BANK INDONESIA LUNCURKAN “KAS TITIPAN”

0
50

ATAMBUA, NTT- Zonadinamika.com, Bank Indonesia (BI) terus melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan jaringan yang dimiliki perbankan dan instansi lainnya dalam mendistribusikan rupiah ke seluruh wilayah terpencil, terdepan dan terluar Indonesia.

Mengingat kepulauan Indonesia begitu luas dan keterbatasan sumber daya manusia yang dimiliki BI, oleh karena itu sinergi merupakan jawaban yang diambil BI dengan melakukan pembukaan “Kas Titipan” dengan melakukan kerja sama dengan Bank-Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Bank Pembangunan Daerah dan Bank NTT.

“Kas Titipan hingga saat ini berjumlah 83 dan 7 di antaranya ada di NTB dan ini dilakukan kerja sama dengan Bank-Bank BUMN, BPD dan secara khusus kami ucapkan terima kasih kepada Bank NTT yang berpartisipasi aktif dalam rangka pembukaan kas titipan maupun pelayanan perkasan sampai ke desa-desa dan kecamatan.

Peresmian Pilot Project BI Jangkau ini merupakan bagian dari upaya kita menjadikan rupiah sebagai simbol kedaulatan negeri,” ungkap Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Suhaedi di acara Peresmian Pilot Project BI Jangkau Kecamatan/Desa di PLBN Terpadu Motaain, Belu. Jumad (21/7).

Tambah Suhaedi, Peresmian Pilot Project BI Jangkau dilakukan di delapan provinsi yang memiliki daerah terpencil, terdepan dan terluar seperti Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Papua.

“Selain kerja sama dengan Anggota Direksi Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, Bank NTT serta Perum Pegadaian, kegiatan peresmian ini juga dilakukan pembukaan dan pengoperasian dua mesin Anjungan Tunai Mandiri (Automated Teller Machine-ATM) serta layanan penukaran valuta asing (Money Changer). Fasilitas ini merupakan yang pertama di PLBN Motaain dan akan secara bertahap dilakukan pada 5 PLBN lainnya,” ujarnya.

Dengan fasilitas yang ada, baik penduduk maupun pelintas batas dari negara tetangga akan dengan mudah mendapatkan uang Rupiah. “Tersedianya fasilitas ini, tentunya memudahkan para pelintas batas atau pelancong dari negara tetangga akan dapat menukarkan uang, baik dollar, kina ataupun ringgitnya dengan Rupiah.Semua transaksi di dalam negeri dapat dilakukan dengan mata uang rupiah, sehingga Rupiah betul-betul sebagai simbol kedaulatan negara dapat kita wujudkan,” tandas Suhaedi.

Usai acara peresmian, dilanjutkan dengan Penandatanganan Perjanjian Pelaksanaan Pilot Project BI Jangkau oleh Depertemen Penggunaan Uang Bank Indonesia, PT. Bank Rakyat Indonesia, PT. Bank Negara Indonesia, PT. Bank Mandiri, PT. Bank Tabungan Negara, PT. Bank Nusa Tenggara Timur, dan PT. Pegadaian. (setda/Yulianus F).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here