya peralihan hak milik BCC Hotel menurut saya yang namanya urusan pinjam meminjam uang pemilik saham tidak bisa di alihkan perkara orang meminjam belikan itu tidak bisa di katakan membeli saham dengan harga sangat murah sekali .Sehingga dia seolah-olah menguasai 100%.

Tetapi dengan adanya dokumen-dokumen di notaris itu sehingga tidak ada peralihan yang efensinya pinjam-meminjam bahwa dia tidak di benarkan menguasai seluruhnya hotel BCC.Kalau misalnya dia meminjam uang di Bank lain dan kemudian jaminannya hotel itu tidak bisa karena bukan miliknya. Pinjam-meminjam menggunakan milik orang lain dan milik orang lain itu di ambil seolah-olah dianya tidak benar,jelasnya.

Sampai berita ini di terbitkan sdr.Tjipta Fudjiarta yang terlapor sampai saat ini belum bisa di konfirmasi awak media ini terkait kebenarannya atas tuduhan tindak pidana dugaan penipuan ,penggelapan dan memberikan keterangan palsu atas kepemilikan BCC Hotel.Bagaimanakah peranan kantor Notaris Syaifuddin dan Notaris Anly Cenggana ,benarkah telah melakukan upaya penyimpangan penerbitan atas perubahan hak milik? Menyikapi perseteruan kepemilikan BCC Hotel hendaknya aparat penegak hukum khususnya kejaksaan Agung agar lebih memproritaskan kasus ini ,BCC Hotel masih tetap beroperasi ,meski dalam proses hukum ,Siapakah sebenarnya pemilik BCC Hotel ? nantikan ulasan edisi berikutnya.SS

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY