Kepsek SMPN 1 Tirtajaya Pungli Siswa Sekolah Terbuka

0
28

KARAWANG-Zonadinamika.com. Praktek pungutan liar terhadap siswa terus bergulir yang di perankan oleh oknum-oknum pendidik bermental kotor, dengan berbagai dalil demi memalak orang tua siswa dengan berlindung dalam dunia pendidikan semakin gila.

Ironisnya siswa yang mutlak di biayai oleh pemerintahpun tetap di palak oleh oknum pendidik, seperti para siswa yang berada di sekolah terbuka.

Data yang diterima redaksi melalui email yang mengaku sebagai orang tua siswa inisial MS, memaparkan akan unek-uneknya tentang perilaku kepala sekolah berisial Cartono , Orang tua siswa tersebut mengungkap praktek pungli yang mereka alami.

Korban pungli oleh pihak sekolah terjadi di SMPN 1 Tirtajaya, dengan dalil untuk pembayaran kelengkapan sekolah,pihak sekolah menwajibkan siswa harus membayar dengan total Rp.750.000 dengan rindian untuk seragan Rp.550.000 dan uang pembangunan Rp.200.000 SMP terbuka yang di komandoi oleh  Cartono tersebut , ini pun jadi bahan pergunjingan para orang tua siswa sekolah terbuka, bahkan dari sebagian mulut ortu teruncap “Kepala sekolah serakah”. Seraya berharap tim saber pungli harus menelusuri sekolah terbuka tersebut.

Cartono,Spd ketika di konfirmasi oleh tim Zonadinamika.com di kantornya mengatakan,bahwa pungutan untuk tiap siswa di sekolah terbuka tersebut, adalah untuk melakukan persamaan dengan sekolah induk,serta untuk menghindari siswa dari rasa ada perbedaan dari siswa lainya dan hasil kesepakatan dengan orang tua siswa.

Kepsek yang terkesan mencari alasan inipun berusaha menutupi aibnya,bahwa pungutan uang pembangunan tersebut di peruntuhkan untuk perbaikan irigasi dan lokasi parkir dan pagar. “Kalau air irigasi besar banjir ke sekolah,pengenya (maunya) di arug dan di cor dan buat pagar pintu masuk sebelah kanan,dan sebelah kiri, tempat parkir sudah tidak layak perlu di ganti” jawab beralasan.

Sementara itu,ketua umum LSM GSMB (Gerakan Solidaritas Masyarakat Bersatu) Marjuni menyayangkan tindakan konyol yang dilakukan oleh Cartono bahkan Arjun menilai, bahwa keputusan tersebut hanya untuk akal-akalan Kepsek.

“Jangan banyak cingcong itu bapak Cartono, itu hanya akalan busuk beliau untuk bisa mengeruk kantong orang tua siswa, jelas-jelas pemerintah melarang segala bentuk pungutan untuk sekolah terbuka, kualat itu kepsek yang suka berbohong demi kelancaran akal busuknya, berlabel pendidik tapi tidak mencontohkan untuk mendidik tapi azas mamfaat demi keuntungan pribadi dan kroninya dan yang menjadi korban orang tua siswa” tuding Arjun dengan nada kesal.

Seperti di ketahui SMP Terbuka merupakan lembaga pendidikan formal yang tidak berdiri sendiri tetapi merupakan bagian dari SMP Induk yang dalam menyelenggarakan pendidikannya menggunakan metode belajar mandiri.

Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Nomor 053/U/1996 Tentang Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Terbuka.

Dan siswa belajar mandiri atau berkelompok sekurang-kurangnya 16 jam pelajaran dalam satu minggu yang dibimbing oleh guru pamong di Tempat Kegiatan Belajar (TKB)

Siswa belajar secara tatap muka di kelas pada Sekolah induk sekurang-kurangnya 12 jam pelajaran dalam satu minggu yang dibimbing oleh Guru bina

Tempat Kegiatan Belajar (TKB) adalah sebuah tempat yang memadai untuk sebuah kegiatan belajar secara kelompok. TKB dapat diadakan di Sekolah, Mushola, Tempat Pengajian, Balai Desa, atau tempat lainnya. TKB diusahakan terjangkau oleh siswa dengan berjalan kaki.

Siswa SMP Terbuka sepenuhnya dibebaskan dari pungutan apapun, Hal tersebut dikarenakan biaya operasional SMP Terbuka sepenuhnya dibiayai oleh Pemerintah.

Siswa SMP Terbuka diperuntukkan bagi Anggota masyarakat usia sekolah tertutama bagi mereka yang tidak mampu untuk menempuh pendidikan reguler(sekolah umum), baik karena kemampuan ekonomi, jarak tempuh, waktu dan lain-lain. (tim)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY