52 Tahun Kondisi Jalan Desa Poncowati dan Taman Makam Pahlawan Luput Dari Perhatian Pemerintah

0
117
kondisi jalan selama 25tahun tidak tersentu pemerintah hingga sampai saat ini.

Lampung Utara-Zonadinamika.com. Sarana transfortasi di Poncowati tergolong masih terisolir dan jauh dari perhatian pemerintah daerah maupun pusat. Desa Poncowati Terbanggi hanya bisa menikmati jalan tidak layak.

Kondisi jalan tanah campur batu sehingga pada saat musim hujan jalan tersebut sulit di lalui kendaraan dan pejalan kaki karena licin.

Warga desa poncowati Lampung utara ini, merasa tidak di anggap sebagai warga Negara Indonesia, dengan kondisi jalan yang cukup tertinggalkan oleh pemerintah, warga mencoba mengadu pada LSM GSMB,dengan tujuan agar membantu menyampaikan aspirasi mereka pada pemerintah, agar pemerintah buka hati dan mata terhadap kondisi jalan di desa tersebut.

Bahkan dulu pernah di ajukan seorang perwira tinggi berpangkat bintang satu lulusan Akmil namun juga belum berhasil, dengan harapan jalan tersebut bias di aspal.Selain jalan warga,jalan tersebut juga akses ke taman makam pahlawan juga tutur Jojon.

Marjuni Ketua Umum LSM. GSMB berharap Pemerintah Daerah Dan Pusat Agar dapat di sikapi terkait masalah jalan yang konon 52 tahun tidak di sentuh sama sekali. Desa ponco wati, kec. Terbanggi merasa sila ke 5 dari butir-pancasila belum merata sampai ke desa poncowati.

Pihak pemerintah pusat dapat melakukan upaya pemerataan dalam infrastructure wilayah Desa Ponco wati, bahkan warga disana sampai memasang bendera setengah tiang ini memilukan bagi kita sebagai anak bangsa yang sudah merdeka namun masih ada kampung yang seperti terisolir gara gara jalan sudah 52 th tidak pernah di aspal.

Akibatnya, taman makam pahlawan pejuang 45 pun tidak terawat, tidak dipagar layaknya makam pahlawan yang ada di nusantara, anehnya lagi Surat Dari Jenderal Ahmad Yani saja ada terkait permohonan perawatan makam pahlawan pun tetap di cueikin oleh pemerintah kabupaten maupun Provinsi ini sudah sangat prihatin.

Maka dengan itu, ketua LSM. GSMB H. Arjun momohon baik pemerintah daerah dan pusat agar dapat menindaklajuti terkait laporan warga desa ponco wati uttuk dapat turun ke lapangan.

Desa PONCOWATI adalah transad dari tahuan 1965 atas ide Jenderal ACHMAT Yani. Transad pertama. Yang tinggal di desa PONCOWATI semuanya adalah pensiunan TNI yang ikut ber juang untuk negara Indonesia. Surat yang dr Jenderal ACHMAT Yani temanku yg menyimpannya Agus Tri Handoko. WA. 081288251155

SEKILAS TENTANG KAMPUNG TRANSAD PONCOWATI

Sejarah KAMPUNG TRANSAD PONCOWATI :

Sejarah berdirinya Kampung TRANSAD Poncowati diawali dengan pembukaan pilot proyek Transmigrasi Angkatan Darat Poncowati yang dilaksanakan oleh para calon Transmigrasi Angkatan Darat Poncowati dengan dibantu oleh Kesatuan Kompi Serba Guna yang terdiri dari beberapa kesatuan TNI Angkatan Darat antara lain :

Satu pleton dari Yonif 453 KODAM VII / DIPONEGORO yang bertugas pada Staf Komando yang dipimpin oleh Mayor Sudarmo.Satu kompi dari Yonif 431 KODAM VII / DIPONEGORO yang telah dididik keterampilan tukang kayu dan tukang batu maupun pertanian (Kompi Serba Guna)Satu pleton ZIPUR dari KODAM IV / SRIWIJAYA lengkap dengan alat beratnya yang membantu dalam pembukaan hutan dan pembuatan jalan.

Berdasarkan Radiogram MENPANGAD No T / 222 / 1964 tertanggal 19 September 1964, ditugaskan atau diberangkatkan para anggota calon Transmigrasi Angkatan Darat pada bulan Oktober 1964, yang terdiri dari 5 KODAM yaitu :

KODAM IV / SRIWIJAYA sekarang KODAM II / SRIWIJAYA sebanyak 50 orangKODAM V / JAYAKARTA sekarang KODAM JAYAKARTA sebanyak 15 orangKODAM VI / SILIWANGI sekarang KODAM III / SILIWANGI sebanyak 48 orangKODAM VII / DIPONEGORO sekarang KODAM IV / DIPONEGORO sebanyak 96 orangKODAM VIII / BRAWIJAYA sekarang KODAM V / BRAWIJAYA sebanyak 13 orang

Jumlah keseluruhan adalah sebanyak 222 orang.
Rombongan dipimpin oleh Kepala Dinas Transmigrasi Angkatan Darat Mayor Jenderal Soedarmo Djayadiwangsa dan sebagai Komando Pelaksana (Dankopel), Letkol Teddy Soenarta menuju tempat yang disurvey oleh tim dari Pusat Angkatan Darat di daerah Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah Propinsi Lampung.

Pada masa lalu, Kampung Poncowati tadinya merupakan hutan belukar. Sejak bulan Oktober 1964 kawasan yang hutan lebat tersebut dirintis pembukaannya oleh para calon transmigrasi yang berasal dari berbagai kesatuan TNI Angkatan Darat dan kemudian diolah menjadi daerah pemukiman transmigrasi yang teratur.

Berkat kerja keras dan keuletan para anggota Trans-AD, maka pada tanggal 31 Oktober 1964 Pilot Proyek Transmigrasi Angkatan Darat diresmikan pembukaannya oleh Menteri Panglima Angkatan Darat Jenderal Ahmad Yani dengan nama PONCOWATI.

Adapun amanat dari Jenderal Ahmad Yani pada saat peresmian tersebut antara lain :
“Saya sebagai Panglima Angkatan Darat atas nama Pemerintahan menempatkan saudara-saudara sebagai anggota TNI Angkatan Darat, Angkatan 1945 disini ini bukan berarti mengasingkan saudara-saudara, tetapi saya akan mencoba kepada kamu sekalian sampai dimana atas kesetiaan bawahan kepada atasan atau anak terhadap bapak, maka apabila pilot proyek Transmigrasi Angkatan Darat berhasil baik, berati kamu sekalian benar-benar taat kepada pimpinan dan cinta kepada Negara dan Bangsa pada umumnya guna menuju HARI TUA BAHAGIA”.

Nama PONCOWATI diambil dari cerita pewayangan dalam tokoh Prabu Ramawijaya, takala bersama-sama dengan Wadya Wanaraja (pasukan kera) berhasil menggempur habis angkara murka dari raja raksasa yang bernama Dasamuka. Hal ini adalah sebagai perlambang bagi para prajurit untuk dapat berhasil melaksanakan pembangunan disegala bidang.
Sejarah Pemerintahan :

Pemerintahan Kampung Poncowati dibentuk bulan Januari 1965 dengan struktur organisasi desa persiapan yang langsung dibawah Dinas Transmigrasi Angakatan Darat Jakarta, lewat Komando pelaksana Proyek Transmigrasi Angkatan Darat.
Adapun susunannya adalah sebagai berikut :

A. Tingkat Pusat
Mayor Jenderal Soedarmo Djayadiwangsasebagai perwira tinggi Transmigrasi Angkatan Darat yang selanjutnya menjadi Kepala Dinas Transmigrasi Angkatan Darat yang pertama sampai tahun 1971, dan yang menjabat PA.MIN.PRES Kolonel Drs Hi M Ardan.Mayor Jenderal Mulyono Sudjono selaku Kepala Dinas Transmigrasi Angkatan Darat yang kedua sampai tahun 1976Brigadir Jenderal A I Soengadi selaku Kepala Dinas Transmigrasi Angkatan Darat (BABINTRABSJA) TNI Angkatan Darat yang ketiga sampai 27 juli 1978 yang selanjutnya diserahkan kepada PANGDAM IV / SRIWIJAYAPada tanggal 14 Februari 1979 diserah terimakan dari PANGDAM IV / SRIWIJAYA kepada Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Propinsi LampungB. Tingkat Daerah.

Kolonel CPL Teddy Soenarto selaku Komandan Komando Pelaksana (KOPEL) yang pertama sampai tahun 1965Letnan Kolonel Inf Soegito selaku Komandan Komando Pelaksana (KOPEL) yang kedua dari tahun 1965 sampai dengan tahun 1968Mayor CHK Margono Latif selaku Komandan Komando Pelaksana (KOPEL) yang ketiga dari tahun 1986 sampai deengan tahun 1969Mayor Inf Soetedjo selaku Komandan Komando Pelaksana (KOPEL) ke empat dari tahun 1969 sampai dengan tahun 1973Letnan Kolonel Drh Choesnan selaku Komandan Komando Pelaksana (KOPEL) yang kelima dari tahun 1973 sampai tahun 1978Letnan Kolonel CZI R Handono Kepala Kesatuan Pelaksana Proyek yang keenam selama masa peralihan pembinaan kepada DAN REM 043 / GATAM hingga diserah terimakan kepada Pemerintah Daerah setempatC. Tingkat Desa.

Kapten Purnawirawan A.A Gerwais selaku Kepala Pemerintahan Sementara Desa Praja (Pemerintahan Desa Persiapan) yang pertama sampai tahun 1967Letnan Satu Purnawirawan Moh Thoyib selaku Kepala Pemerintahan Desa Trans AD yang kedua dari tahun 1967 sampai tahun 1973Peltu Purnawirawan Sawijo selaku Kepala Pemerintahan Desa Trans AD yang ketiga dari tahun 1973 sampai dengan tahun 1977Sersan Kepala Muhtaram selaku Kepala Pemerintahan yang keempat dari tanggal 1 September 1977 sampai setelah Desa Poncowati dialihkan pengelolaannya menjadi Desa penuh yang berada dibawah wewenang Pemerintahan Daerah tepatnya tanggal 14 Februari 1979 maka berangsur-angsur struktur Pemerintahan Desa Poncowati menyesuaikan diiri dengan desa-desa lain berpedoman pada peraturan Pemerintah Pusat dan Daerah

Geografi :

1. Letak

Kampung Poncowati masuk dalam wilayah Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah Propinsi Lampung di Km 68 antara Bandar Lampung dan Kota Bumi mebujur ke arah barat.

* Sebelah Timur berbatasan dengan Jalan Lintas Sumatra
* Sebelah Utara berbatasan dengan sungai Way Pengabuan dan Desa Terbanggi Besar
* Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Purnama Tunggal
* Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Adijaya dan Bumi Kencana
Jarak Ke Ibukota Propinsi 68 km , ke Ibukota Kabupaten 20 km dan ke Ibukota Kecamatan 5km

Luas Desa Poncowati seluruhnya adalah 878 hektare terdiri dari :
* Perkampungan 362 hektare
* Rawa 10 hektare
* Tanah Garapan 506 hektare
2. Tanah
Penggunaan tanah menurut pemakaiannya :
* Pekarangan 118 hektare
* Jalan dan Irigasi 46 hektare
* Bangunan Umum 45 hektare
* Lapangan Olah Raga 2 hektare
* Tempat Ibadah 3 hektare
* Makam 2 hektare
* Perkebunan 166 hektare
* Sawah 177 hektare
* Ladang 145 hektare
* Rawa 10 hektare
* Peladangan 164 hektare

Jenis Tanah :
Tanah di Desa Poncowati termasuk jenis tanah biasa yang bercampur dengan pasir

3. Curah Hujan, Suhu, dan Angin
Curah hujan di Desa Poncowati pada umumnya bulan November sampai bulan Januari cukup besar, bulan Februari sampai April sedang, bulan mei sampai dengan bulan juli sudah jarang hujan dan bulan agustus sampai dengan oktober kemarau. Sedangkan suhu pada umumnya pada musim kemarau panas dan pada musim hujan cukup dingin. Arah angin di desa Poncowati pada umumnya saat musim kemarau dari arah timur dan tenggara sedangkan jika musim hujan arah angin dari barat dan utara dengan kecepatan sedang.

Sarana Dan Prasarana :

1. Fasilitas Umum
Desa Poncowati mempunyai fasilitas umum antara lain Balai Kampung, Puskesmas, Lapangan Sepak Bola yang akan diubah menjadi Stadion Mini, Monumen Ahmad Yani.

2. Tempat Ibadah
Tempat ibadah di Desa Poncowati antara lain Masjid, Gereja Katolik, Gereja Kristen Protestan, Mushola

3. Sarana Pendidikan
Pendidikan di Desa Poncowati tergolong paling maju dan paling lengkap mulai dari PAUD sampai SLTA antara lain 1 buah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), 3 buah TK (Taman Kanak-kanak) yaitu TK PKK, TK PERIP dan TK ABA; 4 buah SD (Sekolah Dasar) yaitu SDN 1, SDN 2, SDN 3, dan SDN 4; 3 SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama) SMPN 1, SMPN 2, dan SMP PGRI 1; 7 SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) yaitu SMUN 1(SMA), SMKN 1(SMEA), SMKN 2(STM), SMKN 3(SMPS), SMU PGRI 1(SMA), SMK PGRI 1(SMEA), SMK PGRI 2(STM)

4 Prasarana Jalan
Jalan Desa sepanjang 9 Km yang menghubungkan Jalan Lintas Sumatra—Purnama Tunggal yang membelah Poncowati membujur dari Timur ke Barat. Disetiap 200 meter dibuat jalan penghubung ke rumah-rumah penduduk. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here