Polisi Ngumpet, Saat Ratusan Kaum Hawa Asal Nias Barat Lakukan Demo

0
878

NIAS BARAT, Zonadinamika.com. Berbekal solidaritas terhadap sesama kaum hawa, Ratusan wanita asal Kecamatan Moro’o, Kabupaten Nias Barat, Pulau Nias, Sumatera Utara, Menyambangi Kantor Polisi Sektor Mandrehe, Untuk melakukan aksi demo menuntut proses keadilan hukum atas kasus pembunuhan yang menimpa warganya. Jumat (20/05/2016) Siang.

Unjuk rasa ini di awali dengan berjalan kaki sejauh 2 Kilometer dan sembari menenteng spanduk dan kertas manila bertuliskan sebuah tuntutan aksi, serta hanya mendapat pengawalan dari Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Nias Barat.

Kepada Wartawan, Salah seorang peserta aksi demo, Cahaya Lestari Waruwu, Jumat (20/5), Mengatakan bahwa aksi yang mereka lakukan ini merupakan bentuk solidaritas sebagai sesama wanita terkait insiden pembunuhan yang beberapa waktu lalu kerap terjadi di Kecamatan Moro’o dan Menurut dia hingga saat ini kasus – kasus pembunuhan tersebut belum ada titik terang serta terkesan di peti-eskan oleh Polsek Mandrehe.

“Dalam waktu sebulan ini udah dua kali terjadi kasus pembunuhan di Kecamatan kami ini. Hingga saat ini belum ada satupun yang terungkap. Bahkan pelakunya pun belum ada yang ditangkap. Kami kecewa saja karena Oknum Polisi itu terkesan tidak serius.”. Ucapnya dengan nada kesal.

Cahaya menambahkan bahwa pihaknya sangat resah akibat maraknya tindak kriminal di daerahnya. Dia juga mengatakan bahwa pihaknya pernah menyurati Kapolres Nias AKBP. Bazawato Zebua, Namun tidak pernah di respon.

“Beneran pak, Kami sangat resah sekali. Entah sampai kapan Kecamatan Moro’o ini bisa aman.”. Harapnya
Pantauan dilapangan, Sekitar 30 Menit orasi depan kantor Polsek Mandrehe, Demonstran kecewa karena tidak ada satupun pihak Polsek Mandrehe yang menerima. Sehingga demonstran langsung berpindah haluan menuju kantor Bupati Nias Barat memohon dukungan Pimpinan Daerahnya untuk mendesak Polisi mengungkap kasus – kasus kriminal di daerahnya. Jumat (20/05).

Informasi yang dihimpun Zonadinamika.com Adapun beberapa tuntutan para aktifis kaum hawa ini yakni meminta Kapolres Nias menjamin keamanan di daerah Moro’o, Mendesak Penyidik Polsek Mandrehe untuk mengungkap kasus – kasus pembunuhan di daerahnya termasuk kasus pembunuhan seorang Guru PNS di perbatasan Desa Onozalukhu dan Desa Hilisoromi (Kejadian pada tanggal 02 April 2015 dan hingga saat ini belum terungkap).

Tidak hanya itu, Kasus pembunuhan sadis terhadap siswi SMA N.1 Moro’o, berinisial ‘AW’ (16 Tahun), di perbatasan Desa Sitolubanua Fadoro dan Desa Hilifadolo (Kejadian pada tanggal 15 April 2016 dan hingga saat ini juga belum terungkap). Gadis dibawah umur ini ditemukan tewas terkubur di sebuah kebun sedalam 5 meter yang diduga sempat mengalami insiden perkosaan. (redzd)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY