Penyidik Polda Metro Jaya Tegaskan, Tidak Ada Perintah Melakukan Pemangaran dan Penggembokan.

0
121
Vincent suami Stephani Maria Vianney Pangestu saat melakukan penggembokan secara paksa

Jakarta-Zonadinamika.com. Tindakan arogansi Vincent suami Stephani Maria Vianney Pangestu, SH. Dan selalu membawa banyak orang yang diduga sebagai bayaran untuk melakukan tindakan upaya penyerobotan gedung jaminan  atas pinjaman Suryadi Sudi Gunawan kepada Tjie Wey Kien dan tidak tunduk keputusan akan perkara No. 74/PDT.G/2015/PN.JKT.UT tanggal 30 Juni 2015 membuat Tjie Wey Kien semakin geram.

Jaminan hutangnya tersebut Suryadi Sudi Gunawan memberikan kuasa menjual kepada Tjie Wey Kien atas 2 (dua) buah ruko milik Suryadi Sudi Gunawan sebagaimana SHM NO.738/Bidara Cina dan SHM No.739/Bidara Cina di Jl.Otto Iskandar Dinata No.109 Jakarta Timur.

Dalam surat kuasa menjual tersebut diberikan hak jual kepada Tjie Wey Kien untuk menyewakan kedua ruko tersebut, dan dituangkan dalam Akta Kuasa menjual tertanggal yang sama dengan waktu pembuatan akta pengakuan hutang tersebut diatas, juga dibuat dihadapan notaris Stephani Maria Vianney Pangestu, SH sendiri.

Ironisnya, Stephani Maria Vianney Pangestu, SH selaku notaris berusaha menghalangi Tjie Wey Kien  untuk menguasai jaminan pasca putusan perkara No. 74/PDT.G/2015/PN.JKT.UT tanggal 30 Juni 2015 yang dimenangkan oleh Tjie Wey Kien.

Upaya menghalangi Tjie Wey Kien untuk mengusai fisik, Stephani melakukan berbagai aksi, baik penekanan pada orang yang mengontrak juga pemasangan spanduk larangan dan memagar ruko secara paksa.

Dugaan upaya melancarkan siasat busuk dan stephani melaporkan  Tjie Wey Kien Cs pada polda Metro Jaya dengan tuduhan melanggar pasal 385 KUHP.

Usai membuat laporan dan memeriksa terlapor, pihak penyidik hingga saat ini tidak bisa menaikan laporan tersebut pada tingkat penyilidikan, ironisnya dengan gagah-gagahan Stephani Maria Vianney Pangestu, SH nekat menyegel gedung dengan memasang pagar dan spanduk larangan.

Tindakan yang tidak berkekuatan hukum tersebut membuat Tjie Wey Kien semakin berang, bahkan melaporkan kembali Vincent suami Stephani Maria Vianney Pangestu, SH yang melakukan penggembokan dan pemangaran tersebut pada Polda Metro Jaya.

Terkait laporan  LP2717/VI/2017/PMJDitreskrimum tertanggal  Juni 2017, Penyidik Polda Metro Jaya Brigadir Imbrozal kepada Zonadinamika.com bebarapa waktu lalu mengatakan, bahwa pihaknya (Penyidik-red)  tidak perna memerintahkan untuk pemasangan spanduk,sebab laporan tersebut masih dalam tahap penyelidikan,belum sampai pada tahap penyidikan.

Didampingi Gordon Hutapea,SH dan Harry Fransiskus Hasugian,SH selaku kuasa hukum Tjie Wey Kien,membuat laporan di Polda Metro,dengan no LP/5163/X/2017/PMJ/DitReskrimum, 24 Oktober 2017,di tanda tangani oleh kepala sentra pelayanan kepolisian Polda Metro Jaya Ka Siaga III Komisari Polisi Deti Juliawati.

Meningat akan kekuatan hukum yang dipegang oleh  Tjie Wey Kien untuk menguasai fisik masih mengalami hambatan  akibat ulah Stephani Maria Vianney Pangestu, SH.pejabat PPAT/ Notaris yang berkantor Kompleks perkantoran Bonagabe blok A.no.7 Jakarta Timur.

Tindakan anarkis yang selama ini di perankan oleh Stephani bersama suaminya bahkan dengan orang bayaranya, telah membuat yang mengontrak resah, bahkan di paksa harus minggat, tegas Tjie Wey Kien.

“Saya tahu,itu hanya akal-akalan Stephani agar dirinya bisa memiliki ruko tersebut,dan saya menduga Suryadi Sudi Gunawan itu sudah kabur karena banyak utangnya,Stephani hingga berani membayar orang untuk mendampingi dia melakukan tindakan semaunya,disitu ada niat jahatnya, bahkan saya menduga dia sudah bersekokongkol dengan Suryadi Sudi Gunawan, Terang Tjie Wey Kien.

Jalan satu-satunya,Viencent suami Stephani Maria Vianney Pangestu, SH yang melakukan penggembokan dan pemangaran itu sudah bertentangan dengan KUHP 167.

Coba apa hak Stephani melakukan itu,kuasa hukum tidak, dia hanya sebatas notaris,dan dia juga  yang menerbitkan akte terhadap   Saya (Tjie Wey Kien-red)  dengan Suryadi Sudi Gunawan yang tertuang dalam Akta Pengakuan Hutang No.13 tertanggal 24 Juni 2014  kenapa mala dianggap tidak sah dengan alasan tidak di registrasi? Tambah V Tjie Wey Kien   dengan nada Tanya.

Dapat melalui laporan ini, semua akan terungkap nanti, apakah Suryadi Sudi Gunawan dengan Stephani Maria Vianney Pangestu, SH benar-benar bersekongkol menjual ruko yang sedang bersengketa dan tidak mengembalikan segala utang piutang bahkan tidak diketahui oleh Tjie Wey Kien  selaku pemengang jaminan dari Suryadi Sudi Gunawan, maka keduanya layak di jebloskan ke penjarah.(tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here