Polres Karawang Tidak Berani Menjerat Pelaku Terduga Malpraktek

0
56

KARAWANG-Zonadinamika.com. Proses hukum terhadap Kejahatan kesehatan yang menimpa keluarga miskin Kusniawati dilingkungan hukum Polres Karawang terkesan lamban, korban yang akhirnya harus menderita seumur hidup, Kusniawati yang hidup di bawah garis kemiskinan warga panyingkiran Karawang.

Warga miskin yang menjadi korban dugaan Malpraktek dan penipuan, mengadu keadilan pada pihak penegak hukum, namun keadilan tersebut sangat sulit di dapatkan.

Kusniawati merupakan pasien yang menjadi korban malpraktek oleh Bidan Jeneng Danengseh Amd.Keb yang tinggal di Desa Panyingkiran, Kecamatanrawamerta, Kabupaten Karawang, yang biasa di panggil Bidan Jeneng dan korban penipuan yg telah dilakukan oleh klinik ” Amanda” Mitra Bunda yg dilakukan oleh dr H.M. Farid Ghazali, SpOG. Yang beralamat di Jl R.M. Soleh No 82 Sadamalun krawang.

Karena proses bersalin Bidan Jeneng tidak dengan aturan yang benar, yakni dengan menekan  perut korban tanpa adanya melihat tinggi fundus apabila memang USG saat itu tidak disarankan sehingga bayi yg dengan berat 4 kg ini dipaksa lahir dengan melewati panggul ibunya yang tidak mungkin sanggup seharusnya untuk dilewati kepala bayi tersebut sehingga terjadilah laserasi perineum grade IV yaitu sobekan yang mengenai mukosa vagina,kulit,jaringanperineum dan spinker ani yg meluas hingga ke rektum, sobekan jenis ini sangat parah dan pasien harus sgera dirujuk krn bidan sudah tidak boleh melakukan penjahitan pd luka jenis ini.  Akibatnya korban mengalami luka yang cukup serius di kewanitaannya sehingga pasien dirujuk ke Klinik Mitra Bunda, milik dr H.M. Farid Ghazali, SpOG. tepatnya di jalan Jl R.M Soleh No. 82 Sadamalun karawang.

Bukan itu saja, setelah di Klinik Mitra Bunda, pasien yang hidup di bawah garis kemiskinan ini di berikan obat obatan yang tidak seharusnya di konsumsi oleh ibu sehabis melahirkan dan menyusui dan obat obatan tersebut tergolong obat obatan dosis tinggi yang sangat membahayakan nyawa pasien apabila di berikan kepada pasien yg bukan seharusnya pengguna obat tersebut.

Dengan kejadian ini korban dibantu Lembaga Swadaya Masyarakat GSMB pimpinan Ir Marjuni melaporkan ke Polres Karawang,lima bulan yang lalu 29 Maret 2017, hingga saat ini panggilan pada ke 2 korban untuk di mintai keterangan, guna menjerat tindakan pidana dugaan malpraktek, kealpaan atau kelalaian yang mengakibatkan seseorang terluka dan dugaan tindakan penipuan

Ketua LSM GSMB Ir Marjuni yakin, kepolisian sebagai pelayan masyarakat, telah bekerja cukup serius, dan berharap menutup tempat malpraktek dan klinik yg telah melakukan tindakan penipuan tersebut serta pelaku segera di jebloskan ke penjara, sebelum bertambahnya korban yang lain, mengingat korban yang kami ketemukan saat ini mengalami cacat seumur hidup. Tim zona

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here