Pemimpin Gagal Membangun Daerah Karena Menggunakan Lambang Pendekar Wiro Sableng.

0
1085

Jayapura,Zonadinamika.com,Kemajuan suatu daerah ada pada pemimpin daerah tetapi kengataanNya tidak seperti di mana banyak orang harapkan kemajuan pembangunan daera di mana-mana di seluru pesok indonesia kebanyakan pemimpin daera menggunakan lambang pendekar wiro sableng 212 akibat lamban tersebut itu pembangunan daera jadi sasaran akhirnya kenajuan daera mogok dalam berbagai aspek.

Kegagala membangun dan kemajuan pembangunan suatu daerah ada pada Tuan-Tuan daerah namun banyak daerah selalu menggunakan gaya kepemimpinanNya 212 lambang pendekar wiro sablen artinya dua tahun untuk balas budi utan politik.

Satu tahun untuk mengapdi daerah dan dua tahun terakhir di gunakan untuk kepentingan Tuan-tuan seperti itulah yang menggunakan pemimpin-pemimpin jaman sekarang ini sehingga terjadilah kegagalan membangun suatu daerah.

Sebenarnya juru kemudi suatu daerah ada di tangan pemimpin daerah tetapi kenyataanNya daerah yang dia memimpin jadikan lahan yang shi pemimpin mencari nafka hidup,hal tersebut di sampaikan minggu 27/09/15,siang jam14,00 (WIT).

Hjon Tegetai Pigome menilai pemimpin klas kakap sampai dengan eselon empat (4) semuanya mengunakan lambang pendekar wiro sablen dua satu dua (212) sehingga dalam lima(5) tahun mereka merasakan mereka adala malaikat di langit pada hal setela lima tahun kemudian mereka juga merayap macam kura-kura karena pemimpin lima tahun kedepangnya orang ambil ahli dan itu pun gaya kepemimpinannya sama seperti pemimpin yang sebelumnya.

Setelah rakyat kaderkan pemimpin baru pun gaya kepemimpinanNy tetap saja menggunakan lambang pendekar wiro sableng karena sudah budayakan dari pemimpin-pemmpin sebelumnya dalam pengapdian dan membangun daera di pelosok negara indonesia ini itu semua terlihat di kaca mata masyarakat Indonesia katanya.

Lanjut kata Duluh Bole, ini banyak orang menilai kata itu sangat sederhana tapi menurut pigome kata itu sangat bermakna karena jaman duluh itu bersifat benbantu dan bersifat membangun,dan pulah juga duluh pendekar wiro sableng menggunakan lambang 212 untuk bersifat membantu dan membangun daerah tapi pendekar-pendekar daerah yang sekarang menggunakan setiap daerah ini sangat-sangat anee benar kataNya.(pilemon waine)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here