Debt Colektor Adira Bergaya Begal

korban membuat pengaduan di polresta medanMEDAN,Zonadinamika.Online
Aksi anarkis debt colektor Adira kian tidak terkendali dan seakan semena-mena memperlakukan konsumennya dengan berperilaku gaya begal.

Hal ini terjadi terhadap seorang konsumen dan juga wartawan di media online yang bernama opin (31) warga Jalan Gaperta Ujung, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia. Sepeda motor Honda Tiger BK 4615 XE miliknya dirampas paksa. Akibat perampasan paksa itu, korban mengalami luka dibagian tangan dan kakinya terkilir.

Peristiwa perampasan itu terjadi Selasa (31/3/2015) sekira pukul 15.30 WIB. Saat itu korban hendak melakukan peliputan yang dipaparkan Kasat Narkoba Kompol Dony Alexander di Polresta Medan.

Dari Polsek Sunggal korban melaju. Setiba di Jalan Merak Jingga, korban diteriaki “Woi”. Mendengar teriakan itu sontak korban menoleh dan melaju pelan layaknya hendak mengetahui apa yang terjadi atas teriakan itu.

Disini, Dua pria yang diketahui seorang diantaranya bernama Jhonry berboncengan mengendarai Honda Matic Vario warna Hitam mengejar dan langsung memepet hingga hampir menabrak korban. Membuat korban terkejut, tiba-tiba dari arah belakang 2 sepedamotor dengan 4 pria berbadan besar berboncengan mencegat laju korban hingga membuat korban berhenti masing dalam kondisi mesin menyala tepat dipersimpangan Jalan Timor, Kecamatan Medan Timur.

Disinilah, 2 dari 4 pria tadi turun dan langsung berdiri didepan kreta korban tepat mengangkangi roda depan kreta korban agar tidak bisa kabur. Sementara seorang pria yang mengaku Jhonry mengatakan kepada korban kalau sepeda motor tersebut bermasalah. Secara tiba-tiba pula, dua kereta dengan 4 pria lagi diduga aparat menyusul hingga mengepung korban layaknya mengkondisikan lokasi bilamana ada petugas kepolisian atau TNI yang datang, mereka bisa langsung menetralkan lokasi kejadian agar pihak lain tidak ikut turut campur dalam hal perampasan kereta itu.

Bersamaan, pelaku yang tadinya mengangkangi roda kereta tersebut langsung mencabut kunci kontak l

mengangkangi roda kereta tersebut langsung mencabut kunci kontak layaknya pelaku begal. Tidak sampai disitu, 4 pria lainnya langsung langsung menarik kaki korban kebarah belakang dan mengangkat kaki korban sekuat tenaga agar korban terlepas dari atas kereta.

Sementara dua pria lain memegangi kedua tangan dan tubuh korban agar tidak dapat melakukan perlawanan. Suasana menjadi ramai, namun tidak seorang wargapun yang mau membantu korban. Diduga warga sekitar takut karena diduga pada kelompok belasan pria tersebut diback-up oknum polisi dan TNI. Seperti halnya dikatakan seorang pengusaha tempel ban tepat dipersimpangan Jalan Timor itu.

“Memang setiap hari orang itu diwarung sini bang. Orang itupun juga gabung sama TNI dan Polisi,” kata pria berdarah batak enggan menyebutkan namanya.

Sesaat dikerumunan itu, seorang oknum berpakaian Polisi Militer melintas dan sempat mempertanyakan kejadian itu, seorang pria menjawab membuat oknum Polisi Mmiliter (PM) tersebut juga langsung angkat kaki dan pergi meninggalkan lokasi kejadian.

Disinilah 12 colektor bergaya begal ini menggotong dan  mencampakkan korban ke badan jalan/aspal. Sementara seorang pelaku lain langsung membawa kabur kereta milik korban. Akibat perilaku begal yang dilakukan para pelaku, korban kehilangan sepeda motor miliknya dan juga tangan kanannya terluka dan kakinya terkilir.

Setelah itu, belasan pria itu langsung kabur meninggalkan korban begitu saja. Suasana yang sebelumnya ramai, sontak sepi.

Mengaku menjadi korban perampasan dilakukan debt colektor bergaya begal itu, korban mendatangi Polresta Medan guna membuat laporan pengaduan. (Rp82)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan