RSI Fatimah Tolak Pasien Yang Gunakan Fasilitas BPJS?

0
170
RSI Fatimah dan Humas Suprapto

BanyuwangiZonadinamika.com.  Mendapatkan pelayanan kesehatan adalah salah satu hak mutlak siapapun,  namun tidak untuk Junjung Subowo, warga Perum Sobo Asri 2, Kelurahan Tukang Kayu, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.  Dirinya terpaksa merasakan kekecewaan karena diduga pihak Rumah Sakit Islam Fatimah di Jalan Jember No. 25 Banyuwangi menolak dengan alasan yang tidak jelas saat dirinya menggunakan fasilitas BPJS untuk pengobatan anak sulungnya yang sakit typus bernama Krisna Subowo. Senin lalu (6/11/17) sekitar pukul 21.00 WIB.

Namun anehnya, pihak RSI malah  menyodorkan surat pernyataan yang isinya menyebutkan bahwa keluarga pasien bersedia membayar secara tunai untuk pengobatan anaknya. Tànpa berpikir panjang orang tua pasienpun menandatangani pernyataan tersebut dengan harapan agar sakit anaknya segera ditangani.

“Istri saya yang tanda tangan mas, yang penting anak saya segera di tangani,” ungkap Junjung, orang tua pasien, Sabtu (11/11/17).

Junjung Subowo mengaku heran, kenapa kartu BPJS miliknya tidak bisa digunakan untuk berobat di RSI Fatimah. Padahal, RSI tersebut jelas-jelas bekerja sama dengan BPJS.

“Saya ini secara rutin sudah membayar BPJS kesehatan tiap bulan. Terus kalau tidak bisa digunakan untuk berobat di rumah sakit, untuk apa gunanya ?!,” sesal Junjung Subowo dengan nada heran.

Warga Perum Sobo Asri itupun juga menyayangkan penanganan RSI Fatimah yang terkesan lebih mengutamakan urusan administrasi daripada langsung menangani pasien.

“Harusnya pasien itu ditangani dulu, soalnya menyangkut nyawa manusia. Masalah administrasi kan bisa diurus kemudian toh,” sergahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Pihak RSI Fatimah  melalui humasnya, H. Suprapto menyatakan pihaknya belum bisa memberikan jawaban terkait penolakan berobat dengan menggunakan BPJS Kesehatan dimaksud.

“Terimakasih informasinya mas, akan kami lakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Hasilnya seperti apa, nanti akan kami informasikan lagi,” jelasnya.

Namun, Humas Suprapto menegaskan, jika dalam kasus tersebut benar-benar ada pelanggaran, pihak management rumah sakit siap melakukan pembenahan.

“Jika nanti ditemukan pelanggaran yang dilakukan karyawan, kami siap melakukan pembenahan. Termasuk memberikan sanksi kepada yang bersangkutan,” tandasnya.

 

(Taufan Dani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here