Kunker Ketua TP PKK Ke Kapuas Hilir

KUALA KAPUAS –Zonadinamika.com. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas Ny Ary Egahni Ben Bahat SH beserta rombongan TP PKK Kabupaten melakukan Kunjungan Kerja dan Sosialisasi Program Kerja TP KK Kabupaten Kapuas di Kecamatan Kapuas Hilir, Senin (9/5) Pagi. Kedatangan Ketua TP PKK beserta rombongan disambut oleh Camat Kapuas Hilir Joko Labadijunjung dan Ketua TP PKK Kecamatan Ny Emmi Nomeri beserta anggota TP PKK Kecamatan Kapuas Hilir.

Kegiatan tersebut dihadiri pula oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat H Junaidi, Kepala Desa di Kecamatan Kabupaten beserta Ketua TP PKK Desa, Kepala UPTD Diknas Kapuas Hilir, Kepala UPT Puskesmas Kapuas Hilir, Kader-kader PKK, Anggota PKK Kecamatan/Kelurahan/Desa, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

Ketua Tim Penggerak PKK dalam sambutannya mengatakan, gerakan PKK adalah gerakan nasional dalam pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah yang pengelolaannya dari, oleh dan untuk masyarakat, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju terwujudnya keluarga yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri, kesetaraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan lingkungan yang dilakukan melalui 10 program pokok PKK.

Ia menyampaikan bahwa 10 Program Pokok PKK sangat penting dan ia pun mengundang secara khusus seluruh isteri dari Kepala Desa secara eksofisio yaitu mau tidak mau, suka tidak suka adalah Ketua TP PKK Desa, supaya lebih mendalami dan komperhensif apa yang dimaksud dengan 10 Program Pokok PKK.

Ary Egahni mengatakan, TP PKK Kabupaten Kapuas memiliki program-program unggulan yang saat ini sangat penting untuk disampaikan kepada Ketua TP PKK Desa, karena di dalam TP PKK secara berjenjang semua struktur organisasinya memiliki kepengurusan yaitu yang pertama adalah Kesekertariatan.

Terkait dengan itu ia mengungkapkan, Kesekertariatan didalamnya mengenai pemahaman tentang Administrasi PKK, hal ini penting diketahui terutama bagi Kepala Desa yang merupakan Dewan Pembina dari PKK Desa. Untuk itu, ia pun menghimbau kepada seluruh Kepala Desa untuk belajar juga tentang PKK supaya isteri yang juga Ketua TP PKK Desa dapat melaksanakan program dengan baik.

“Kalau programnya baik tetapi administrasinya kacau nanti berakibat pada pertanggungjawabannya menjadi kacau dan bisa ada temuan bagi kepala desa yang memberikan anggaran dana desa kepada TP PKK. Saya mengingatkan kepada Kepala Desa bahwa 70 persen dari anggaran dana desa wajib diberikan bagi pemberdayaan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Dalam hal tersebut, ia menjelaskan maksudnya adalah dana tersebut digunakan untuk infrastruktur desa, membangun rumah ibadah dan salah satunya untuk Program PKK di dalamnya serta hal-hal dianggap penting lainnya dan 30 persennya untuk operasional dari Kepala Desa.

Ia menekankan bahwa pembekalan bagi Kepala Desa yang diberikan oleh dinas/instansi terkait untuk dapat dipahami dengan baik supaya ke depan Kepala Desa tidak tersandung dengan dana desa yang begitu besar tersebut tetapi dapat mengeksekusi dana tersebut dengan baik untuk kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat.

Oleh sebab itu, ia menerangkan sosialisasi tersebut penting untuk dilakukan karena penyerapan dari kegiatan dalam 10 Program Pokok PKK sangat besar dan dapat menyerap dana yang sangat besar untuk kesejahteraan masyarakat yang ujung-ujung berakibat pada performance, kinerja dan bagaimana Kepala Desa dapat menjadi pembawa amanah yang baik dari masyarakat desa yang telah memilihnya.

Ary Egahni juga menjelaskan, selain Bidang Kesekertariatan, PKK memiliki Empat Pokja yaitu Pokja Satu tentang pemahaman dan penghayatan serta pengamalan Pancasila yang didalamnya terdapat program unggulan yaitu Pola Asuh Bagi Anak, ketika anak diberikan pola asuh yang benar maka tidak ada lagi yang namanya Narkoba dan LGBT.

Di Pokja dua memiliki Program Unggulan yaitu Pos Paud dan dari program dikembangkan pula menjadi Program Pos Paud Holistik Terintegratif dimana selaku Ketua TP PKK ia mendapatkan Juara Pertama se Indonesia dalam hal pengelolaan dan pendiri Pos Paud Holistik Terintegratif.

Untuk itu ia mewajibkan kepada setiap desa di Kecamatan Kapuas Timur apabila di desanya sudah terdapat Pos Paud ditambah lagi menjadi Pos Paud Holistik Terintegratif yang didalamnya terdapat Kelompk Bermain, tempat penitipan anak, taman kanak-kanak, Posyandu yang dilaksanakan sebulan sekali sesuai kebutuhan masyarakat dan terintegratif lainnya terdapat BKB (Bina Keluarga Balita) dimana para orang tua selain mengantar anaknya ke sekolah mereka juga mendapatkan pembekalan untuk menjadi orang tua yang hebat.

Ia menyampaikan untuk orang tua supaya tidak bosan untuk belajar karena anak-anak itu melihat teladan orang tuanya daripada mendengar.
“Berikuat di Pokja Dua ada program unggulan lainnya yaitu UP2K, kebutuhan seperti sayur mayur dan tanaman lainnya serta kebutuhan yang diolah dari sumber daya alam yang melimpah yang mudah didapatkan dibuatkan satu icon untuk UP2K nya dan bisa di jual di pasaran, dan apabila memiliki kualitas yang bagus bisa dapat tembus dipasaran modern seperti di Citimall,” katanya.

Pokja Tiga program unggulannya adalah Hatinya PKK, di program tersebut ia mengharapkan pula selain masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk tanaman bermanfaat, masyarakat juga memahami yang namanya Rumah Sehat, maksudnya masyarakat tidak harus memiliki rumah mewah tetapi rumah yang di dalamnya terdapat pencahayaan yang cukup dan ventilasi yang cukup, ketika kesehatannya baik,keinginan sekolah yang tinggi maka kesejahteraan yang baik akan tercapai.

Terakhir di Pokja Empat ia menerangkan, terdapat Program Satu Desa Satu Posyandu dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Untuk itu ia meminta UPT Puskesmas untuk Proaktif menggiatkan Kader Jumantik karena melalui informasi dari Dinas Kesehatan bahwa masyarakat Kabupaten Kapuas banyak terserang penyakit DBD dan Malaria.

“Intinya adalah tujuan sosialisasi ini yang pertama, bagaimana menjaga perilaku hidup bersih dan sehat yang baik, bagaimana memotivasi sejak usia dini anak-anak untuk dapat haus dan lapar akan pendidikan, kemudian bagaimana memanfaatkan halaman pekarangan dan yang ada di sekitar kita untuk menambah pendapatan keluraga minimal mengurangi pengeluaran uang belanja rumah tangga dengan hatinya PKK,” tekannya. (Angga)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan