Launching Penyaluran bansos non Tunai I dan II Program Keluarga Harapan

0
54
masyarakat hadiri launching Penyaluran bantuan sosial non tunai tahap I dan II program keluarga harapan (PKH) Kabupaten Lampung Utara Tahun 2017 di pusatkan di Islamic Center Kotabumi, Senin (7/8).

LAMPUNG UTARA- Zonadinamika.com.Launching Penyaluran bantuan sosial non tunai tahap I dan II  program keluarga harapan (PKH) Kabupaten Lampung Utara Tahun 2017 di pusatkan di Islamic Center Kotabumi, Senin (7/8).

Kepala Dinas Sosial, M Erwinsyah mengungkapkan pada tahun ini sasaran penerima untuk 23 kecamatan di Kabupaten Lampung Utara berjumlah 27.725 KPM (keluarga penerima manfaat). Dan pada 2018 akan ada penambahan KPM yang segera direalisasikan dengan jumlah 33.000 KPM. Lalu, pada 2018 akan bertambah menjadi lebih dari 60 ribu orang atau lebih dari 100 miliar digelontorkan, disesuaikan dengan jumlah penerima rastra disana.

“Untuk bank penyalurnya sendiri langsung ditangani oleh Bank Mandiri. Ini berkat kerja keras bapak bupati akan dan Semoga penyaluran non tunai ini tidak ada kendala, sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan akan menerima manfaatnya,”kata dia.

Jumlah total bantuan yang akan diterima oleh KPM Rp 1,8 juta dalam satu tahun, yang akan dibagi dalam 4 tahap. Tahap 1-3 Rp 1,5 juta, dan tahap 4 berjumlah Rp 380 ribu, sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah memberikan 114 laptop dan kendaraan roda dua kepada para pendamping. Guna mempercepat pelayanan kepada mereka yang menerima bantuan bersyarat pemerintah pusat itu.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni mengapresiasi pemerintah daerah dalam melaksanakan penyaluran kepada masyarakat kurang mampu itu. Dengan di berikannya peralatan penunjang bagi pendamping PKH. Sehingga pelayanan dapat lebih maksimal dan tepat pada yang membutuhkannya.

“Ini hanya ada satu-satu di Lampung ya disini, pendamping diberi Laptop dan kendaraan roda dua. Ini bukan melayani pendampingnya, tapi pendampingnya agar dapat cepat melayani masyarakat,”ujarnya.

Pada tahun depan lanjutnya, penerima rastra ( beras sejahtera) juga akan diberlakukan hal sama. Mereka tidak lagi menerima bantuan beras langsung, melainkan dalam bentuk kartu yang dapat dicairkan setiap saat dan tidak hanya beras yang didapat.

Bupati Lampura, Agung Ilmu Mangkunegara dalam sambutannya mengungkapkan dengan banyaknya bantuan sosial kemasyarakatan diberikan kepada masyarakatnya. Maka kesejahteraan rakyat juga akan segera terwujud, sehingga diperlukan usaha dalam mendorong turunnya bantuan itu. Sehingga dapat diturun di kabupaten terkenal dengan lada hitamnya itu.

“Bantuan ini tujuannya satu membuat kesejahteraan masyarakatnya, program telah dikucurkan jangan lupa dengan memberikannya. Mulai dari presiden, gubernur sampai dengan Bupatinya, karena semua harus berupaya dalam merealisasikannya dilapanga,”terangnya.

“Saya ingin kebersamaan ini terus berjalan, jangan sampai putis ditengah jalan. Karena saya meninginkan apa yang dibuat hari ini, akan menjadi kenyataan kedepannya bagi kemaslahatan masyarakat,”ujarnya. (tama)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here