Bupati Dedi Ancam Kebebasan Ulama Bernada Provokatif

0
383

Purwakarta,Zonadinamika.com. Tak hanya mengatur ketentuan pembatasan jam pacaran, Perbup No 70/2015 tentang Desa Berbudaya juga memuat larangan penceramah menyampaikan kalimat provokatif di masyarakat.

“Ya, nanti tidak boleh lagi ada pencermah yang provokatif,” kata Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, saat menyampaikan arahan di hadapan para kepala desa se-Purwakarta di Pendopo Purwakarta, belum lama ini.

Menurutnya, ajakan kebaikan tak semestinya disampaikan dengan nada provokatif. Apalagi hingga menyeru merusak fasilitas publik. Sebaliknya, cukup dengan memberi teladan. Metode ceramah seperti itu bahkan diklaim Dedi lebih efektif, dibanding hanya menyuruh dan menyeru orang. “Orang justru akan lebih simpati jika ceramah disampaikan dengan bahasa yang santun. Terlebih dikuatkan dengan sikap memberi teladan,” ujar Dedi.

Jika kedepan masih ditemukan penceramah yang masih provokatif, lanjut Dedi, masyarakat diperbolehkan menurunkan yang bersangkutan dari panggung. Ketentuan ini cenderung bersifat sanksi sosial. Namun, desa bisa menerjemahkannya dalam bentuk peraturan desa. “Kalau masih ada yang provokatif, turunkan saja oleh masyarakat,” seru Dedi.

Diketahui, baru-baru ini Pemkab Purwakarta mengeluarkan sejumlah kebijakan baru. Salah satunya Perbup No 70/2015 tentang Desa Berbudaya. Dimana didalamnya diatur tentang pembatasan jam berkunjung pacar hingga maksimal pukul 21.00 WIB. Sanksi bagi mereka yang melanggar ialah nikah paksa, setelah tiga kali mendapat peringatan. Ketentuan lainnya, warga dihimbau mematikan lampu luar ruangan di setiap malam Purnama, yang jatuh pada malam ke-14 setiap bulan Qomariah.

Selain itu, masyarakat juga dihimbau menghidupkan kembali siskamling dan kerjabakti, serta budaya positif lain di masyarakat. Bagi mereka yang tidak suka kerja bakti, empat sanksi sosial bahkan disiapkan. Pertama, jika yang bersangkutan sakit tidak akan ditengok. Kedua, jika menggelar hajatan tidak akan dihadiri undangannya. Ketiga, jika rumahnya kebakaran, tidak akan dibantu dipadamkan. Dan terakhir, jika yang bersangkutan meninggal dunia tidak akan dibantu dikuburkan. (ZD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here