Oknum Notaris Diduga Palsukan Akta Dan Mengalihkan Obyek Perkara

0
314
Stefany (baju hitam) bersama petugas polsek jatinegara.

Jakarta-Zonadinamika.com. Oknum Notaris yang berkantor Kompleks perkantoran Bonagabe blok A.no.7 Jakarta Timur, diduga melakukan pemalsuan akte jual beli terhadap ruko yang beralamat di Jalan Otista no.109 Binara Cina, hal itu terungkap ketika ruko tersebut ingin di kuasa secara paksa oleh pihaknya .

Ruko yang kini di kuasa oleh TJIE WEY KIEN alias LUKMAN , setelah memenangkan siding perkara perdata No.74/pdt/g/bth/2015/pn.jkt.ut. tertanggal 25.08.2015.

Kronolis kejadianya,  pada tanggal 24 Juni 2014, SURYADI SUDI GUNAWAN meminjam uang dari TJIE WEY KIEN alias LUKMAN sebesesar Rp.1.200.000.000.- (satu milyar dua ratus juta rupiah), dengan ketentuan SURYADI SUDI GUNAWAN akan membayar bunga sebesar 5 % (lima persen) setiap bulannya dalam tiga bulan dan hutungnya tersebut akan dilunasi pada bulan september 2014,hal tersebut secara tegas dibuat dalam Akta Pengakuan Hutang No.13 tertanggal 24 Juni 2014 dihadapan Notaris Stephani Maria Vianney Pangestu, SH.

Untuk menjamin hutangnya tersebut SURYADI SUDI GUNAWAN memberikan kuasa menjual kepada TJIE WEY KIEN alias LUKMAN atas 2 (dua) buah ruko milik SURYADI SUDI GUNAWAN sebagaimana SHM NO.738/Bidara Cina dan SHM No.739/Bidara Cina di Jl.Otto Iskandar Dinata No.109 Jakarta Timur, dalam surat kuasa menjual tersebut diberikan jual hak kepada TJIE WEY KIEN alias LUKMAN untuk menyewakan kedua ruko tersebut, hal tersebut secara tegas pula dituangkan dalam Akta Kuasa menjual tertanggal yang sama dengan waktu pembuatan akta pengakuan hutang tersebut diatas, juga dibuat dihadapan notaris Stephani Maria Vianney Pangestu, SH.

Bahwa kemudian SURYADI SUDI GUNAWAN ternyata tidak melaksanakan apa yang dijanjikan dalam akta pengakuan hutang No.13 tertanggal 24 Juni 2017 tersebut, sehingga TJIE WEY KIEN alias LUKMAN menggugat SURYADI SUDI GUNAWAN di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, dan memenangkan perkara tersebut sebagaimana putusan perkara dengan Register Perkara No. 74/PDT.G/2015/PN.JKT.UT tanggal 30 Juni 2015.

Bahwa ternyata dalam perjalanannya tanpa sepengetahuan TJIE WEY KIEN alias LUKMAN kedua ruko yang dijaminkan kepadanya dikuasai oleh pihak-pihak yang tidak berhak, dan mengintimidasi para penyewa ruko, yang pelakunya tidak lain adalah Stephani Maria Vianney Pangestu, SH, Notaris/PPAT pembuat akta pengakuan hutang dan akta kuasa menjual. Stephani Maria Vianney Pangestu secara sepihak mengatakan bahwa kedua ruko tersebut telah beralih kepemilikan, mengintimidasi para penyewa, memaksa penyewa untuk keluar, dan anehnya sampai memagar ruko tersebut.

Bahwa Stephani Maria Vianney Pangestu yang bukanlah para pihak atas perkara tersebut, hanya sebagai Notaris/PPAT semata, sehingga tidak mempunyai hak untuk menguasai dan ataupun bertindak lain terkait ruko tersebut.

Ironisnya pertemuan tanggal 18 Oktober 2017 di lantai 2 satu ruko tersebut, Stephani Maria Vianney Pangestu mengaku bahwa akta tersebut tidak diregister dan mengatakan akta tersebut tidak sesungguhnya tidak benar.

Hal tersebut diungkapkan dihadapan TJIE WEY KIEN alias Lukman, pengontrak lantai 2 dan RT setempat. Sehingga jika demikian halnya, maka Stephani Maria Vianney Pangestu selaku Notaris sangat kuat diduga telah melakukan pemalsuan akta otentik dan ataupun mengalihkan obyek perkara serta melakukan  perusakan atas harta benda (ruko) milik orang lain.

Pasalnya,Stefany tidak bersedia menunjukkan surat kepemilikan baru a/n Hilman, didepan penyidik Polsek Jatinegara, ketika ditanya sertiffikat Ia berdali ada di kantor dan tidak berani menjukkan asli maupun foto copy .

Bahkan surat akte hutang piutang yang di keluarkan oleh Stepany selaku notaris seakan tidak mengakui, dengan alasan akan di cek dulu,jawab Stefany di depan penyidik Polsek Jatinega, jumat 20/10.bersambung. (tim)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here