SMK PGRI 1 Taman,Tahan Ijazah Siswa dengan Alasan Pembayaran Belum Lunas

0
78
LSM-PMPRI (Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia) yang mendampingi Dimaz sejak hari kedua,menyatakan sikap prihatin dan kekecewaannya terhadap pihak sekolah yang tetap bersikeras menahan ijazah

PEMALANG – Zonadinamika.com. Masih ada saja pihak sekolah yang tega menahan ijazah siswanya setelah lulus.Kasus ini terjadi di SMK PGRI 1 TAMAN yang berlamatkan di Kelurahan Wanarejan Selatan,kecamatan Pemalang.Hanya gara-gara masih ada tunggakan pembayaran.

Sudah dua hari berturut-turut,Dimas siswa berprestasi dengan menyandang predikat hasil ujian dan lulusan terbaik,berusaha meminta izin untuk mendapatkan kopian legalisiran ijazah.Namun,tak disangka pihak sekolah mempersulit dan tetap bersikukuh agar segera dilunasi tunggakannya.”Dari kemarin saya bolak-balik kesini (sekolah) tapi dipersulit,padahal cuma mau minta legalisiran ijazah”.Ungkap Dimaz.

“Kami akan beri legalisiran asalkan mau mengisi surat pernyataan ini,karena masih ada tunggakan”.Kilah Tris Santo,SE selaku kepala tata usaha.Sejurus dengan rekannya,Mashudi,SA.g sebagai wakil kepala sekolah awalnya juga menghendaki surat pernyataan tersebut di tanda tangani.

“Kami kan pihak sekolah sudah sangat pengertian,nyatanya yang bersangkutan selama ini masih diperbolehkan mengikuti pelajaran,ujian dan akhirnya lulus”.Sanggah Mashudi,terkesan membela rekannya.

Namun demikian,setelah berdiskusi yang cukup alot,akhirnya Drs.H.Suyatno,MBA selaku kepala sekolah melalui Mashudi dan Tris Santo.Akhirnya mau memberikan legalisiran ijazah.”Kami tidak bisa memberikan banyak (legalisir ijazah) karena memang dibatasi”.Jawab mereka,sambil berlalu.

Menyikapi kasus ini,LSM-PMPRI (Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia) yang mendampingi Dimaz sejak hari kedua,menyatakan sikap prihatin dan kekecewaannya terhadap pihak sekolah yang tetap bersikeras menahan ijazah.”Saya benar-benar merasa kecewa dan sangat prihatin dengan sikap dan keputusan pihak sekolah,padahal siswa ini menyandang predikat lulusan terbaik.Satu lagi yang perlu diketahui,bahwa dia sudah jadi yatim sejak SMP”.Ungkap Satriyo selaku ketua DPD Jateng LSM-PMPRI.

Perlu diketahui,bahwa tindakan dan sikap pihak sekolah manapun yang menahan ijazah,bisa di duga telah melanggar HAM (Hak Azasi Manusia) dan juga UU No.20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional,serta UU No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. (SA.1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here