Warga Baturaden Keluhkan Melambungnya Harga Gas Bersubsidi

0
60

KARAWANG-Zonadianmika.com. Pasokan Gas LPG 3 Kg dari agen ke pangkalan untuk wilayah Desa Baturaden Kecamatan Batujaya, kuwotanya mencapai 3.270 tabung/bulan.Dengan Harga Eceran tertinggi (HET) Rp.16000/tabung.Ironisnya HET tersebut tidak pernah dirasakan oleh masyarakat kecil seperti para ibu rumah tangga didesa Tersebut (Batuaraden-Red),padahal kebutuhan mereka untuk kegiatan memasak sehari-hari.

Seperti yang dikeluhkan ibu Nursih warga dusun Rengasjaya,dia membeli gas subsidi itu harganya sudah Rp.25.000 diwarung dekat rumahnya.Padahal harga dari pemerintah Cuma Rp.16.000/tabung,mengapa kenyataannya harga jadi melambung tinggi.”Biar mahal juga terpaksalah saya beli,daripada mau masak gak ada gasnya,malah tambah repot lagi pak”.Ucapnya sambil menenteng LPG yang baru dibelinya.

Selain harga tinggi,merekapun sulit membeli langsung gas bersubsidi dipangkalan Desa baturaden yang tidak jelas dimana tempatnya. Pasalnya ketika mobil pengangkut LPG dari agen ke pangkalan tiba,barang sudah ludes diangkut para pengecer.Hasil pantauan Zonadinamika.com, saat  barang turun dilokasi pangkalan tersebut.Seorang pengecer berinisial Ust saat dikonfirmasi Sabtu (25/3) mengatakan  tingginya harga jual kepada masyarakat karena pengecer juga beli dari pangkalan diatas HET,”Saya belinya dari  orang kepercayaan yang punya pangkalan ini yaitu  pak Riki ,harganya sudah Rp. 17.500/tabung,itu sudah berikut uang bongkar supir. “Ujarnya.

Lalu,masih kata dia.Gas ini dikirim ke warung-warung langganan saya, kalau masyarakat beli diwarung mahal  saya beli dipangkalannya juga mahal.”jadi tolonglah untuk saling memaklumi,siapapun pengecernya pasti ingin ada untung  dalam jualannya.“ Tambah Ust.

Selain pengecer Ust juga di percaya oleh pemilik pangakalan untuk menjual LPG tersebut di wilayah Desa Baturaden,pemilik pangkalan menjatuhkan harga sebesar Rp.17.500/tabung ust jual kepengecer lain dengan Harga Rp. 18.500/tabung.

Ditempat terpisah Sarip selaku pengecer Desa Baturaden mengatakan, ”Saya Beli di pangkalan Rp.17.000 itu pun barangnya di ambil sendiri dan saya jual ke langganan sebanyak 33 warung diwilayah Desa Baturaden seharga Rp.20.000,- dan saya mendaptakan jatah sebanyak 150 tabung /minggu dari Ust. “Kalau soal kelangkaan tidak ada kendala tapi hanya harga yang terkendala”, Ujar Sarip di rumahnya,Jum’at (24/3)

Sementara melambungnya harga LPG 3 Kg yang dikeluhkan warga  ditanggapi  oleh Syamsul seorang  BPD Desa Baturaden.Dia berharap pemerintah daerah melalui OPDnya melakukan sidak langsung ke masyarakat dan pangkalan tentang tingginya harga gas bersubsidi dan memberikan sanksi yang tegas bila pangkalan lebih banyak menjual kepada para pengecer,daripada ke warga langsung apalagi harganya diatas HET.”Pemerintah daerah harus segera membenahi para agen dan pangkalan,jika jelas-jelas menjual gas subsidi tidak sesuai aturan yang telah ditetapkan.Jika perlu tutup izin usahanya.”Tegasnya.(Haris/wasim)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY