Quota Micol Di Duga Masuk Kawasan FTZ Meningkat,Aksi Penyelendupan Jalur Lintas Laut Masih Marak

0
269

micol editBATAM-Zona Dinamika com.Bukan hal yang terbaru lagi kota Batam banyak di kenal di kalangan pengusaha sebagai pulau paling strategis untuk melakukan penyeludupan barang melalui jalur lintas laut.marak nya pelabuhan –pelabuhan yang tidak ada kontribusinya pada pemasukan daerah ,akibat pembiaran pemerintah tidak berperan aktif melaksanakan pengawasan masuk –keluarnya barang di dalam kawasan FTZ. Semestinya BP Batam mempunyai kewenangan untuk membatasi permintaan pihak Distributor /perusahaan di dalam kawasan FTZ(kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas).Operandi penyeludupan sering di mamfaatkan oleh orang –orang yang mempunyai kekuasaan ,jaringan dengan oknum tertentu sehingga Quota barang bisa saja sudah melebihi dari jumlah penduduk yang ada dipulau Batam di seludupkan untuk di luar kawasan FTZ.

Kenyataan selama ini para cukong Micol (Minuman Beralkohol)sering memfaatkan pelabuhan rakyat antara lain pelabuhan di Telaga Punggur ,Sagulung ,Barelang ,Rempang dan Galang serta pelabuhan Pantai Stress sebagai jalur lintas laut penyeludupan micol.Bukan hanya pelabuhan rakyat saja,para cukong micol ilegal juga sudah memamfaatkan pelabuhan resmi seperti pelabuhan RORO di Telaga Punggur para petugas terkesan tidak melakukan pemeriksaan terkait manifes barang yang sudah terbungkus di dalam kardus untuk di kirim keluar Batam seperti kedaerah Tanjung Pinang dan Bintan.Bukan hanya pelabuhan RORO ,pelabuhan Sekupang di peroleh informasi ,hampir setiap hari para cukong micol ilegal memamfaatkan kapal Ferry sebagai jalur lintas barang untuk menyeludupkan micol kedaerah lain seperti : Karimun,Selat Panjang ,Bengkalis maupun Dumai.Jika di perhitungkan selama ini berapa besarkah kerugian negara dari sektor pendapatan Cukai minuman beralkohol ?
Untuk memperoleh data akurat tentang jumlah kuota micol masuk Batam awak media ini mencoba mendatangi kantor BP Batam tetapi pejabatnya tidak berhasil di temui .,Saat awak media ini

menghubungi ponsel bapak Fitra Komaruddin sebagai Deputi lalu lintas barang tidak menjawab ,hanya mengirimkan pesan sms singkat melalui ponsel selulernya “lusa pak ,saya masih di Jakarta”pada tanggal 13-4-2015.Sementara awak media ini berusaha mengkonfirmasi tetapi pejabat BP Batam lebih memilih bungkam.Di ketahui perusahaan sebagai pemaoonasok micol di kota Batam antara lain : PT.Aneka Citra ,PT.MSAS,PT.Tiga Benua ,PT.Lim Siang Huat,serta PT.Surya Cipta.Berapa besarkah kuota setiap bulan masuknya micol di kota Batam atas 5 perusahaan tersebut ?Pernahkah Pemerintah kota Batam maupun BP Batam melakukan evaluasi dengan pengusaha micol terkait jumlah barang yang masuk ,dan kemana saja semuanya di distribusikan ?**SS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here