Distributor PSC Dan Kios SRI TANI Jual Pupuk SP-36 Diatas HET

0
31

Karawang,zonadinamika.com. Pemerintah melalui Kementrian pertanian telah mengeluarkan Harga Eceran Tertinggi (HET),untuk penjualan pupuk bersubsidi oleh Distributor dan Kios pengecer kepada petani.Namun faktanya HET tersebut nampaknya sudah tidak berarti lagi.Pasalnya petani ketika membeli pupuk bersubsidi harganya sudah tidak sesuai dengan HET.Seperti yang dijual oleh pemilik Kios Sri Tani yang berada di Dusun Tangkolo Rt 08/03 desa Srijaya Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang.

Dikatakan Ibu MS warga kampung Saradan Desa Srijaya.Dirinya mengaku telah membeli pupuk jenis SP-36 di kios Sri Tani ,harganya mencapai Rp.3200/Kg,sementara HETnya hanya Rp.2000/Kg. “Sebelumnya saya dikasih 1 ton SP-36 untuk nyawah musim kemarin,sekarang Cuma 500 Kg untuk musim ini.Tolonglah harganya jangan terlalu mahal, yang wajar-wajar saja.”Katanya saat dijumpai dirumahnya,Kamis (27/7).

Sementara Toyib,pemilik kios pupuk Sri Tani mengakui menjual pupuk jenis SP-36 dengan harga mahal,karena dia membeli dari distributornya di atas HET.Padahal menurutnya, pembelian pupuk bersubsidi tersebut sudah diatur dengan Surat Perjanjian jual Beli (SPJB),antara Distributor dan Kios dengan harga di bawah HET.”Bagaimana saya mau menjual sesuai HET,kalau nebus  dari distributornya saja sudah di atas HET,”Ucapnya.

Penebusan pupuk jenis SP-36 ,Lanjut Toyib.Dia peroleh dari Distributor Purnama Surya Cipta (PSC).Harganya sudah Rp.2100/Kg, bahkan Rp.2200/Kg.Daripada tidak dapat barang,sementara petani sangat membutuhkan untuk mengolah lahan sawahnya, terpaksa barang tersebut di tebus ke gudangnya di cikampek.” Itupun barang tidak dikirim pakai armada distributor,tapi kita ngambil sendiri ke gudang BJR,”Tambahnya.

Masih Kata Toyib,selain  pupuk SP-36 Distributor juga menjual sepaket dengan pupuk Phonska Plus.Setiap Penebusan 8 ton SP-36,Phonska Plus nya 1 ton.Tapi petani tidak mau menggunakan pupuk jenis phonska plus,karena tidak terbiasa dan harganya non subsidi. Dimana harga pupuk jenis Phonska plus ini mencapai Rp.800 Ribu/Kwintal.Barang tersebut oleh distributor diharuskan  dibeli, karena pasokan SP-36 pemakaiannya dibatasi untuk petani. ”Tetapi Petani lebih suka menggunakan SP-36 dalam pemupukan sawahnya,ketimbang menggunakan Phonska Plus,” Ujarnya.(HARIS)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY