Rekanan Pemkot Surabaya, “Nyolong” Material Pekerjaan Di DPUBMP

0
816

SURABAYA, Zonadinamika.com . Paket pekerjaan Saluran Tipe A di JL. Perak Timur antara Jalan Jakarta sampai dengan saluran Pesapen yang dikerjakan oleh PT. Sahhadi Surya, dengan harga penawaran Rp. 4.809.440.000,00 yang bersumber dari APBD Pemkot Surabaya TA. 2016 masih tampak penyimpangan pada pekerjaan tanah.

Indikator penyimpangan pada pekerjaan tanah yakni pengurukan sirtu (padat) dengan volume 398,000 m3 dan pengurugan pasir (padat) dengan volume 4,000 m3. Dari beberapa pelaksanaan pekerjaan, nilai anggaran yang raib cukup fantastis.

Dari indikasi tersebut terlihat fakta dilapangan yang mengurangi pelaksanaan pekerjaan konstruksi seperti yang dikerjakan kontraktor PT. Sahhadi Surya di jalan Perak Timur tahap pekerjaan penggalian tanah, penggalian tanah keras. Kemudiaan pengangkutan tanah keluar proyek, pemasangan U-Ditch K 350 (fabrikasi) Uk. 150X150X120X12 Type A. Namun ada dua pelaksanaan pekerjaan tanah yang tidak terlaksana yaitu pengurugan sirtu tebal 10 cm dan pengurugan pasir (padat).

Jikalau pada metode pelaksanaan teknis kurang baik dan benar, diduga unsur korupsi. Selain itu, urutan pekerjaan secara permanen dan benar telah diabaikan oleh kontraktor, atau memang kontraktor tidak pernah faham bagaimana pekerjaan dengan struktur teknik kekuatan yang mengacu kepada bestek, spesifikasi mutu bahan, dan volume nilai satuan pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).

Tidak adanya tindakan tegas dari instansi terkait atau kepala dinas yang membidangi terhadap para kontraktor terutama Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya, seakan-akan terkesan tutup mata semua para dinas terkait. Dengan begitu para kontraktor pemenang tender, cara membangunnya selalu melenceng dari spesifikasi dan terjadi pembangunan asal-asalan yang ujung-ujungnya merugikan negara.

Menurut Zaenal M. Ketua DPD LSM ICON RI menjelaskan terlihat dari kontrak pekerjaan tersebut 70 % dari nilai HPS. “jelas saja kontraktor harus memutar otak untuk mendapatkan keuntungan di tiap paket”, jelasnya.

Masih dalam lingkup pekerjaan, Zaenal mengatakan dipaket pekerjaan yang ada di Pemkot Surabaya khususnya pematusan, tiap tahun selalu ‘seperti itu’. “tentu saja kita mempertanyakan anggaran untuk pengawasan pembangunan, penyediaan dan rehabilitas sarana prasarana Pematusan Pemkot Surabaya yang nilainya sangat fantastis (lebih besar, red) akan tetapi tidak dibarengi dengan pekerjaan yang sesuai spesifikasi teknik sehingga menghasilkan pekerjaan yang komprehensif”, tegasnya.

Ia menambahkan, untuk pekerjaan konstruksi di Pemkot Surabaya ada 443 paket. “bukan tidak mungkin, mas kalau melihat banyak item disetiap paket pekerjaan yang dikerjakan diketahui oleh PA, KPA dan PPK Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya, mungkin saja mereka menjadi tuli dan buta dikarenakan target pimpinan, sehingga terjadi pembiaran secara jamaah”, ulas pria yang selalu geram menyoroti praktek-praktek korupsi. (dms)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY