Tuding Pihak SMPN 1 Tirtajaya Tidak Manusiawi ,Pungli Ortu Siswa Miskin Sekolah Terbuka.

0
24

KARAWANG-Zonadinamika.com. Ditegaskan pada Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Nomor 053/U/1996 Tentang Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Terbuka, Siswa SMP Terbuka sepenuhnya dibebaskan dari pungutan apapun, Hal tersebut dikarenakan biaya operasional SMP Terbuka sepenuhnya dibiayai oleh Pemerintah.

Siswa SMP Terbuka diperuntukkan bagi Anggota masyarakat usia sekolah tertutama bagi mereka yang tidak mampu untuk menempuh pendidikan reguler(sekolah umum), baik karena kemampuan ekonomi, jarak tempuh, waktu dan lain-lain.

Namun sayang, penyalagunaan jabatan oleh Cartono,Spd selaku kepala sekolah tidak mau putus akal dalam upaya menarik dana dari siswa, hal itu menerminkan bahwa oknum pendidik ini tidak lagi memiliki rasa kemanusian selaku pendidik,namun mengajarkan perilaku pembangkangan pada ketentuan yang berlaku dan diduga demi mengisi pundi-pundi pribadi dan kelompok untuk memperkaya diri  tanpa memikirkan kondisi orang tua siswa.

Tudingan miring dengan tidak adanya rasa kemanusian di benak oleh oknum pendidik di SMPN 1 Tirtajaya Karawang dari orang tua siswa sangat beralasan, sebab guna mendapatkan keuntungan dari orang tua siswa miskin yang bersekolah di sekolah terbuka tetap saja di tarik tanpa rasa kasian sedikitpun.

Diberitakan sebelumnya, pihak SMPN 1 Tirtajaya menwajibkan siswa sekolah terbuka harus membayar mahal bila ingin sekolah, bentuk pungli oleh pihak sekolah SMPN 1 Tirtajaya, dengan dalil untuk pembayaran kelengkapan sekolah dengan total Rp.750.000 dengan rindian untuk seragan Rp.550.000 dan uang pembangunan Rp.200.000.

Cartono,Spd ketika di konfirmasi oleh tim Zonadinamika.com di kantornya mengatakan,bahwa pungutan untuk tiap siswa di sekolah terbuka tersebut, adalah untuk melakukan persamaan dengan sekolah induk,serta untuk menghindari siswa dari rasa ada perbedaan dari siswa lainya.

Tarikan uang pembangunan tersebut di peruntuhkan untuk perbaikan irigasi dan lokasi parkir dan pagar. “Kalau air irigasi besar banjir ke sekolah,penegenya di aruq dan di cor dan buat pagar pintu masuk sebelah kanan,dan sebelah kiri, tempat parkir sudah tidak layak perlu di ganti” jawab beralasan.

Sementara itu,ketua umum LSM GSMB (Gerakan Solidarita Masyarakat Bersatu) Marjuni menyayangkan tindakan konyol yang dilakukan oleh Cartono bahkan Arjun menilai, bahwa keputusan tersebut hanya untuk akal-akalan Kepsek.

“Jangan banyak cingcong itu bapak Cartono, itu hanya akalan busuk beliau untuk bisa mengeruk kantong orang tua siswa, jelas-jelas pemerintah melarang segala bentuk pungutan untuk sekolah terbuka, kualat itu kepsek yang suka berbohong demi kelancaran akal busuknya, berlabel pendidik tapi tidak mencontohkan untuk mendidik tapi azas mamfaat demi keuntungan pribadi dan kroninya dan yang menjadi korban orang tua siswa” tuding Arjun dengan nada kesal. (tim)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY