Kepsek SD 01 Bojong Salaman Semarang, Tilep Uang Sewa Aset Negara?

0
157
Sutari,S.Pd kepesek SD 01 Bojong salaman semarang

Semarang-Zonadinamika.com. Sutari kepala sekolah SD 01 Bojong Salaman Semarang Jawa Tengah  dianggap menjadi bobok buruk dan mengecewakan bagi salah satu keluarga di Semarang,meningat sepat terjang oknum kepala sekolah ini selalu terkesan sangat kurang bersahabat.

Setelah menjadi sorotan dugaan praktek korupsi dalam pelaksanaan proyek rehap sekolah tahun anggaran 2015 yang mencapai besaran ratusan juta, dan dalam pelaksanaanya diduga tidak sesuai dengan RAB.

Pasalnya menurut  sumber dalam penyerapan anggaran tersebut ada indikasi korupsi,seperti tidak dilakukanya penggantian kusen,sehingga belum genap satu tahun,sejumlah kusen sudah terlihat keropos,sebab awalnya hanya dilakukan pencetan saja, sama halnya genteng gedung tidak di ganti alias pakai genteng lama,untuk menutupi siasat tersebut, genteng bekas hanya di cat.

Sutari kepala sekolah SD 01 Bojong Salaman Semarang hingga berita ini di terbitkan belum memberikan klarifikasi, dan sebaliknya menyuruh seseorang yang diakui sebagai adiknya  untuk memberikan klarifikasi.

“Mas klo ada apa-apa tolong hubungan adikku…Jendro no HP 0817243740..ditunggu adikku penting nwn” pesan singkat Sutari kepala sekolah SD 01 Bojong Salaman Semarang Kepada Redaksi Zonadinamika.com terkait pemberitaan media yang menyoroti pembangunan gedung sekolah tersebut.

Dalam pesan singkat lewat WA Sutarmi ,mengirimkan foro dan no telepon adiknya bernama Jendro, diujung telepon Jendro mengatakan, bahwa apa yang diberitakan wartawan tersebut semua salah, bukan tahun anggaran 2016 melainkan tahun anggran 2015.

“Itu berita wartawan bapak salah semua, itu bukan anggaran tahun 2016, namun tahun anggaran 2015, sangat di sayangkan,wartawan itu tidak melakukan investigasi, namun perlu di ketahui,Kakak saya nombok dalam pembangunan tersebut,Terang Jendro 18/10.

Jadi tolong jangan jeruk makan jeruk,kebetulan saya juga wartawan, keluarga saya banyak juga yang bertugas di kepolisian, sambil menyebut berbagai satu persatu wilayah.

Setelah berita itu kami ketahui, semua kelurga saya kumpulkan untuk membicarakan termasuk kakak saya selaku kelapa sekolah. Terangnya.

Santer dugaan korupsi dalam proyek rehap tersebut, kini muncul kembali kasus baru dugaan penggelapan sewa asset Negara yang di pakai warga sebagai kantin.

Dikabarkan sejak tahun 2013 Sutari mengontrakkan sebuah kantin pada keluarga Rp.7.000.000 hingga Rp.8.000.000 selama satu tahun,dan sudah berjalan hingga kurang lebih 5 tahun, dan uang kontrak tersebut tidak perna di buatkan kwintasi, setiap pengontrak memintah kwintasi, Sutari selalu berdalih dengan ucapan “SALING PERCAYA SAJA”.

Belakangan ini Kepala Sekolah ini,kembali membuatkan warning kepada sipengontrak agar menghentikan jualan di kantin tersebut dengan alasan kantin akan di jadikan Musholah,dan terkahir  kantin tersebut akan dibuat jadi kantin kejujuran koin keluarga. ironisnya, Sutari seakan melakukan tekanan untuk memintah tanda tangan,sebab saat menyodorkan surat pernyataan yang sudah ditanda tangani oleh Sutari S.Pd tersebut dan membawa oknum polisi,UPTD dan Komite.papar sumber pada Zonadinamika.com.

Ditambahkan sumber, pihaknya disuruh membayar Rp. 2.500.000 untuk biaya kontrak satu semester. Pada saat itu,pihak sekolah tetap tidak memberikan kwitansi pembayaran, merasa curiga atas penekanan penandatangan surat peryataan tersebut,pihak keluarga yang mengontrak, agar semua kwitansi pembayaran selama ini di buatkan,namun Sutari tidak memberikan, dan hanya memberikan kwitansi pembayaran terakhir, itupun bisa di buatkan setelah ada tekanan dari salah satu anggota keluarga pengontrak.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin kepada redaksi Zonadinamika.com via telapon WhatsApp (WA) mengatakan, bahwa sewa menyewa kantin di SD 01 Bojong Salaman Semarang adalah merupakan asset Negara, dan hasilnya harus di setorkan pad akas Negara.

“Ya itu asset Negara dan hasil uang kontrak juga harus di setorkan pada Negara” terangnya di ujung telepon. Ditannya apakah ada bukti kwitansi penarikan dan penyetoran Bunyamin menjawab, Ada, namun mengaku akan memerintahkan anak buahnya untuk melakukan cek ke sekolah tersebut.

“Ya saya akan perintahkan anak buah saya untuk melakukan cek ke sekolah, dan nanti akan saya informasikan lagi pada bapak”. Jawabyan sambil menutup telepon.

Patut di curigai, bahwa hasil kontrak kantin selama kurang lebih 5 tahun tersebut di tenggarai telahdi tilep oknum kepala sekolah, dan untuk menghilangkan jejak, Kepsek yang satu selalu tidak memberikan tanda bukti pengambilan uang kontrakan dari asset pemerintah tersebut sejak tahun 2013 hingga tahun 2017.

Bahkan pesan singkat konfirmasi yang dikirim via telepon selulernya,Sutari tetap tutup mulut alias tidak memberikan jawaban. Bahkan WhatsApp (WA) redaksi langsung di blokir ibu Kepsek bergelar Haja ini, kemana uang hasil sewa asset Negara ini? tunggu hasil investigasi kami selanjutnya. (bersambung).tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here