Gawat..! Oknum TNI mengaku Colektor dimassa Warga Teluk Sentosa Panai Hulu.

0
361

Labuhanbatu-Zonadinamika.com. Warga Dusun IX dan X desa Teluk Sentosa Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu,Jumat malam pekan lalu dihebohkan adanya pengambilan paksa atas sepeda motor milik Tom dan Muliaman. sementara sepeda motor ke dua warga itu sedang di pakai dijalan.

Gerombolan dari pelaku yang memaksa ambil sepeda motor tersebut berjumlah 7 orang mengenderai mobil Avanza warna hitam dengan nomor Polisi BK.1556 MM

Ketua Ranting Pemuda Pancasila desa Teluk Sentosa – Panai Hulu,Sugianto Tarigan.SH yang mengaku berada dilokasu kejadian malam itu menjelaskan kepada Sabtu (24/10) di salah satu warung kopi di Ajamu,bahwa :
Duduk kejadiannya sewaktu Tom (35) dan Muliaman (40) ngobrol dijalan dusun Sei.Pinang masing-masing duduk diatas sepeda motornya.

Tiba-tiba mereka dihampiri kata Anto, beberapa orang yang menaiki mobil,langsung turun mengambil kunci dari sepeda motor ToM dan Muliaman, mendengar ucapan “kami dari Colector Untuk mengambil sepeda motor iniL” menirukan ucapan gerombolan itu.

“Tom dan Muliaman yang sama sekali tidak mengenali colektor itu langsung ribut dan bersikukuh untuk mempertahankan sepeda motor mereka dari tangan yang mengaku colektor itu sehingga terjadi keributan.”Ujarnya.

Selajutnya Dikatakan Anto, Masyarakat yang mendengar adanya keributan pada awalnya keluar hanya beberapa orang,namun setelah diketahui permasalahannya hampir penduduk dusun itu tidak terkecuali laki-laki maupun perempuan dan anak-anak turun kelokasi kejadian,untuk membantu Tom dan Muliaman.

“Melihat ramainya penduduk yang datang tiga orang dari rombongan mengaku Colektor ini melarikan diri sedangkan empat orang bertahan yang mengaku dari Oknum TNI,namun keempat orang ini tidak sempat dihakimi massa karena masih ada Para tokoh masyarakat yang melarang massa untuk tidak melakukan tindakan anarkis,namun banyaknya massa kaca belakang mobil Avanza yang mereka bawa pecah dan body peot-peot serta seluruh ban mobil itu dikempiskan.”Kata Anto.

Menurutnya, melihat kebencian massa ini sudah akan melakukan pembakaran mobil Avanza itu, Anto menghubungi Pos Polisi Ajamu,menyampaikan kejadian,dengan waktu singkat Anggota Polisi dari Pos Ajamu sampai di lokasi kejadian.

“Namun, massa masih berteriak teriak” bakar mobilnya… Bakar mobilnya”.
Dari pemeriksaan sementara dari keempat orang ini satu orang mengaku dari oknum TNI dan mengeluarkan Kartu Tanda Anggota (KTA) dari KTA ini diketahui namanya Pramono dari Sei Rampah.
Berdasarkan KTA, di hubungi POM Labuhanbatu Rantauprapat,dilaporkan permasalahannya sekitar lebih kurang dua jam petugas POM ini sampai dilokasi kejadian.”Ucapnya.

Setelah beberapa saat Anggota POM melakukan tanya jawab lanjut Anto, ke 4 orang dari yang mengaku Colektor ini bersama mobilnya dibawa ke Rantauprapat,sementara sepeda motor yang sudah sempat diambil ini diserahkan kembali kepada si Pemilik.Untuk mengungkap modus dari kejadian ini akan terus diikuti. (AFH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here