Pengurusan KTP Kilat Di Disduk Batam Di Obral Mahal,Mardanis Patut Di Periksa

0
1089

Batam,Zonadinamika.com. Kian tubuh subur pengurusan jasa pembuatan KTP elektrik dengan sistem tembak ,alias kilat.Harganya begitu mahal ,apalagi bila si pengurus KTP tidak memiliki surat pindah dari daerah asal sesuai informasi yang beredar di tengah-tengah masyarakat di kenakan biaya antara Rp.1000.000,-sampai Rp.1500.000/satu berkas .

Hanya saja para pendatang yang baru memasuki kota Batam untuk mencari pekerjaan sering di kecewakan dengan mengeluarkan biaya yang cukup mahal hingga berbulan-bulan tidak selesai.Berbagai alasan terlontar dari mulut para jasa yang sering mangkal di kantor Disduk ,sebagai dalil lain blangko KTP habis ,disisi lain katanya kadis jarang di kantor.

Adapun pengurusan KTP kilat dengan proses pembuatan cepat di selesaikan tanpa adanya surat pindah daerah asal ,informasi yang beredar adanya permainan oleh oknum pegawai di kantor Disduk pengambilan blangko KTP serta cetak tanpa sepengetahuan kadis Discapil kota Batam.

Permasalahan pengurusan KTP kilat (tembak) sudah sejak dari dulu menjadi tradisi,tetapi pekerjaan ini sepertinya mendapat dukungan dari Pemko Batam ,DPRD kota Batam maupun dari lembaga penegak hukum.Sudah berpuluh tahun pengurusan KTP tembak di jadikan ajang sarang pungli ,terlihat sampai saat ini tumbuh subur.

Lambatnya sistem pengurusan KTP elektrik di kantor Discapil kota Batam menuai banyak protes dari tengah-tengah masyarakat.

Bahkan tidak jarang para konsumen pembuat KTP yang meminta pengurusan tembak, menarik uang dan berkas dari pihak jasa yang notabennya pengurusan lebih cepat melalui “ oknum pegawai Discapil”Dari informasi yang di gali oleh media ini para calo pengurusan KTP elektik sistem kilat bukan saja di tekuni oleh masyarakat biasa ,tetapi di sinyalir melibatkan oknum-oknum pegawai kantor Discapil.

Praktek pengurusan KTP secara kilat sepertinya sudah berantai,bagaimana tidak mungkin ,tarif uang biaya pengurusan KTP yang di pungut kepada seseorang bukan hal yang di rahasiakan lagi ,lalu siapa-siapa sajakah yang menikmati hasil pungli,apakah benar dana tersebut mengalir ke Walikota Batam.

Andre .S,saat di konfirmasi media ini (25/10/2015)di Batam Centre mengatakan “saya menjadi kebingungan ini sudah lama melakukan perekaman E-KTP di kantor Discapil sampai sekarang belum selesai pada hal itu perpanjangan.

Sementara tetangga saya baru 3 hari menginjakkan kakinya di kota Batam,dianya mengurus KTP baru tanpa surat pindah dari daerah asal dalam waktu 3 hari selesai.Misalnya hari ini melakukan perekaman E-KTP di kantor Discapil besok harinya sudah di antarkan pihak calo/jasa.

Waktu saya bertanya kepada calonya kok bisa kilat ya…beliau menjawab “semua sudah serba uang ,kalau tidak ada uangnya alias prosedur sepertinya pengerjaan untuk cetaknya di lama-lamakan,kalau mau untuk jenis perpanjangan cukup satu minggu pasti selesai ,tetapi harus bayar Rp.400.000,-katanya kepada saya.

Kalau begini terus sistem pelayanan kepada masyarakat di kantor Discapil,seluruh pegawai di sana sudah pasti kaya-kaya ,anehnya lagi di Jakarta sana korupsi sedang di brantas ,sementara di kota Batam terlihat redup.Saya curiga jangan-jangan uang hasil pengurusan E-KTP secara tembak /kilat para muspida daerah maupun penegak hukum di kota Batam ikut ambil bagian ,tuturnya.

Untuk memperoleh informasi yang akurat media ini mencoba berulang kali mendatangi kantor Dinas kependudukan kota Batam ,tetapi sdr.Mardanis (kadisduk)terkesan selalu menghindar dari kejaran wartawan.

Setiap hari calo terlihat lalu lalang bebas masuk kantor,bahkan para pegawai terlihat keluar masuk mengambil berkas dari para klaennya.Sulitnya pengurusan E-KTP di kota Batam bukanlah hanya di mamfaatkan para calo musiman ,tetapi sudah melibatkan oknum pegawai yang di duga atas dukungan sdr.Mardanis (Kadisduk) kota Batam.(TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here