STIE Tribuana Bekasi di Duga Terbitkan Ijazah S1 Hasil Rekayasa.

0
9

BEKASI-Zonadinamika.com. Berbagai masalah di lingkungan Universitas Tribuana terus menjadi perhatian publik, setelah beberapa waktu lalu sedikitnya 70 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tribuana Kota Bekasi, Jawa Barat ini, terancam tidak bisa meneruskan pendidikan, karena mereka tertipu oleh oknum perekrut mahasiswa di kampus setempat.

Selain larangan pemerintah terus dilanggar oleh pengelolah yayasan Yayasan STIE Tribuana, bahwa kegiatan perkuliahan yang diselenggarakan oleh PTS pada Sabtu-Minggu adalah ilegal karena sarat penyederhanaan dan pemadatan mata kuliah.

Ditegaskan, bahwa Itu hanya modus dari perguruan tinggi untuk cari mahasiswa, bahkan bisa jadi untuk taktik jual beli ijazah,” kata Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta III Prof Ilza Mayuni ketika pada wartawan di Jakarta bebepa waktu lalu.

Menurut dia, banyak Perguruan Tinggi Swasta yang menyelenggarakan kelas Sabtu-Minggu sebagai strategi dalam upaya untuk menarik minat calon mahasiswa namun tidak bertanggung jawab pada kualitasnya.

Kini kuliah minggu tersebut kembali di mengincar sejumlah oknum Pengawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Karawang Jawa Barat, para sarjana ekonomi yang baru di wisudah pada bulan maret tersebut terancam suram karena mulai tercium oleh sejumlah pihak.

Ironisnya, mereka para PNS tidak memiliki izin belajar dari para dinas terkait, termasuk atasanya sendiri, sejumlah PNS yang berdinas di Lingkungan dinas pendidikan tersebut bahkan tidak menempuh perkuliahan layak mahasiswa yang mengejar ilmu pendidikan, namun hanya ingin mendapatkan titel demi mengejar pangkat.

Hasil investigasi media ini, ditemukan sejumlah dokumen berupa Ijaza bergelar S1 jurusan ekonomi yang di keluarkan oleh Yayasan Tribuana yang bergedung di Bekasi. Sistim pelajarnyapun diduga bertentangan karena di lakukan sistim jarak jauh, apalagi STIE Tribuana bukan Universitas Terbuka (UT).

Sebut saja H, salah satu PNS di Kabupaten Karawang,tiba-tiba memiliki Ijaza S1 Jurusan Managemen Ekonimi,usut punya usut H kuliah di Universitas Tribuana dengan sistem jarak jauh dan hanya kuliah Sabtu dan Minggu.

Ijaza ini pun terancam gagal di pergunakan untuk mengejar pangkat,karena kecurigaan atasanya,sebab selama dirinya menjabat,tidak perna ada stafnya yang mengajukan untuk pendidikan atau kuliah.

Tempat kuliah oleh sejumlah oknum PNS inipun disebuah sekolah PAUT, Ridwan selaku pengelola PAUT tersebut,mengaku bahwa dirinya perna mengurusin mahasiswa yang belajar jarak jauh dari Universitas Tribuana, namun saat ini sudah di stop karena dilarang pemerintah.

Anita Novialumi,SE.MM pembantu ketua Tribuana,ketika di konfrimasi di ruang kerjanya oleh Zonadinamika.com, menampik bahwa pihak tidak lagi membuat kuliah jarak jauh sejak tahun 2010.

“Kita sudah tidak menyelenggarakan kuliah jarak jauh,karena dilarang oleh pemerintah”.

Ditanya soal keberadaan para mahasiswa yang belajar jarak jauh dan berada di Karawang, Anita membantah, bahka bila itu ada maka Ijaza S1 tersebut akan kami cabut.jawabnya.

Ketika Zonadinamika.com untuk melakukan cek terhadap data salah seorang sarjana jebolan Universitas Tribuana yang di wisudah bulan maret dan pengesahan Ijazah pada Agutus 2017, sarjana S1 berisial H tersebut tercatat sebagai mahasiswa sejak tahun 2010 wow….. 7 tahun ambil S1..

“Ya nama orang ini ada dan terdaftar sejak tahun 2010, dan sebenarnya ini dulu sudah mau DO, karena terlalu sering cuti” terang Anita.

Mengorek keabsahan mahasiswa tersebut, zonadinamika.com mencoba meminta bukti fisik administrasi perkuliahan seperti absensi, namun wakil pembantu ketua ini belum bisa menunjukkan dengan alasan akan di cari dulu.

Oknum PNS inisial H ini hingga berita ini di turunkan belum berhasil di konfirmasi, namun memerintahkan anaknya seorang polisi yang mengaku bertugas di Mabes Polri untuk ketemu wartawan.

Lewat perbincangan wartawan dengan anak oknum PNS S1 Jebolan Tribuana tersebut, meluruskan bahwa ibunya adalah mahasiswa Tribuana dengan gelar S1 managemen ekonomi, ditambahkan, bahwa ibunya kuliah sejak 2015, berbedah dengan data kopertis Tribuana bahwa H kuliah sejak maret tahun 2010.aneh bin ajaib.(Ikutin terus pengungkapan kami dalam dugaan praket jual beli Ijaza ini/tim)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY