Jika Benar Syamsul Dimutasi 2013,Mutasi Syamsul Di Duga Langgar PP 74 tahun 2008

Prabumulih,Zonadinamika.com. Mutasi Syamsul Hidayah dari Guru ke staf Humas dan Protokol yang di beri tugas Pejabat Pelaksana Tugas Teknis Kegiatan (PPTK) oleh Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol di duga akal-akalan,dan Jabatan sebagai PPTK yang sedari januari 2014 hingga sekarang di jalaninya di duga cacat hukum.

Pasalnya,Berdasarkan hasil investigasi yang di himpun dari berbagai sumber di ketahui bahwa mutasi atau penempatan guru ke jabatan struktural di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih di duga telah melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 74 tahun 2008, tentang guru dan sekaligus mencedarai rasa keadilan,dan ini patut menjadi perhatian serius.

Salah satu pasal yang diduga dilanggar, dimana dengan tegas dan jelas dalam PP Nomor 74/2008, tepatnya Bab VI Bagian Kedua Pasal 61 dinyatakan (1) Guru yang diangkat oleh Pemda dapat atau ditempatkan pada jabatan struktural sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan (2) Penempatan pada jabatan struktural dapat dilakukan setelah guru yang bersangkutan bertugas sebagai guru paling singkat 8 (delapan) tahun.

Aturan PP jelas,minimal telah bertugas paling singkat 8 tahun, tapi berdasarkan informasi di ketahui bahwa Syamsul Hidayah yang dimutasi ke struktur itu belum sampai 8 tahun bertugas dan langsung di beri tugas sebagai Petugas Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) padahal masa tugas nya sebagai guru dari 2009-2013 waktu di mutasi.

Padahal disamping itu pula jelas, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, sebagai lembaga negara yang diberikan kewenangan merumuskan kebijakan dalam rangka pendayagunaan PNS secara efektif dan efisien, telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor : SE/15/M.PAN/4/2004 Tanggal 25 April 2004 tentang Larangan Pengalihan PNS dari Jabatan Guru ke Jabatan Non Guru yang secara tegas meminta kepada Gubernur dan Bupati/Walikota untuk segera menghentikan dan melarang pengalihan PNS dari jabatan Guru ke jabatan lain.

Surat Edaran tersebut disusul dengan surat Men.PAN Nomor :B/1440/M.PAN/7/2004 tanggal 20 Juli 2004 perihal Penjelasan Surat Edaran Men.PAN Nomor : SE/15/M.PAN/4/2004 Tanggal 25 April 2004 yang menegaskan bahwa “Guru hanya dapat dipindahkan ke jabatan lain dalam lingkup bidang keilmuan yang serumpun, antara lain Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, Kepala Dinas/Sub Dinas/Cabang Dinas, Kepala Bidang/Subdit, dan jabatan lain yang mengelola bidang pendidikan.

Berdasarkan investigasi Media Rakyat kenyatan yang terjadi di Kota Prabumulih, syarat tersebut tidak berlaku dimana Syamsul Hidayah dipindah ke struktural yang di beri tugas sebagai PPTK Humas padahal Syamsul diangkat jadi PNS sebagai guru baru maret 2009 kemarin, tetapi pada Desember Tahun 2013 di duga dipindah ke Staf Sekda yang di beri tugas sebagai PPTK padahal dia baru 4 tahun di diangkat menjadi PNS sebagai guru.

Di samping itu pula ada keraguan data dan keterangan yang di berikan BKD Prabumulih soal pemutasian Syamsul,yang mana data yang di tunjukan BKD Prabumulih pada saat media rakyat menanyakan soal Syamsul ini,Kepala BKD Kota Prabumulih M.Ali yang di damping Kabid Bagian mutasi Heri,Senin (14/09) menunjukan data mutasi atas Nama Syamsul Hidayah tertanggal 2 Desember 2013,yang mana dari data tersebut tertera nama Syamsul Hidayah golongan IIIa di mutasi dari SMPN 9 ke Staf Sekda Prabumulih dan belum di mutasi lagi hingga sekarang,tentunya data ini jelas berbeda dengan data yang di muat BKN secara online,yang dapat di akses berdasarkan NIP dapat di lihat data Syamsul Hidayah berdasarkan BKN di ketahui bahwa Syamsul Hidayah masih berstatus guru SMPN 9 dengan pangkat IIIb.

Nah dari situ sudah dapat di duga,jika ini hanyalah kesalahan dalam penyesuaian data,atau data belum di ubah oleh BKD Prabumulih ke BKN,mengapa pangkat dan Jabatan Syamsul ini sudah serta merta berubah dan naik menjadi IIIb dan masih sebagai guru dengan jabatan guru pratama,bukankah sebelumnya diduga jelas tertera pada petikan Putusan Walikota Prabumulih Nomor : 378/KPTS/BKD.II/2013 pada lampiran itu di tulis Jabatan/golongan ruang Syamsul masih IIIa yang di mutasi ke Staf Humas dan Protokol,dan di sinilah keraguan data tentang Samsul Hidayah yang di duga dua peran yakni di struktural dan pungsional yang diduga di sengaja guna kepantingan tertentu pejabat dari jabatan politik Pemkot Prabumulih.

dari Lampiran yang di tunjukan BKD selain dugaan tidak terdaftarnya Syamsul Hidayah pada absen pingerprint Pemkot Prabumulih dan belum adanya struktur organisasi bagian Humas atas nama Syamsul Hidayah saat di cek di data BKD jum’at (11/09) kemarin yang di bukakan salah satu Staf BKD saat wartawan media rakyat mempertanyakan hal itu.

Kepala BKD Prabumulih M.Ali meski tidak di akuinya secara terang,memintakan maklum soal pengalihan status samsul tersebut terkait PP 74 tahun 2008,selain itu dia juga menjelaskan bahwa kalo soal pingerprint atau absen elektronik hal itu wajib bagi seluruh pegawai yang satu atap yakni di lingkungan kerja gedung Pemerintah Kota Prabumulih,dan itu jelas akan di berikan sanksi jika di langgar,karna juga ada reward bagi pegawai yang rajin yakni umroh.

Ditanya soal efisiensi data yang di dapat dari pinger print,Ali juga menjelaskan bahwa pinger print itu sekedar jaring dan juga tidak menutupi kemungkinan walau ada pinger print itu,pegawai akan korupsi waktu,semisal absen pagi jam 7:30 WIB terus pulang dan datang lagi kesorean harinya jam 16:00 dan ini secara administrasi termasuk pegawai rajin.

“Kami juga pernah di protes pegawai karna rewad,soal itu tadi,bahkan berdasarkan laporan ada pegawai yang ngabsen pake daster,dan di cek melalui CCTV ternyata benar adanya,kami berharaf kita sama-sama memantau,jika ada pegawai yang seperti itu,laporkan ke inspektorat nanti inspektorat yang akan menindaknya,karena inspektorat polisinya PNS” jelas Ali.

Sampai berita ini di turunkan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Prabumulih Sri Pramaisuari Yudistira belum dapat di tanyai soal Surat Keputusan (SK) pengangkatan Syamsul Hidayah sebagai PPTK,dan Kasubag Humas selaku atasan Samsul secara langsung masih belum dapat di temui karena tidak berada di tempat kerjanya.(alex effendi)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan