Terkait Dugaan Pungli, Kepsek SDN Balonggandu II Bergaya Seperti Preman

0
109
ilustrasi

KARAWANG-Zonadinamika.com. Uyat. S.pd.Mpd Kepala Sekolah Sekolah Dasar Negeri Balonggandu II Kecataman Jatisari,Kabupaten Karawang, sepertinya tidak sudih bila sekolah yang di pimpinya di kunjungi wartawan, sifat arogan tersebut terlihat atas tingkah laku oknum Kepsek ini melemparkan tudingan-tudingan meremehkan wartawan.

Itonisnya, Uyat kembali mengirimkan pesan singkat dengan nada kurang bersahabat bahkan terkesan menantang, adapun isi pesan singkat tersebut” yth Budiman, saya kepsek Balonggandu II/wkl PGRI Kabupaten Karawang/ketua Persekolahan PGRI, saya ingin empat mata dengan anda, saya tidak akan memberikan keterangan pada anda,sebelum anda bisa mengalahkan saya”

Tanpa basa basi, Uyat spontan menuding wartawan tidak memiliki etika,bahkan cari masalah, ucapan tersebut terucap melalui telepon seluler salah seorang stafnya yang di berikan kepada wartawan zonadinamika.com.

Untuk di ketahui, dugaan adanya pungutan liar dengan dalih pembayaran pembangunan gedung sekolah yang di bebankan kepada sejumlah siswa SDN Balonggandu II, menuai keluhan dari sejumlah orang tua siswa.

Sesuai kwintasi, pembayaran pembangunan sekolah yang di bebankan pada setiap siswa tersebut tertulis pada bulan Februari tahun 2016,dengan nilai berpariasi, dana yang diduga sebagai dana siluman tidak jelas peruntuhkanya dan tidak memiliki fisik hingga saat ini.

Wartawan Zonadinamika.com mencoba menelusuri atas dana dengan dalil pembangunan gedung sekolah pada SDN Balonggandu II. Imas yang di sebut-sebut sebagai bendahara sekolah,ketika di temui tidak berhasil,karena menurut sejumlah guru,bahwa Imas masuk siang.

Tiba-tiba salah seorang guru menemui wartawan sambil menyodorkan telepon seluler dan mengaku bernama Uyat selaku kepala sekolah.”Ini pak kepsek mau bicara” kata salah seoarang staf sambil menydorkan telepon selulernya.Dan di ujung telepon,Oknum kepsek ini spontan menuding wartawan dengan tuduhan tidak memiliki etika. “Kenapa bapak nanya-nanya bu Imas , sudah tau saya tidak ada kenapa haru cari-cari dan nanya bu Imas, anda itu tidak memiliki etika”Tuding Uyat via telepon yang mengaku sedang sakit dan di rawat di RSU Purih Asih.

Dengan sombongnya bertanya, ada urusan apa kedatangan wartawan?.Wartawanpun mencoba memberikan penjelasan untuk mencari dirinya selaku Kespek dan Imas selaku bendaharan sekolah untuk melakukan klarifikasi soal pungutan dana pembangunan gedung sekolah dari sejumlah siswa.

Terkait soal pungutan tersebut, itu adalah urusan komite,semua ada berita acaranya, dan kesepatakan orang tua siswa dengan komite, karena tidak semua bangunan sekolah di tanggung pemerintah, hari ini juga akan kami bangun Ucapan gaya preman pun terucap, dengan kata-kata “Jadi anda jangan jangan cari masalah, saya ini wakil ketua PGRI, jawab Uyat dengan nada sombong”, sambil memutus pembicaraan dengan mematikan telepon selulernya.

Tidak sampai disitu, Uyat kembali mengirim pesan singkat dengan nada kurang bersahabat bahkan nada menantang wartawan, adapun isi pesan singkat tersebut” yth Budiman, saya kepsek Balonggandu II/wkl PGRI Kabupaten Karawang/ketua Persekolahan PGRI, saya ingin empat mata dengan anda, saya tidak akan memberikan keterangan pada anda,sebelum anda bisa mengalahkan saya”.

Ir. Marjuni Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Solidaritas Masyarakat Bersatu (GSMB) yang juga pemimpin umum zonadinamika.com menyayangkan akan tudingan Uyat yang terkesan ingin mengintimidasi wartawan  saat melakukan tugas kontrol sosialnya,serta tidak menunjukan itikat baik untuk melayani klarifikasi atas temuan wartawan.

Bahkan mengaku tidak akan memberikan keterangan pada wartawan sebelum bisa mengalahkan dirinya, kita perlu pertanyakan,apa maksut mengalahkan,apakah ingin mengajak wartawan untuk duel? Bila ini ancaman untuk wartawan, saya selaku pimpinan umum  Zonadinamika.com dan Ketum LSM GSMB, saya sendiri yang akan melaporkan kepsek tersebut pada pihak berwajib, tegas Arjun biasa disapa.

Arjun menegaskan, soal kalimat pesan yang dikirimkan oleh Uyat, saya menilai ini adalah nada ancaman dan berupaya hambat tugas wartawan untuk melakukan tugas kontrol sosialnya dan perlu disikapi, sudah tidak jaman ancam-ancam  tergas Arjun. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here