Perancang Bangunan itu Dinonjob Gubernur Papua, Warga Papua Kecewa

JAYAPURA–Zonadinamika.com.  Ketua Solpap, Pdt. Dora Balubun mengatakan, sejujur-jujurnya bahwa mama-mama Papua sangat kecewa dengan sikap Gubernur Papua sebab sebenarnya tanpa sadar sudah memangkas dan memotong satu urat nadi perjuangan orang asli Papua dengan menonjobkan dari jabatannya yang selalu beliau pakai untuk menolong banyak orang.

“Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya atas nama pedagang asli Papua minta kepada pak. Gubernur bahwa ditinjau kembali dan diminta perhatian serta dukungan kepada pak Yan Ukago, menghargai dia sebagai anak asli Papua untuk ditempatkan selayaknya sebagai anak asli Papua,” harap Dora kepada media ini akhir pekan kemarin.

Posisi yang diisi oleh orang baru, pihaknya tidak tahu apa yang mereka kerjakan selama ini khususnya pendampingan terhadap orang asli Papua yang hidup di atas negeri ini. “Saya pikir seperti itu Bapak Gubernur tolong dipertimbangkan pikiran kami dan jangan mematikan kemampuan, kehebatan, kepandaian anak Papua untuk membangun negerinya sendiri,” ucapnya.

Ir. Yan Ukago, MT, mantan Kepala Bidang Cipta Karya dan Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Papua merupakan sosok pemimpin pembaharu atau sering dikena dengan sebutan tangan besi merupakan anak Koteka yang pintar, brilian dan berkarakter itu sengaja dibuang oleh anak Koteka sendiri, yakni  Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH.

Seorang staf Dinas PU Papua, Emanuel Kayame, SE menuturkan, sesungguhnya mereka melihat bahwa dalam Birokrasi Pemerintahan Provinsi Papua sedang dalam pembunuhan karakter bagi Orang Asli Papua (OAP) saat ini. “Dan kami anggap Pak Yan Ukago sebagai sebuah tiang besi  yang kokoh tertanam di dalam Pemerintah Provinsi Papua, namun Pak Gubernur dan kroni-kroninya sangat paksa untuk mematahkan sebuah tiang besih tersebut,” ujar Emanuel Kayame.

Kehadiran Yan Ukago di lingkungan Dinas PU Papua, ia menjelaskan, membawa perubahan besar dalam bidang-bidang teknis ke-PU-an karena sangat bermanfaat bagi instansti yang besar ini, bahkan situasi Bidang Cipta Karya juga berubah, tidak seperti Kabid-Kabid sebelumnya dalam hal pemberdayaandan kesejahteraan staf melalui bimbingan teknis ke-PU-an.

Ia mengatakan, berdayakan orang yang mampu dalam menangani pekerjaan teknis, kemudian gebrakan baru yang terjadi dalam bidangnya, tadinya sebagai staf biasa menjadi PPTK, sering jadi PPTK menjadi PPK dan Satker, ini tidak segampang orang buat demi memperbaiki kesejahteraan banyak orang melalui Bimbingan terdahulu.

“Kami yakin bahwa hal seperti itu bukan dari Bapak Gubernur tetapi benar-benar di buat oleh kroni-kroninya Gubernur untuk menjatuhkan elektablitas dan popularitas nama baik Bapak Gubernur Papua untuk kepentingan Pilkada Gubernur 2018 mendatang alias bunuh diri dari dalam kandang sendiri,” terangnya.

Hasil pelantikan OPD  Pemprov Papua oleh Gubernur Papua di Sasana Krida Dok II Jayapura, jelasnya, selama ini hubungan Gubernur dengan Yan Ukago sangat dekat. Apabila Gubernur butuh soal teknis langsung hubungi ke Yan. “Pak Gubernur menganggap Bapak Yan adalah tenaga inti yang ada dalam Pemerintahan ini. Tidaklah mungkin secara sengaja dibuat oleh pemimpin 01 di Papua,” katanya yakin.

Usai pelantikan, iapun langsung mendekati Gubernur dan menanyakan mengapa Yan Ukago tidak disbeutkan nama padahal sudah dapat undangan pelantik? Gubernur menjawab, ada beberapa pejabat yang tidak disebutkan nama dalam pelantikan. “Untuk itu kami akan chros chek kembali,” kata Emanuel menirukan ungkapan Gubernur Enembe.

Ia menegaskan, kata chros chek merupakan sebuah janji yang disampaikan Gubernur, maka pihaknya akan menagih jani tersebut di suatu saat. “Kami dari staf Dinas PU Papua akan datang minta janji tersebut,” singkanya.

Kepala Suku Besar Meepago di Tabi, Nus Gobay, SH, juga ungkapkan kekeceaannya sebab Yan Ukago selalu terlibat dan dukungan dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh keluarga besar suku Mee, kegiatan mahasiswa dan banyak membantu kebutuhan masyarakat suku Mee di wilayah Tabi.

“Masyarakat Papua pada umum melihat pak Yan sebagai satu-satunya seorang tokoh yang pengaruh dalam bidang keahlian tertentu yang dia miliki dan bidang itu lebih cocok di aplikasikan tempat lama ini. Sehingga banyak masyarakat kenal, dan ketika mendengar berita tentang non-job ini, masyarakat hurah dari mana-mana. Semua daerah sedang dibicarakan, minta alasan yang jelas kepada gubernur Papua,” tutur Nus.

Dalam bulan Maret 2017, lanjut dia, akan mobilisasi massa datang kepada Gubernur Provinsi Papua untuk minta tanggapan, apa alasannya tidak disebutkan nama beliau.

Sekretaris Jurusan Teknik Sipil USTJ, Hasan Erwin Laonso, ST. MT, menerangkan bahwa salah satu tenaga pendidik yang punya mobilitas, karakter hebat, punya Wawasan hebat ialah Ir. Yan Ukago, MT.

“Dengan adanya beliau bikin hubungan yang baik terhadap kampus USTJ dan Dinas PU itu ada ikatan. Ketika dosen atau mahasiswa ke Kantor PU harus ketuk pintu pertama adalah ruangan beliau. Itu luar biasa bagi saya secara pribadi maupun secara lembaga pendidikan,” katanya kenang.

Ukago, kaa dia, punya cara membimbing bukan hanya di dalam kampus, namun suruh mahasiswa datangdi rumah beliau untuk dibimbingnya, dan mohon maaf ini sangat luar biasa yang dosen lain susah ditiru. “Saya sangat hargai dengan perilaku dan wibawa beliau ini, dan satu-satunya anak Papua yang memiliki karakter dalam bidang ilmu teknik Sipil,” paparnya. (Yamoye’AB)

 

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan